Apakah mungkin bahwa virus cacar air bermutasi dengan strain yang berbeda setelah kita melakukan vaksin cacar air?

Dilihat 618 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Banyaknya penyakit dari virus maupun bakteri yang sering menyerang anak-anak terutama balita tentu membuat banyak orang tua menjadi gelisah. Bayi dan balita mudah sekali terserang penyakit yang berada disekitarnya apalagi bila imun atau kekebalan tubuh mereka sedang dalam keadaan tidak bagus. Untuk itu, kini sering diadakan program vaksinasi dan imunisasi setiap tahun untuk beberapa penyakit tertentu. Misalnya vaksin anti penyakit cacar air, influenza, polio, campak dan masih banyak lagi. 


Namun, apakah sebenarnya vaksin itu? Apa benar ada efek samping yang bisa ditimbulkannya?


Vaksinasi pada balita


Pengertian Vaksin


Vaksin adalah sejenis virus atau bakteri yang telah dilemahkan atau dijinakkan untuk menyerang virus penyakit tertentu yang terdapat dalam tubuh. Pemberian vaksin disebut dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah tindakan pemberian vaksin yang dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin tersebut. Karena manfaatnya yang berguna untuk mencegah terjangkitnya penyakit tertentu program vaksinasi sering gencar dilakukan setiap tahun disetiap negara.


Namun banyak anggapan bahwa vaksinasi dapat berdampak buruk dan bisa 

bermutasi menjadi penyakit yang lebih buruk. Apakah hal itu benar? 


Pemberian vaksin di Indonesia


Sampai saat ini vaksin masih diberlakukan bahkan lebih sering diadakan di beberapa negara khususnya Indonesia. Setiap ada penyakit yang dirasa akan menjadi wabah berbahaya, para peneliti langsung mencari dan menemukan vaksin yang tepat untuk mengatasinya. Fungsi dari vaksinasi adalah untuk mencegah munculnya penyakit dengan memberikan kekebalan pada tubuh. 


Jika berbicara tentang efek dari vaksin itu sendiri memang dalam beberapa kasus terjadi seperti munculnya alergi yang ditandai dengan demam atau bintik kemerahan yang akan hilang kurang dari sebulan. Sedangkan untuk efek samping vaksin yang berat jarang sekali terjadi. 



Apakah pemberian vaksin bisa menyebabkan virus bermutasi?


Untuk hal yang satu ini belum ditemukan kasusnya bahwa vaksin bisa membuat virus bermutasi menjadi strain yang lebih berbahaya. Contohnya pada pemberian vaksin penyakit cacar air yang mungkin bisa bermutasi menjadi penyakit lainnya, tetapi sampai saat ini tidak ditemukan kasus yang demikian. Hal ini membuktikan bahwa fakta dilapangan tidak menunjukkan efek yang berdampak sangat buruk setelah pemberian vaksin. 


Lalu bagaimana dengan penyebaran virus cacar air? Virus yang menyebabkan penyakit cacar air bisa menyebar pada orang yang biasanya belum terjangkit cacar air seumur hidupnya. Biasanya virus cacar akan menyebar saat luka cacar tersebut mulai mengering. Jika anda sedang menderita cacar air yang harus anda lakukan adalah menemui dokter dan hindari kontak langsung dengan orang-orang disekitar anda. Jika anda tidak menemui dokter juga tidak masalah karena biasanya dokter tidak memberikan banyak tidakan pada kasus cacar air. 

Anda bisa mengobatinya dengan pengobatan cacar air rumahan yang bisa anda lakukan. Seperti menghentikan demamnya dengan obat paracetamol dan untuk mengurangi luka cacar air anda bisa mengolesinya dengan jus lidah buaya.


Vaksin Influenza 

Beberapa orang mungkin menyimpulkan bahwa vaksin flu yang telah ada lebih dari 80 tahun yang lalu bermutasi menjadi penyebab timbulnya jenis virus Flu Babi dan Flu Burung. Kemungkinan perkataan orang tersebut akan salah. Virus influenza telah menjadi sesuatu yang sangat bersifat mutagenik untuk jangka waktu yang lama, dan juga telah menjadi penyebab yang signifikan dari penyakit-penyakit dan kematian untuk waktu yang lama. 


Ada beberapa wabah influenza yang disebabkan oleh kemampuan virus untuk bermutasi, seperti Avian flu (Flu Burung)  atau Swine Flu (Flu Babi), virus ini bermutasi membentuk varian baru yang dapat menular dari hewan ke manusia dan ini berbeda dari jenis virus influenza yang biasanya. Mutasi virus yang menghasilkan Flu Burung dan Flu Babi bukan karena efek vaksin flu. 


Jika ada cerita-cerita di balik berita tentang dampak pemberian vaksinasi cacar, campak dan polio pada anak-anak, maka saya akan membeli teori anda. 

Berita itu sama sekali tidak benar dan tidak bisa dibuktikan sampai sekarang.


Manfaat Vaksinasi lebih besar dari pada dampaknya


Ada beberapa laporan pemberitaan di Amerika tentang berjangkitnya wabah campak dan gondok, tetapi itu berasal dari anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin MMR (vaksin untuk campak, gondok, rubella) dikarenakan  seorang dokter pernah melakukan pemalsuan hasil penelitian dan mempublikasikan bahwa pemberian vaksin MMR ikut berkonstribusi terhadap munculnya gejala autisme, sehingga sebagian orang tua ketakutan untuk memberikan vaksin MMR pada anaknya. 

Saat ini artikel dari dokter tersebut sudah dilaporkan dan ditarik kembali, juga telah mendapat sanksi atas perbuatannya tersebut.


Saya tidak mengatakan bahwa tidak mungkin virus-virus ini dapat bermutasi, tetapi kenyataannya vaksin-vaksin sangatlah efektif. Sampai saat ini pemberian vaksin lebih banyak menunjukkan manfaat yang bisa menambah imun dan mencegah penyebaran virus tertentu dari pada efeknya yang jarang sekali terjadi. 

Manfaat vaksinasi adalah mencegah timbulnya penyakit dalam populasi mempunyai proporsi yang cukup tinggi dari setiap individu yang diberi vaksin sehingga dapat dipertimbangkan bahwa mereka adalah kelompok yang mempunyai kekebalan terhadap suatu penyakit, sehingga pernyataan bahwa penyakit-penyakit/virus-virus terus bermutasi dalam varian yang lebih buruk pada diri mereka dimulai pada saat kita memberikan anak-anak kita vaksin cacar air. Pernyataan tersebut sama sekali tidak pernah jadi kenyataan sampai saat ini.



Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang