Apakah mengangkat beban dapat menyebabkan Carpal Tunnel Syndrome?

Dilihat 508 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pertanyaan yang bagus. Angkat beban merupakan olahraga yang sangat bagus dan dapat memaksimalkan performa atletis. Orang - orang yang suka mengangkat beban seringkali membangun semacam ketagihan terhadap aliran endorphoin saat berolahraga dan kekuatan dan vitalitas yang mereka rasakan ketika mereka aktif berolahraga. Hal tersebut memberikan lompatan pada langkahmu.


Sayangnya, orang - orang yang mengangkat beban memang memiliki resiko lebih besar terkena Carpal Tunnel Syndrome. Ketika kamu sudah mencapai tingkat kebugaran tertentu dan kemudian mengetahui bahwa kamu dibatasi dalam melakukan sesuatu yang benar - benar baik untuk kesehatanmu karena kondisi tanganmu yang tidak kamu sangka - sangka, hal itu sungguh dapat membuat frustrasi.


Setiap hari saya berbicara dengan orang - orang yang suka melakukan angkat beban yang bertekad untuk meningkatkan kekuatan mereka, tapi tidak sanggung menghadapi rasa sakit pada tangan dan pergelangan tangan yang berkaitan dengan Carpal Tunnel Syndrome.


Kalau kamu merasa kamu berada dalam situasi seperti itu, ada banyak hal yang dapat kamu lakukan agar kamu dapat terus mengangkat beban, menjaga gaya hidup sehat dan menyingkirkan gejala - gejala Carpal Tunnel Syndrome. 


Jadi, apa yang dapat kamu lakukan? Kamu akan menemukan artikel yang bagus di dalam 7 tips untuk mencegah Carpal Tunnel Syndrome jika kamu melakukan angkat beban dan bagaimana cara mengobati Carpal Tunnel Syndrome tanpa melakukan operasi kalau kamu sudah terkena kondisi yang melemahkan tersebut.

Artikel tersebut ditulis oleh para dokter yang ahli dalam menangani Carpal Tunnel Syndrom yang diperuntukkan bagi orang - orang yang ingin tetap aktif dan menghindari operasi. Saya sudah berhubungan dengan berbagai macam orang yang merasa bahwa Carpal Tunnel Syndrom membatasi mereka dalam melakukan pekerjaan mereka dan melakukan hobi yang meerka sukai.


Orang - orang tersebut beraneka ragam, mulai dari musisi, dokter gigi, montir listrik, sampai dengan ahli bedah. Orang - orang yang sering terkena Carpal Tunnel Syndrome antara lain: Koki, pemain golf, pemain tenis, notulen, dokter hewan, supir truk, pengemudi motor, ahli yang merasa hewan peliharaan, petugas kebersihan, pemain ski, penata rambut, pemain baseball, dan penjual bunga.

Semakin kita bertambah tua, mengangkat beban dapat memungkinkan orang dari berbagai profesi untuk terus berolahraga pada tingkat yang lebih tinggi, hampir sama seperti apa yang mereka lakukan ketika mereka lebih muda. Misalnya, orang - orang yang berusia 50 atau 60 tahunan masih dapat bermain ski seperti yang mereka lakukan di usia 30 atau 40 tahunan. Tapi mereka harus mengangkat beban agar dapat bermain ski pada tingkat yang sama tanpa meningkatkan resiko terjadinya cedera yang signifikan.


Yang perlu kamu ketahui adalah, tidak seorang pun yang perlu tergesa - gesa untuk melakukan operasi. Sebagian besar orang dapat menghindari resiko dan biaya operasi dengan ,mengikuti saran pengobatan yang diberikan oleh para dokter. Kamu dapat mempelajari lebih banyak mengenai Carpal Tunnel Syndrome dan bagaimana mengobati kondisi ini secara alami.

Terlepas dari apakah kamu adalah binaragawan, seorang atlet yang berusaha mencapai performa puncaknya, atau hanya seseorang yang ingin berolahraga dengan keras, kamu dapat terus melanjutkan usahamu dalam mencapai sasaranmu jika kamu mengikuti rekomendasi dan saran yang diberikan oleh dokter. 

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang