Apakah berhubungan seks tanpa menggunakan pelindung secara otomatis akan menyebabkan HIV/AIDS?

Dilihat 305 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1



HIV termasuk jenis penyakit yang hingga sekarang masih belum ditemukan obatnya, walaupun beberapa berita mengklaim ada yang sudah menemukan pengobatan untuk HIV AIDS, namun jikalau memang ada, itu masih dalam tahap percobaan dan belum dipasarkan untuk publik. HIV belum bisa disembuhkan, tetapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal .

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, di mana virus akan menyerang serta merusak sistem antibodi tubuh penderitanya. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Karena itu tubuh pun tak lagi dapat bertahan pada serangan berbagai penyakit yang menyerang, bahkan penyakit yang ringan pun seperti batuk dan flu dapat menjadi berbahaya jika Anda terinfeksi oleh virus HIV.

HIV dan AIDS, kedua singkatan ini sering kali disandingkan sehingga orang biasanya menganggapnya suatu kondisi yang sama. Padahal, keduanya adalah diagnosis yang berbeda. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, AIDS adalah kondisi atau sindrom. Terinfeksi HIV bisa membuat seseorang mengalami AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Maka, AIDS terjadi ketika HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun. Kondisi ini sangat kompleks dan bervariasi pada setiap orang. Orang yang terinfeksi HIV bisa saja hidup sehat tanpa masuk pada tahap AIDS. Meski begitu, orang yang sudah pada kondisi AIDS pasti memiliki virus HIV di tubuhnya.

Nah, jadi apa sebenarnya faktor utama penyebab HIV AIDS tersebut? Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang terinfeksi? Yuk, ikut terus uraian yang sangat bermanfaat ini lebih lanjut :  


Penyebab HIV AIDS



Berhubungan seks tanpa menggunakan pelindung, tidak secara otomatis akan menyebabkan HIV/AIDS. Memang faktor utama penyebab HIV AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika, namun anda tidak akan terkena HIV, dari seseorang yang bukan penderita HIV positif. HIV tidak akan muncul begitu saja. Salah satu orang harus memilikinya untuk menularkan ke orang lain.  

Berikut ini adalah beberapa penyebab HIV AIDS , yaitu:

  • Berhubungan seks dengan penderita HIV positif tanpa pelindung (kondom)
  • Berisiko tinggi pada orang yang sering berganti-ganti pasangan.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi
  • Penggunaan pernak-pernik yang tidak aman, misalnya tindik dengan alat steril, atau menggambar tato dengan alat terkontaminasi.
  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon atau kain pembersihnya dan memiliki kontak langsung dengan luka.

Jadi cara penularan HIV AIDS tidak semudah itu ke orang lain. Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup di dalam darah dan cairan tubuh. Cairan tubuh yang bisa menularkan HIV ke orang lain adalah: 

  • Darah
  • Dinding anus
  •  Air Susu Ibu
  • Sperma
  • Cairan vagina, termasuk darah menstruasi

Cara Penularan HIV AIDS tidak bisa melalui :

  • Makan dan minum bersama, atau pemakaian alat makan minum bersama.
  • Pemakaian fasilitas umum bersama, seperti telepon umum, WC umum, dan kolam renang.
  • Ciuman, senggolan, pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya (pastikan tidak ada luka atau darah ketika berciuman).
  • Lewat keringat, atau gigitan nyamuk 



Diagnosis HIV AIDS

Orang yang baru saja terinfeksi HIV akan mengalami gejala seperti penyakit flu. Ini terjadi selama kurang lebih satu bulan hingga dua bulan setelah terinfeksi. Gejala awal yang muncul seperti demam, tenggorokan sakit, dan munculnya ruam. Tetapi, beberapa orang yang menderita HIV tidak merasakan tanda dan gejala selama bertahun-tahun, sehingga tidak ada yang mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak hanya dengan melihat mereka.

Memiliki lebih dari satu pasangan seksual dapat meningkatkan resiko anda terkena HIV, karena dengan mempunyai lebih dari satu pasangan, kemungkinan besar pasangan-pasangan anda juga mempunyai banyak pasangan. Intinya semakin banyak partner seks yang anda punya, semakin tinggi resiko terjangkit virus ini.

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi atau tidak, adalah dengan menjalani tes HIV. Makin cepat HIV terdeteksi, maka tingkat keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi. Jika seseorang merasa berisiko terinfeksi HIV, harus segera konsultasikan kepada dokter atau klinik kesehatan terdekat.

Jangan menunda penanganan setelah Anda tahu telah terinfeksi HIV. Jika terlambat, virus bisa dengan cepat menyebar di dalam sistem kekebalan tubuh anda, menggerogoti dan melemahkan anda dari dalam.  


Nah, itulah penjelasan singkat mengenai HIV AIDS. Membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi seseorang untuk menyadari bahwa ia positif HIV, akan tetapi hanya butuh waktu satu detik bagi seseorang yang terinfeksi HIV untuk menularkannya ke orang lain, dan banyak orang yang menularkan virus ini tanpa mengetahui bahwa mereka sendiri terinfeksi. Intinya, melakukan seks bebas sama saja seperti berjalan di atas seutas tali, satu kesalahan saja sangat fatal akibatnya. Dan anda pasti tidak mau mengambil resiko itu, 'kan? Jadi bertanggungjawablah, setialah pada satu pasangan dan gunakan pengaman seperti kondom. Atau mudahnya, jangan lakukan seks bebas. 


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang