Apakah mengembangkan daya tahan dan kecepatan diperoleh pada saat yang sama atau daya tahan terlebih dahulu dan kecepatan kemudian?

Dilihat 613 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pasti bisa untuk melakukan kedua hal tersebut secara langsung . Tapi menurut saya , jika anda mau mulai berlari , saya sarankan anda untuk melatih kecepatan anda dan melatih daya tahan anda setelah anda merasa sudah cukup cepat saat berlari, tapi ini hanya masalah prioritas , tapi pada akhirnya anda di haruskan untuk melatih kedua hal ini untuk mendapatkan kondisi tubuh untuk berlari secara optimal .


Saya merekomendasikan kecepatan karena kecepatan adalan teknik yang lebih sulit di latih di banding daya tahan tubuh dengan baik . Kecepatan hanya bisa di latih lewat lari dengan cepat , namun daya tahan itu bisa di latih dengan berbagai cara dan tidak harus berlari . Lagipula apabila anda melatih kecepatan , anda juga bisa sekaligus melatih daya tahan tubuh , karena saat anda berlari , dan berlatih untuk kecepatan , anda juga bisa mendorong daya tahan dengan cara berlari dengan durasi yang lebih lama .


Anda bisa melatih daya tahan dengan cara mengganti teknik berlari anda , misalnya anda berlari selama 2 meenit dan berjalan selama 2 menit , dan terus melakukan interval tersebut sampai tubuh anda berlatih selama beberapa jam sehari dalam seminggu. Setelah anda melakukan itu , anda lalu bisa melakukan latihan daya tahan setiap hari nya , misalnya hari pertama anda berlari sejauh 1.5kilometer , lalu  hari kedua anda berlari selama 1.75 kilometer , lalu hari ketiga 2.0 kilometer dan seterusnya . Jangan lupa untuk melkuakn istirahat beberapa hari dalam seminggu untuk memulihkan stamina anda , stelah berlari jauh setiap hari nya


Tak hanya kecepatan dan daya tahan tubuh . Anda juga harus harus melatih kemampuan kemampuan lainnya juga bukan? Anda tentu memiliki kota latihan juga , misalnya , berlari menanjak , berlari di bebatuan , berlari marathon , dan lain lain. Latihan latihan yang anda lakukan dengan ini biasanya lebih baik apabila anda melakukan latihan kecepatan . Biasanya setiap kompetisi memiliki rintangan rintangan yang sedikit . Dan juga biasnaya lomba itu mengukur seberapa cepat anda bisa berlari dari garis start ke garis finish , dan bukan seberapa jauh anda bisa berlari dari suatu titik ke tempat lain .


Kebanyakan pelari mudah hanya melatih daya tahan dan akhirnya hanya melakukan lari dengan lama dan dengan perlahan . maka itu anda lebih baik berlari dengan rutin seperti ini : 5 km , 10 km , half marathon dan ,full marathon . Awal awal nya anda mau melatih kecepatan selama 5 km , dan 10 km , setelah itu dengan kecepatan yang telah di latih anda mau menambah daya tahan saat anda berlatih berlari pada full marathon

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang