Apakah mungkin untuk mimpi basah ketika sedang berovulasi?

Dilihat 727 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Cairan diproduksi di vagina, yang berasal dari dua jenis kelenjar sekretori; campuran dari cairan - cairan tersebut membentuk lebih banyak atau lebih sedikit lendir, biasanya bening atau berwarna putih susu. Lendir serviks: Ini merupakan cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar di dalam vagina, pada serviks dari rahim, yang disebut kelenjar endoserviks. Kelenjar ini terus mengeluarkan cairan (sama seperti air liur di dalam mulus atau air mata di dalam mata), cairan mucilaginous (viscous) dalam jumlah sedikit yang mengalir pada dinding vagina.


Ketika sedang berovulasi, lendir serviks menjadi semakin cair dan banyak. Cairan lubrikasi dikeluarkan sebagai hasil dari rangsangan seksual. Ini merupakan cairan lendir dan lubrikasi personal. Cairan tersebut berasal dari kelenjar yang disebut kelenjar Bartholin, yang berada di bagian bawah vagina sampai vulva. Fungsi dari lendir tersebut adalah untuk mempermudah penetrasi dan seluruh gerakan yang terjadi. 


Ketika kita sedang bermimpi di malam hari, jenis kelamin kita bekerja; wanita mengalami ereksi pada bagian tertentu yang membasahi dinding vagina mereka, agar tidak kehilangan keelastisannya, kalau bagian tersebut tidak membengkak atau basah, maka tidak bisa berfungsi dengan baik pada hubungan seksual yang pertama kali.


Sangat menarik memahami bagaimana hal ini terjadi. Mimpi basah sama sekali tidak ada hubungannya dengan ransangan seksual. Kenyataannya, pada malam hari, ketika kita tidur nyenyak, otak sibuk bermimpi. Tiba - tiba kerjanya akan berhenti untuk mencegah ereksi seperti yang terjadi di siang hari. Jadi mimpi basah bisa terjadi meskipun kamu tidak bermimpi erotis.


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang