Apakah mungkin untuk membalikkan diabetes?

Dilihat 2,27 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ya, Diabetes Tipe 2 dapat dibalikkan. Aku mengaku, kalau ini adalah topik yang aku senangi. Pada kekuasaan praktisi kesehatan integratif/fungsional yang kutemukan dalam Irvine, Calif., Aku bekerja dengan ratusan orang yang menderita diabetes, penyakit tiroid, gangguan imun dan kronis miriad dan kondisi degeneratif. Menakjubkan untuk dapat melihat banyak pasien dalam praktisi kami yang gejalanya berkurang, atau bahkan berbalik, kondisi mereka itu.  Aku merasa puas, terutama ketika melihat berapa banyak pasien yang menemukan kalau memang mungkin untuk mengurangi, atau bahkan menghilangkan, kebutuhan mereka untuk resep obat. Bagaimana ini mungkin? 

Banyak orang harus melakukan titik keuntungan pada cara "hulu" versus "hilir" untuk menangani penyakit dan kesehatan. Ketika tes darah menyatakan kamu mengalami diabetes, apa yang terjadi? Dalam cara "hilir" untuk menangani penyakit dan pengobatannya, gejala yang memberi hasil diagnosanya — gula darah tinggi — diobati dengan obat. Contohnya, insulin membawa pengukuran gula darah menjadi normal, dan kamu "mengatur" diabetesmu. Kecuali, kamu tidak melakukannya. 

Berlawanan dengan cara "hulu", pandangan "hulu" pada kesehatan mencari untuk memastikan "kenapa" pada kondisi pasien. Contohnya, banyak orang diabees yang bingung dan frustasi oleh fakta yang menyatakan kalau mereka makan makanan yang lebih baik dan sehat dari orang-orang yang mereka kenal, tetapi masih bermasalah dengan berat badan dan diabetes, dan melihat orang lain makan makanan apapun yang mereka mau dan tidak perlu khawati tentang gula darah mereka. 

Dalam penanganan "hulu", pertanyaan aslinya adalah — kenapa? Kenapa gula darahku tinggi? Kenapa aku diberikan obat-obatan medis untuk "menjaga" kondisiku, dan bukan solusi dari masalah penyebabnya langsung?  Lebih jelasnya, cara-cara yang setiap individu ambil itu benar-benar pribadi. Dan dalam beberapa kasus, obat medis tidak hanya diperlukan, tetapi juga menyelamatkan nyawa. 

Namun, dalam banyak kasus, pasien yang menderita gangguan degeneratif bisa saja terlalu dirawat berlebihan atau bahkan diobati dengan cara yang salah. Itulah mengapa obat medis integratif/fungsional merupakan cara pendekatan yang sangat penting untuk kesehatan, dan menjadi tenaga yang memberdayakan setiap diri kita untuk kembali sehat secara optimal. Hal ini personal bagiku karena aku pernah menderita tiga gangguan auto-imun ketika aku mencapai umur 28 tahun. 

Alternatifnya menakutkan. Melebihi epidemik, diabetes itu mendekati proporsi pandemik. Pada tahun 1985, prevalensi diabetes diseluruh dunia adalah 30 juta orang. Pada tahun 2000, 150 juta orang. Mencapai tahun 2030, bisa saja mencapai 250 juta orang. Ini adalah misi pribadiku untuk membalikkan angka-angka ini dengan semua kekuatanku. 

Jadi, apa yang dapat kamu lakukan? 

  1. Jangan menerima kondisi degeneratif sebagai "normal". Kondisi itu bukanlah bagian hidup yang normal dan tentunya tidak boleh menjadi status quo. Paling tidak, banyak hal yang dapat kamu lakukan sebelum atau diluar resep obat. 

  2. Pertimbangkan dengan kuat obat medis yang integratif dan fungsional. Ini adalah cara pendekatan berbeda yang para praktisi dapat lacak penyebab dasarnya hingga ke akar-akarnya. Diagnosa dari spesialis secara efisien dapat membantu menyempitkan penyebabnya, selagi diagnosa tradisional juga bisa digunakan untuk memastikan penemuannya. Integrasi fungsional dan diagnosa dan pengobatan tradisional dapat membuat pasien untuk menggunakan terapi yang telah terjamin, selagi membantu mencari akar penyebabnya untuk memperlambat atau bahkan membalikkan proses penyakit daripada hanya meringankan gejala atau menjaga kondisi dengan obat.

  3. Kuasai hidupmu dan kesehatanmu sendiri. Tanyakan pertanyaan sulit yang menggali. Selidiki secara penuh alternatifmu. Buat (atau paling tidak coba) perubahan gaya hidupmu yang menunjukkan masalah kesehatanmu. 
Kamu tidak akan mendapatkan kerugian apapun, dan mendapatkan semuanya dengan mencari informasi penuh dan menjadi proaktif sebisa mungkin tentang kesehatanmu.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang