Apakah mungkin untuk meremehkan keajaiban Allah?

Dilihat 559 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kita tak mampu memperkirakan secara riil kekuatan Tuhan. Injil menceritakan kepada kita bahwa penciptaan dilakukan terus menerus oleh Tuhan. Jika Tuhan berhenti maka semuanya akan hilang. Kitab Wahyu, kitab terakhir dalam Injil Kristen, mengawali deskripsi mengenai hari Kiamat sebagai berikut : “Kemudian aku melihat tahta putih besar dan Dia duduk di atasnya, dari yang menyaksikan bumi dan surga lenyap. Dan tak ditemukan tempat bagi mereka. Dan aku melihat orang-orang yang mati, kecil dan besar, berdiri di hadapan Tuhan, dan kitab dibuka...”

Bagaimana bisa bumi dan surga (langit) lenyap? Ada beberapa deskripsi tambahan yang disebutkan, dalam Isaiah : “Semua penghuni surga dilebur, Dan surga digulung layaknya lembaran kertas”- dan dalam Peter ayat 2: “Namun hari dimana Tuhan datang sebagai pencuri di malam hari, ketika surga lenyap disertai gemuruh hebat, dan partikel-partikel meleleh dengan panas membara; saat itu juga bumi dan segala isinya akan dibakar”. Injil menjelaskan penciptaan kedua, sebuah surga dan bumi, yang memiliki sifat alamiah yang berbeda – sebagai contoh dimana penglihatan tidak akan bergantung pada penginderaan radiasi elektromagnetik. Gravitasi dan massa tidak akan eksis sebagaimana layaknya kita memahaminya, memungkinkan dimensi dari kota baru Jerusalem menjadi seribu mil untuk lebar, panjang dan (saat ini tidaklah mungkin) tinggi.

Hal ini adalah studi yang sangat menarik, mengungkapkan kebenaran tentang “Yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah masuk ke dalam hati manusia, sesuatu yang Tuhan siapkan bagi mereka yang mencintaiNya”. Kita sulit membayangkan apa yang dapat menjaga kepentingan kita selama milyaran tahun, lebih kurang keabadian. Kita benar-benar belum memiliki kemampuan itu. Jadi sebagian orang berimajinasi bahwa kita tidak mungkin menguasainya, kapanpun itu. Kita tidak bisa membayangkan kekuatan Tuhan, jadi sebagian berpendapat bahwa Tuhan tak ada. Tapi itu sangatlah tidak rasional.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang