Apakah mengkonsumsi pil KB bisa meringankan nyeri haid (PMS)?

Dilihat 296 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1



Gejala PMS biasanya akan muncul satu atau dua minggu sebelum menstruasi. Saat PMS (premenstrual syndrome), emosi wanita seringkali tidak terkontrol di karenakan perubahan hormon. Dalam masa tersebut. Banyak wanita yang mengalami keluhan seperti perut kembung, sakit kepala, perubahan suasana hati, atau perubahan fisik dan emosional. Dan bagaimana dengan nyeri haid? Anda tidak perlu khawatir karena nyeri haid juga merupakan gejala normal dari serangkaian PMS tersebut.  

Masalah nyeri haid ini adalah masalah yang cukup mengganggu. Aktivitas terhambat, suasana hati yang buruk dan rasa nyeri yang sangat mengganggu menyebabkan para wanita benar-benar terganggu dengan adanya nyeri haid tersebut. Hampir setengah dari jumlah perempuan menderita nyeri haid atau kram menstruasi yang dikenal sebagai dysmenorrhoea, Bahkan pada kondisi yang parah bisa menyebabkan perempuan muntah dan pingsan. Nyeri ini bisa berlangsung beberapa hari di awal menstruasi dan cenderung lebih buruk pada masa-masa remaja.

Memang, terkadang kita tidak dapat menghindari kedatangan “sang nyeri haid” ini. Cara paling sederhana buat sebagian orang adalah dengan meminum obat pereda nyeri yang dijual bebas semacam parasetamol dan lainnya. Nah, sebenarnya apa sih penyebab nyeri haid tersebut? Bagaimana cara menghilangkan nyeri haid? Bagi anda yang sering mengalami nyeri haid tiap bulannya, pasti ingin tahu jawabannya, kalau begitu baca artikel ini sampai tuntas ya!


Penyebab Nyeri Haid



Menstruasi terjadi akibat lepasnya dinding rahim bila tidak terjadi pembuahan. Siklus dan jumlah volume darah haid bergantung pada ketebalan dinding rahim dimana ketebalan dinding rahim ini dipengaruhi oleh keseimbangan hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron.

Ketika terjadinya menstruasi, otot rahim akan berkontraksi untuk mengikis lapisan pada dinding rahim. Ketika berkontraksi, otot akan menekan pembuluh darah sehingga pasokan darah dan oksigen ke bagian rahim yang dalam terganggu. Karena hal tersebut, rahim akan mengeluarkan substansi kimia yang mengakibatkan rasa nyeri ketika pasokan oksigen terganggu.

Bersamaan dengan hal itu, rahim juga menghasilkan prostaglandin. Zat ini akan membuat kontraksi rahim lebih kuat lagi. Akibatnya rasa nyeri juga akan semakin tajam. Pada beberapa wanita, nyeri haid yang terjadi lebih kuat. Diduga hal ini terjadi karena adanya produksi prostaglandin yang lebih tinggi pada wanita tersebut.

Selain yang dijelaskan di atas, ada beberapa kondisi medis penyebab nyeri haid menjadi sangat parah, yaitu:

  • Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim)
  • Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim.
  • Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker)
  • Penyakit radang panggul
  • Infeksi Menular Seksual (IMS)
  • Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim sangat kecil, sehingga memperlambat aliran darah haid. 

Di samping itu, beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya Intra Uterine Device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, dapat meningkatkan rasa sakit perut saat haid.

Nyeri haid yang disebabkan oleh kondisi medis biasanya disertai gejala lain seperti terjadinya perdarahan antar dua masa menstruasi, siklus menstruasi tidak teratur, cairan vagina yang kental atau berbau tajam, dan rasa sakit yang muncul ketika berhubungan seksual. 

 

Cara Menghilangkan Nyeri Haid


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau menghilangkan nyeri haid, dari hal yang sederhana, seperti pemakaian obat-obatan, hingga terapi hormonal. Namun sebelumnya ada beberapa tips untuk mencegah nyeri saat haid:

  • Konsumsi makanan sehat - Perbanyak makanan yang mengandung kalsium, magnesium, vitamin D, vitamin E dan omega 3.
  • Konsumsi buah dan sayur aneka warna, ikan,labu dan juga makanan yang banyak mengandung protein nabati, serta makanan rendah lemak.
  • Olahraga ringan saat haid, namun hindari olahraga berat.
  • Hindari konsumsi alkohol, kopi, dan juga coklat karena Zat-zat tersebut dapat memicu estrogen. Dengan adanya estrogen, maka prostaglandin akan dilepaskan sehingga kontraksi otot bertambah. Demikian juga dengan rasa nyeri.  

Adapun cara menghilangkan nyeri haid yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Kompres perut dengan botol panas (hangat) tepat pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau pinggang bagian belakang).
  • Mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri.
  • Minum minuman hangat yang mengandung kalsium tinggi.
  • Menggosok-gosok perut/pinggang yang sakit.
  • Ambil posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah. Ini bisa membantu relaksasi.
  • Teknik Relaksasi. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.
  • Obat-obat Analgetik Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) yaitu obat yang mempunyai kemampuan menghilangkan rasa nyeri. Contoh obat ini adalah Ibuprofen (Proris, Fenris, Dolofen F) dan Aspirin. Minum obat-obat tersebut 3 kali sehari sesudah makan.  

Pil KB adalah solusi lain untuk nyeri haid. Pil KB dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid, karena obat ini akan menipiskan lapisan rahim dan mengurangi pelepasan prostaglandin. Pil KB bekerja dengan mencegah terjadinya ovulasi, sehingga juga mencegah aktivitas prostaglandin yang menyebabkan kram menstruasi. Dengan demikian rasa nyeri dapat menjadi lebih ringan. Namun, pil KB bukanlah pilihan semua orang. Jika Anda ingin mendapatkan kehamilan, pil KB tentu saja bukan pilihan Anda. 




Demikianlah penjelasan mengenai penyebab nyeri haid serta bagaimana cara menghilangkan nyeri haid. Semoga bermanfaat. Pada dasarnya yang harus diperhatikan adalah jika anda mengalami nyeri haid yang parah, sangat disarankan untuk anda berkonsultasi dengan dokter. Meskipun pada umumnya wanita yang mengalami menstruasi akan merasakan nyeri tetapi jika nyeri tidak hilang dan sangat mengganggu bisa jadi awal adanya gejala kondisi medis tertentu seperti yang disebutkan diatas, sehingga pemeriksaan dokter akan membantu anda untuk mengetahui lebih awal dan memberikan penanganan yang tepat. (Baca: Mood sering berubah-rubah saat PMS, apakah itu hal yang normal?)


Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang