Apakah obesitas dapat disembuhkan?

Dilihat 510 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Obesitas atau kegemukan mempunyai pengertian yang berbeda-beda bagi setiap orang. Obesitas adalah suatu kondisi kelebihan berat tubuh akibat tertimbunnya lemak. Kondisi tersebut timbul bukan hanya disebabkan karena kelebihan makan, atau hanya karena faktor genetik, atau hanya karena faktor hormon, atau karena kurang aktif (bergerak), atau karena sesuatu hal semata. Sebaliknya , obesitas untuk setiap individu adalah unik (untuk mereka) karena campuran dari berbagai faktor.

Jauh lebih sulit untuk mengubah hal-hal yang disebabkan oleh faktor genetik atau karena pemakaian obat-obatan yang sedang anda konsumsi, dari pada mengubah hal yang disebabkan oleh faktor gaya hidup anda -- tetapi kadang mengubah faktor gaya hidup juga sulit— karena merubah “gaya hidup “ berarti merubah nya sampai akhir hidup anda. 

Banyak orang yang berjuang untuk mematuhi semacam perubahan pola makan serta melakukan olah raga yang akan membuat suatu perbedaan, terutama ketika mereka mengalami obesitas – rupanya itu hanyalah sebuah perubahan kecil dan setelah melakukannya dalam jangka waktu yang cukup panjang , banyak yang menyerah dan putus asa sebelum tujuan mereka tercapai.

Disebabkan juga karena berbagi faktor lain yang rumit dan sulit. Ditambah fakta bahwa masyarakat mendorong/menyarankan mereka untuk melakukan diet dan olah raga dengan berbagai cara, dan sayangnya sebagian besar saran tersebut tidaklah bagus. Contohnya - saran berdiet dari pemerintah yang dikeluarkan pada tahun 1980-an dan 1990-an , pada umumnya dianjurkan untuk membuang lemak dari diet anda. Mengkonsumsi makanan rendah lemak dan karbohidrat tinggi adalah resep yang disarankan untuk kesehatan yang baik dan pelangsingan.  Masalahnya sekarang adalah, : 

  • Sekarang yang kita tahu bahwa itu merupakan saran yang buruk. 
  • Sekarang yang kita tahu bahwa tubuh kita MEMBUTUHKAN lemak, dan faktanya beberapa lemak sesungguhnya membantu dalam penurunan berat badan atau menjaga berat badan dan kesehatan yang baik. 
  • Sekarang yang kita tahu , ketika kita membuang lemak dari makanan, --dalam banyak kasus lemak diganti dengan gula-- hal itu dapat memiliki efek yang benar-benar dapat merusak kesehatan, jauh dari kata “baik untuk anda” dan “melangsingkan”. 

Tampaknya saran diet yang baru “dilemparkan” kepada kita secara terus menerus, hari ini tentang rendah lemak dan tanpa lemak. Besok, tentang mengurangi karbohidrat dan mengatakan lemak adalah baik.

Hari ini tentang telur yang buruk bagi kesehatan anda. Besok , telur merupakan sumber protein yang besar dan mengandung asam lemak omega. 
Hari ini total kalori adalah penting. Besok, bukan tentang jumlah kalori, tetapi terdiri dari apa kalori tersebut adalah hal yang penting. 

Juga, sekarang yang kita tahu bahwa diet yang memyebabkan kelaparan membuat masalah menjadi lebih buruk.

Kelaparan akan membuat makan berlebihan yang tak terelakkan. Kelaparan membuat tubuh kita menjadi berasa terus“kelaparan” , yang mana metabolisme tubuh untuk membakar lemak menjadi energi perlahan-lahan akan menurun. 


Studi epigenetic menunjukkan bahwa keturunan dari orang-orang yang hidup melalui kelaparan dapat cenderung mengalami obesitas sebagai hasil dari pengalaman leluhur mereka.  
Jadi masuk akal, bahwa diet “kelaparan” yang di lakukan oleh leluhur kita untuk awalnya menjadi langsing, mungkin cenderung menyebabkan anak-anak kita mengalami obesitas masa sekarang ini. 

Jadi dapatkah anda sekarang menyalahkan orang – orang yang hanya mengangkat tangan mereka karena frustasi dan hanya menyerah karena mengalami obesitas ? Pikirkanlah kembali

 

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang