Apakah normal secara psikologis kalau hari ini dalam pelajaran anatomi kita, profesor kita membawa mayat manusia, mengelupask ulitya, dan mengoyak setiap bagiannya dengan cara yang menjijikan?

Dilihat 694 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hic est locus ubi mors gaudet succurso vitae adalah ungkapan yang langsung muncul ke pikiranku. Belajar anatomi dengan pembedahan dan patologis anatomi dengan autopsi adalah dua tanda medis Barat. Pembedahan adalah salah satu hal pertama yang mengatur pelajar medis terpisah dari rekan-rekan mereka diluar medis. Ketika kamu melangkah kedalam lab anatomi dan mengambil pisau bedah untuk pertama kalinya, kamu menumpahkan konsepsi "normal" mu. Aku ingat bertemu dengan mayat ku pertama kalinya di tahun 2013, saat tahun pertama sekolah medis ku. Kami menamainya Tuan Jones dan kami membedahnya selama pelajaran dalam satu tahun itu. Aku datang untung mengenal tubuh Tuan Jone lebih baik daripada ibunya, lebih baik daripada pasangannya, dan mungkin lebih baik dari yang Tuan Jones ketahui tentang dirinya.

Aku mengambil penghambat tumornya dari arteri pulmonalis dan mainstem bronkus--tumor yang memiliki kemungkinan membunuhnya. Aku melepaskan kuliat dari wajah dan kakinya. Aku degan berhati-hati mengeluarkan saraf kecil yang mensarafi otot lidah dan membuka otot kakinya yang, bahkan walau sudah mati, tetap terlihat kuat. Aku melepaska organ-organnya satu persatu dan mempelajari keunikan betuk dan ukurannya. Setiap hal yang kulepas dari Tuan Jones dipertahankan dan tubuhnya dikremasi dan dikembalikan ke keluargaya. Aku akan membawa hal-hal yang kupelajari dari Tuan Jones untuk seumur hidupku. 

Setiap kali aku membayangkan seorag ahli bedah dalam O.R. dan ditanyai bagian anatomi pasien, aku engingat seperti apa terlihatya pada Tuan Jones. Ketika aku mempelajari tentang hepatomegali dan gagal jantung kongesti di ruang kelas, aku mengingat organ-organ Tuan Jones. Tuan Jones adalah pasien pertamaku dan profesor pertamaku, tentu saja sudah terlalu lama untuk ditolong, tapi itu dapat megajariku lebih daripada mereka yang memakai jas putih yang berjalan-jalan disekitar lab anatomi. Jadi, aku ingin kamu berpikir keras tentang ungkapan yang kusebutkan di awal tadi: hic est locus ubi mors gaudet succurso vitae. Itu artinya adalah "ini adalah tempat dimana orang mati bergembira dapat datang membantu yang hidup". Lupakan tetang apa yang kamu pikir itu normal. Belajar dari mayat di labmu jadi kamu bisa menyembuhkan yang hidup.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang