Apakah obat yang paling baik (tanpa resep dokter) yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat?

Dilihat 1,74 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jerawat bisa muncul kapan saja pada bagian kulit manapun. Tentunya jika ada, terkadang jerawat ini bisa sangat menyakitkan dan mengganggu. Munculnya jerawat juga bisa mengurangi tingkat kepercayaan diri seseorang dan mengganggu aktivitasnya. 


Terkadang beberapa orang yang sudah tidak sabar memilih untuk mencoba "memencet:" jerawat dengan harapan akan sembuh. Ada juga beberapa orang yang memilih jalan aman dengan menggunakan obat-obatan. Ada berbagai macam obat yang biasa digunakan untuk mengobati jerawat dan bisa dibeli bebas tanpa resep dokter. Mari sebelumnya kita pahami terlebih jauh apa yang dimaksud dengan jerawat. 



Proses terbentuknya jerawat


Jerawat adalah gangguan folikel rambut pada kulit yang disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor internal dan faktor eksternal. Pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel kulit dapat menyebabkan penyumbatan pada pori-pori (biasanya pada pori-pori rambut di kulit). 


Penyumbatan pori ini kemudian akan berubah menjadi akumulasi keratin, minyak dan bakteri, yang kemudian akan pecah dan melepaskan kombinasi cairan ini pada kulit serta menyebabkan pembengkakan (inflamasi). Inflamasi yang terjadi bisa berujung pada pembentukan kista/abses yang menyakitkan serta bercak (Lihat gambar 1).



    

Gambar 1. Proses terbentuknya jerawat



Jenis Jerawat


Jenis-jenis jerawat meliputi whitehead dan blackhead (dikenal dengan sebutan komedo tertutup atau komedo terbuka), pustula (tonjolan berwarna merah dan ujung kepala berwarna putih), papula merah (tonjolan berwarna merah), kista jerawat atau nodul (jenis jerawat ukuran besar, bengkak, dan kadang timbul nanah) (Gambar 2).  


Ada banyak jenis obat-obatan bebas (tanpa resep dokter) yang dapat digunakan untuk mengobati komedo, pustula atau papula. Namun sayangnya, belum ada obat yang dijual di pasar bebas yang cukup efektif dalam mengobati kista jerawat atau nodul. 


    

Gambar 2. Beberapa jenis tipe jerawat



Obat-obatan Bebas Untuk Mengobati Jerawat


Pengobatan yang paling efektif untuk mengobati jerawat adalah penggunaan benzoil peroksida, yang dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter. Jenis produknya dapat berbentuk pembersih, krim atau gel dan tersedia dalam berbagai jenis merk. Ini adalah jenis keratolytic, yang dapat membantu mengatasi penyumbatan pori sebagai penyebab komedo. Ini juga adalah satu-satunya obat yang dapat melawan tumbuhnya bakteri yang menyebabkan munculnya jerawat, dan juga mengatasi timbulnya minyak yang berlebih pada wajah.


Benzoil peroksida memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Penelitian menunujukkan bahwa sebenarnya kekuatan obat yang lebih rendah akan bekerja sama baiknya dengan kekuatan yang lebih tinggi, akan tetapi memiliki efek samping yang lebih sedikit. Oleh karena itu saya menyarankan penggunaan 2-4 % dibandingkan dengan 10% benzoil peroksida


Gambar 3. Contoh gel benzoil peroksida



Obat bebas lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat adalah asam salisilat, asam hidroksi dan kombinasi sulfur/resorcinol. Semua jenis obat ini mengandung bahan keratolytic (anti-komedo) dan dapat membantu untuk mengatasi kelebihan minyak pada wajah. Sulfur/resorcinol memiliki kandungan anti-peradangan yang dapat membantu mengatasi papula dan pustula. Ada juga obat bebas lainnya yang mengandung antioksidan dan beberapa jenis vitamin seperti misalnya Acenezine.



Penggunaan Obat


Hanya sekedar menambahkan, bahwa obat-obat bebas tersebut harus diaplikasikan secara merata pada area tumbuhnya jerawat, tidak hanya digunakan untuk perawatan semata namun juga sebagai tindakan pencegahan. Karena jika obat hanya diusapkan pada tempat yang terdapat luka saja, maka semua itu akan sia-sia. Konsistensi dalam pemakaian obat juga merupakan hal yang penting. Pengobatan ini mungkin menyebabkan iritasi jika digunakan beberapa hari. 


Jadi, saya sarankan pemakaian secara berseling dan tingkatkan pemakaian setelah 2-3 minggu menjadi setiap hari. Jika masih mengalami iritasi, kurangi frekuensi pemakaian, namun tetap dalam  jadwal yang teratur. Contohnya, hanya digunakan setiap hari Senin dan Kamis dalam satu minggu.

Selain menggunakan obat-obatan medis untuk mengobati jerawat, ada juga berbagai macam cara alami yang bisa Anda coba. Cara alami sekiranya memiliki efek samping yang lebih sedikit. Apapun cara yang Anda pilih, pada akhirnya pengobatan manapun tentunya akan membutuhkan penggunaan yang konsisten. Selamat mencoba!
 

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang