Apakah mengkonsumsi kunyit bagi ibu hamil dapat membuat kulit bayinya menjadi lebih terang? Apakah ada alasan ilmiahnya?

Dilihat 493 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tentu saja tidak. Makanan tidak dapat mempengaruhi informasi genetik dalam DNA, namun saya tidak akan menjelaskan lebih jauh karena Deborah sudah memberi penjelasan bagus mengenai itu. Cara bayi 'makan' tidak seperti kita. Sang ibu hamil akan mengonsumsi makanan, memproses dan mencernanya. Selama proses ini, makanan akan dibawa ke tingkatan molekuler, sehingga tubuh sang ibu bisa menyerapnya. Sebagian akan dimanfaatkan tubuhnya, sementara sisanya akan dibawa aliran darah ke rahim dan plasenta. Plasenta ini akan berperan sebagai penyaring. Darah sang ibu hamil akan bertahan di satu sisi, dan nutrisi (serta oksigen) akan dipindahkan ke aliran darah sang janin. Jadi bayi tidak akan bisa mengecap rasa atau menemukan perbedaannya. Bagi mereka, semua sama saja. Protein tetap jadi protein, sehingga daging, ayam, ikan dan telur sama saja bagi mereka. Perbedaannya terletak pada konsentrasi nutrisinya. Pada akhirnya, glukosa tetaplah glukosa meskipun sumbernya datang dari kentang atau sebatang coklat. Namun, coklat akan menghasilkan lebih banyak glukosa ketimbang kentang. Jadi, "properti" apapun yang dimiliki makanan (Lemon dan madu dapat membuat rambut anda ringan, kacang-kacangan membuat anda banyak mengeluarkan gas, rempah tertentu dapat memicu keguguran atau kelahiran prematur) hanyalah mitos bagi janin, meskipun sebagian benar adanya bagi orang dewasa. 

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang