Apakah mungkin angka pemerkosaan dan penyakit menular seksual akan menurut jika prostitusi dilegalkan di seluruh dunia?

Dilihat 559 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Terima kasih sudah menanyakan hal ini. Saya akan mengasumsikan bahwa kamu merujuk ke studi pulau Rhode. Yang pertama, legalisasi prostitusi tidak akan berhasil. Yang dibutuhkan adalah peringanan hukuman. Keduanya memiliki konsep yang berbeda. Sebagai pekerja seks, saya percaya bahwa hal tersebut dapat mengurangi masalah yang ditunjukan pada stufi pulai Rhode. Untuk lebih jelasnya, ini bukan tentang seseorang yang memanfaatkan pekerja seksual dibanding seseorang yang mereka temui di pesta. Ini mengenai salah satu dari banyak alasan mengapa pekerja seksual merupakan bagian yang penting dari sebuah masyarakat.


 Motif? Mustahil rasanya untuk menjelaskan mengenai apa yang akan dilakukan oleh seorang pria, tapi saya akan berbicara berdasarkan pengalaman saya. Dalam masyarakat, ada banyak orang yang sering disebut sebagai "pecundang/kutu buku" dsb dan orang - orang tersebut yang biasanya memiliki ketrampilan bersosialisasi yang lebih buruk dari kebanyakan orang akan terus - menerus mendapatkan penolakan. Ini bukan hanya tentang hubungan seksual, tapi juga kontak fisik, kedekatan, dan penerimaan serta hal - hal lainnya.


Bagaimana jika... Mereka membayar seseorang yang mau untuk menjadi pacarnya selama sejam yang mampu untuk memenuhi kebutuhannya tanpa adanya ikatan di antara mereka. Mungkin saja akan ada seseorang di Galena yang menanyakan mengenai seorang pria yang ketahuan dan terkejut bahwa ada yang mau melakukannya.


Di Australia, saya menemukan beberapa orang yang masuk dalam kategori ini. Kamu bisa melihat bahwa pada awalnya mereka sudah siap untuk ditolak tapi seiring dengan berjalannya waktu menjadi lebih percaya dir. Mereka tidak sabar untuk bertemu denganmu untuk menceritakan bagaimana mereka bertemu dengan para wanita. Sekalipun mereka ditolak karena mereka berhubungan dengan pekerja seksual (sebagai pacar bayaran), pengaruhnya tidak akan terlalu buruk bagi mereka. Tapi biasanya mereka akan mencerikan mengenai bagaimana mereka jadi lebih diterima, dapat berhubungan dan dekat dengan wanita tanpa harus melalui tahap yang menyedihkan.

Terbukti ketika prostitusi tidak dianggap sebagai kejahatan, pekerja seksual dapat memiliki akses yang baik terhadap pemeriksaan penyakit menular seksual, kondom, dsb. Hasilnya adalah HIV dan penyakit menular seksual lainnya menurun dan pekerja seksual memiliki resiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit menular seksual. 


Hal yang sama juga berarti bahwa kriminalisasi terhadap seks membuat pekerja seksual menjadi lebih rentan terhadap penyakir menular seksual yang berarti masyarakat juga menjadi lebih rentan terhadap penyakit ini. Klien bisa saja mengancam pekerja seksual karena tahu bahwa polisi tidak akan ikut campur. Penggunaan kondom juga jadi sulit. Ketika pekerja seksual tidak mendapatkan peralatan yang mereka butuhkan, dan tertular penyakir menular seksual dari klien, maka penyebarannya bisa terus berlanjut dan meningkatkan resiko penyakit menular seksual di masyarakat.



Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang