Apakah minum teh bisa meningkatkan tekanan darah?

Dilihat 217 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ya, hal itu bisa menjadi sensitif bagi seorang individu. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa mereka yang memiliki tekanan darah tinggi harus menghindari teh, karena efeknya adalah sebuah kombinasi dari sensitivitas seseorang + jenis tehnya. Teh memiliki beberapa macam: hitam, hijau, putih + herbal. Hitam, hijau, dan teh dibuat dari tumbuhan yang sama, camellia sinensis. Perbedaannya adalah jumlah kandungan kafein dan antioksidan yang tersisa dalam tanamannya setelah diproses. Ini yang menentukan efek jangka pendek dan panjang dari teh pada tekanan darah. Semakin tinggi kandungan kafeinnya maka kemungkinan besar teh itu akan meningkatkan tekanan darah sesaat setelah diminum. Semakin banyak kandungan antioksidannya maka semakin bersifat kardio-protektif.

Teh hitam memiliki kandungan kafein tertenggi dan terendah untuk antioksidannya, oleh sebab itu ia yang paling berpotensi tinggi untuk meningkatkan tekanan darah. Teh putih kebalikannya, dimana ia memiliki potensi terendah dalam meningkatkan tekanan darah. Teh hijau berada di tengah-tengah. Namun, efek-efek ini hanya sebentar saja, bertahan selama sekitar 20-30 menit setelah meminumnya.

Meminum teh dalam jangka panjang tampaknya tidak meningkatkan tekanan darah pada masyarakat luas, bahkan yang memiliki hipertensi. Efek langsung peningkatan tekanan darah adalah akibat penambahan gula pada teh/kopi. Gula sepertinya memperkuat efek kafein. Teh-teh herbal (kecuali camellia sinensis) tidak mengandung kafein dan biasanya memiliki efek menurunkan gula darah dan tekanan darah.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang