Apakah obesitas itu adalah sebuah rintangan besar dalam kehidupan?

Dilihat 806 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Untuk sebagian orang, gemuk adalah suatu hal yang wajar dan suatu tanda bahwa seseorang mengalami pertumbuhan yang baik. Namun, hal ini bisa berubah menjadi sesuatu yang buruk sehingga hal ini bisa berdampak pada kesehatan apabila kegemukkan ini sudah terlampau parah yang bisa disebut dengan obesitas.


Penyebab kegemukan yang sudah berlebihan ini dikarenakan jumlah pemasokan energi yang melebihi jumlah pengeluarannya. Awalnya, banyak yang melihat masalah obesitas ini hanya pada penampilan saja. Namun jika ditelusuri lebih dalam lagi, banyak sekali bahaya obesitas ini apalagi pada masalah kesehatan. Penderita obesitas ini mengalami banyak sekali kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari dan tentu saja hal ini membahayakan bagi mereka. 


Di bawah ini saya akan memberikan penjelasan mengenai masalah dari obesitas beserta pengalaman pribadi saya yang dulunya penderita obesitas.



Penyebab Obesitas


galena kelebihan berat badan


Istilah gemuk dan obesitas memiliki arti yang sama, yaitu suatu keadaan yang mengindikasikan adanya kelebihan kadar lemak yang terakmulasi dalam tubuh. Seseorang dianggap menderita obesitas apabila indeks massa tubuh (IMT), yaitu suatu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi dalam meter, dan bisa dikatakan bahwa anda obesitas jika hasil dari perhitungant indeks massa tubuh tersebut lebih dari 30 kg/m2.


Kelebihan asupan makanan berkalori tinggi yang tidak diimbangi dengan aktifitas fisik merupakan salah satu penyebab kegemukan yang berlebih ini. Tidak masalah jika kita mengonsumsi banyak makananan, namun semua itu harus diimbangi dengan aktifitas yang kita lakukan sehari-hari. Jika hanya duduk, tidak melakukan aktifitas apapun, maka jumlah hasil pembakaran dari kalori tersebut akan menumpuk di dalam tubuh dalam bentuk lemak.


Selain itu, ada beberapa hal lain yang menjadi penyebab kegemukan lainnya yang kemudian menjadi parah sehingga berujung menjadi obesitas, seperti:


  1. Asupan makanan yang berlebih. Seperti yang kita ketahui asupan makanan yang berlebih merupakan hal utama dari penyebab kegemukan. Namun, sebenarnya bukan jumlah asupan makanannya yang perlu diperhatikan melainkan jumlah kalori dari tiap makanan yang telah kita konsumsi. Seperti yang sudah dibahas diatas, asupan makanan kalori yang tidak diimbangi dengan olahraga atau jenis aktifitas lainnya akan menjadi lemak dan menumpuk dalam tubuh. Hal inilah yang sering luput dari para penderita obesitas, mereka tidak sadar bahwa makanan yang telah dikonsumsi sudah terlampau banyak, belum lagi akumulasi jumlah kalori dari makanan tersebut.

    galena kelebihan kalori

  2. Kurangnya aktifitas fisik. Selain kurangnya aktifitas fisik yang tidak seimbang dengan jumlah makanan yang dikonsumsi, kurangnya aktifitas fisik seperti berolahraga akibat kesibukan di kantor juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan berat badan yang berlebih. Kesibukkan di kantor memang membuat kita lupa bahkan tidak bisa menyempatkan diri kita untuk berolahraga, ditambah lagi asupan makan yang tidak terkontrol. Mungkin untuk sebagian besar orang, hal ini hanya masalah sepele. Namun jika dibiarkan begini terus, hal tersebut bisa berdampak pada obesitas dan berujung pada bahaya obesitas untuk kesehatan anda.
  3. Faktor keturunan atau genetika yang diturunkan oleh kedua orang tua. Setiap orang dikaruniai dengan bentuk fisik yan berbeda-beda, tergantung gen yang dibawa dari kedua orang tua kita. Seseorang dengan bentuk tubuh endomorf yaitu cenderung bulat memiliki kecenderungan akan obesitas lebih tinggi daripada mereka yang memiliki bentuk tubuh eksomorf (kurus) atau mesomorf (berotot).

Permasalahan Tentang Obesitas


Jika kita lihat para penderita obesitas yang ada disekitar kita atau yang kita temui di tempat umum, pasti rasanya sulit sekali membayangkan bagaimana mereka melakukan kegiatan sehari-hari mengingat besarnya ukuran tubuh mereka. Inilah yang pernah aku alami dulu.


Aku obesitas kategori III, dan kondisi fisikku juga cukup bagus dengan tekanan darah yang normal, dan hasil tes treadmill yang baik. Bisa dikatakan berdasarkan pengalaman pribadiku, ada beberapa bagian dari kehidupan bahwa obesitas menjadi sebuah rintangan. Meskipun memiliki kekuatan dan otot pada kakiku, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk berdiri dari tempat duduk, berjalan sejauh 8 km atau naik tangga dibanding rata-rata orang dengan berat tubuh normal. Jangan membicarakan mengenai berlari pada berat badanku ini, karena kaki dan punggung akan terasa sakit. 


Terdapat beberapa ruang seperti di bus, tempat duduk pesawat terbang dan pintu yang tidak mengakomodasi sesuai dengan ukuran tubuhku. Beberapa perabotan tidak mendukung berat badanku dan aku harus menghindari menggunakannya kalau tidak mau jatuh. Menemukan baju yang cocok juga lebih sulit dan biasanya harganya lebih mahal. 


Dan tentunya, stigma mengenai obesitas akan selalu mengikutimu; orang-orang tidak menyukainya, takut kepadamu, tidak mau berurusan denganmu, tidak percaya padamu, atau malu terlihat sedang bersamamu karena kamu obesitas.


galena kegemukkan


Mungkin yang saya sebutkan diatas itu beberapa hal yang umum seringkali terjadi pada penderita obesitas. Namun selain dari itu, ada beberapa masalah lain yang dihadapi para penderita obesitas, yaitu masalah kesehatan. Saya sudah sering sekali mendengar hal ini terus saja disebutkan oleh orang-orang disekitar saya (yang kemudian juga menjadi alasan saya untuk menurunkan berat badan). 


Tekanan darah tinggi, kadar kolestrol, masalah pernapasan, serta nyeri sendi adalah hal yang sering kali terjadi. Beberapa dari penyakit yang sudah saya sebutkan tersebut pun pernah terjadi kepada saya. Nyeri sendi adalah salah satu penyakit yang sering terjadi, karena kesibukan yang lakukan memaksa saya untuk terus bergerak dan hal ini tidak 


Aku adalah orang yang cerdas dan memiliki banyak pencapaian. Selain itu, aku memiliki rasa disiplin tinggi yang bahkan sudah menyelesaikan kuliah di bidang biologi dan mengambil S3 di bidang chiropractic. Waktu aku masih muda, setelah diet untuk menjadi kurus, berolahraga dan mengikuti perlombaan lari sejauh 10 km, bahkan memiliki sertifikasi sebagai pilot dan sudah menjalankan usaha kecil yang sukses selama 25 tahun. Jadi aku tidak setuju dengan orang-orang yang mengatakan bahwa obesitas disebabakan oleh kurangnya disiplin diri.


Kenyataannya, aku sudah turun 25 kg, empat kali dalam hidupku. Orang-orang dengan berat badan normal pasti tahu betapa sulitnya untuk sekedar menurunkan berat 2 atau 5 kg. Disiplin diri bukan hal yang mungkin dilakukan oleh orang-orang yang berada pada masa yang penuh tekanan dalam hidupnya.


Terdapat bukti berdasarkan penelitian dua orang kembali yang menujukkan bahwa obesitas merupakan keturunan dan sebagian besar disebabkan oleh selera makan tinggi yang diturunkan. Ada beberapa hal yang dapat mengurangi pengaruh genetik, salah satunya adalah aktifitas fisik.


galena aktifitas sehat



Bisa kita ambil kesimpulan bahwa obesitas adalah hal yang membahayakan buat diri dan kesehatan. Diet dan olahraga merupakan sebuah jawaban untuk terbebas dari obesitas untuk hidup yang lebih sehat kedepannya. Karena itulah, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan selalu jaga tubuh anda dengan rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan yang sehat.


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang