Apakah menjilat lukamu sendiri akan membantu menyembuhkannya?

Dilihat 448 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ungkapan "menjilat luka" memiliki arti "pulih setelah kekalahan". Sepertinya pemikiran ini berasal dari pengamatan terhadap hewan yang menjilat lukanya setelah diserang oleh hewan pemangsa. Tentunya kita sebagai manusia modern tidak perlu lagi melakukan hal yang bersifat insting seperti itu karena sekarang kita memiliki akses ke antibiotik peralatan sterilitasi.bTapi apakah ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menjilar luka dapat membantu kesembuhan luka, baik pada hewan maupun manusia? 


Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa ketika air liur manusia menyentuk kulit, nitrit - komponen alami dari air luir berubah menjadi oksida nitrat, senyawa kimia yang efektif untuk melindungi luka dari bakteri yang tidak diinginkan. oksida nitrat dapat diguankan sebagai obat untuk mencegah infeksi dalam mengobati luka serta masalah kulit lainnya.


Penelitian lain juga menunjukkan selain oksida nitrat, air liur manusia mengandung zat antibakteri alami lainnya, yaitu laktoferin dan lactoperoksida. Bersama dengan oksida nitrat, antibiotik alami tersebut dapat mencegah berkembangnya infeksi, yang bukan hanya merupakan ancaman yang serius bagi luka, tapi juga dapat menempatkan nyawa hewan (dan manusia) yang terluka dalam bahaya. Tapi terlepas dari ditemukannya senyawa antibakteri dalam air liur, banyak peneliti yang menyarankan agar tidak menjilat luka dengan pertimbangan bahwa hal tersebut tidak aman untuk dilakukan dan tidak memiliki manfaat kesehatan.

 
Air liur manusia mengandung berbagai macam bakteri yang biasanya tidak berbahaya di mulut, tapi dapat menyebabkan infeksi tertentu jika menyentuk luka yang terbuka. Seperti yang diketahui, gigitan manusia dapat menyebakan masalah yang lebih serius daripada gigitan hewan (dengan asumsi hewan tersebut tidak rabies).


Sebuah surat yang dipublikaskan pada Jurnal Kesehatan di bulan April 2002 menggambarkan kasus para dokter yang terpaksa untuk mengamputasi ibu jari dari seorang pria yang diabetes yang menjilat luka kecil karena jatuh dari sepedanya. Ibu jari pria tersebut harus diamputasi setelah terinfeksi oleh bakteri yang makan daging. Pria tersebut menjadi korban dari penyakit langka  yang dikenal sebagai necrotizing fasciitis, yang dapat menghancurkan jaringan dalam waktu 12 - 24 jam.


Hasil pengujian dari jaringan yang terinfeksi menunjukkan adanya dua jenis bakteri:Eikenella corrodens yang biasanya ditemukan di dalam mulut dan Streptococcus anginosus yang biasanya ditemuakn pada kulit dan tenggorokan. Meskipun jenis infeksi seperti ini cukup jarang terjadi, dan pada kasus ini mungkin diperparah karena kondisi pasien yang diabetes, menjilat luka yang terbuka jelas sekali memungkinkan kulit terpapar bakteri buruk.


Kesimpulan: Setelah pendarahan berhenti, langkah selanjutnya adalah mencegah luka menjadi terinfeksi. Hewan di alam liar tidak memiliki pilihan selanjut menjilat luka mereka, yang agaknya mengandalkan antibakteri alami dari air liur mereka untuk membantu penyembuhan

Di sisi lain manusia modern (dan hewan peliharaan mereka) memiili alternatif lain - air dan sabun. Walaupun menjilat luka yang tergores oleh kertas untuk meredakan rasa nyeri bisa dibilang tidak berbahaya, infeksi luka dapat menjalan resiko yang serius pada luka yang lebih dalam. Dengan mempertimbangkan tersedianya pencegahan lainnya, akan lebih baik kalau kamu menggunakan mulutmu untuk meminta pertolongan.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang