Apakah obesitas merupakan penyakit, gaya hidup, atau fenomena sosiokultural?

Dilihat 257 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Obesitas merupakan masalah yang memiliki banyak sisi. Kebanyakan orang melihat individu yang obesitas bertanggung jawab terhadap kenaikan berat badan mereka karena kebiasaan mereka. Tentunya kebiasaan memainkan peranan dalam terjadinya obesitas begitu juga dengan standar budaya yang kita miliki terkait apa saja yang boleh dimakan.


Meskipun olahraga dan nutrisi yang bagi merupakan hal yang penting dalam memberantas obesitas, banyak penelitian baru yang menunjukkan bahwa obesitas merupakan suatu penyakit. Hal ini didukung dengan fakta bahwa sebuah hormon yang disebut leptin (dikeluarkan dari adiposit) tidak berfungsi dengan benar pada individu yang obesitas. Leptin bekerja pada otak untuk mengatakan pada tubuh akan berhenti makan.


Salah satu hipotesa terbau menunjukkan pelepasan leptin yang terus - menerus selama bertahun - tahun saat makan terlalu banyak dapat menyebabkan resistensi leptin karena reseptor-ligan kompleks menjadi terlalu terstimulasi yang menyebabkan fungsinya tidak berjalan dengan benar atau terjadi penurunan fungsi.  Selain itu, usaha yang besar dibutuhkan untuk merangsang jalur - jalur yang berbeda dimana leptin mengatur makanan. Terdapat beberapa rangkaian neuron dimana kerja leptin sudah diidentifikasi, tapi masih banyak yang tidak diketahui. 


Masalah yang umum dalam masyarakat kita adalah kita sering melihat orang yang obesitas dan menilai mereka sebagai orang yang malas dan tidak dapat mengendalikan hidup mereka. Dengan kata lain, banyak tempat yang menyalahkan individu yang obesitas. Penilai seperti ini sama sekali tidak dibutuhkan dan lebih lanjut lagi, penelitan terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut tidak berdasar pada titik pengetahuan yan kita miliki tentang obesitas. 

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang