Apakah olahraga aerobik bisa membentuk otot? Bagaimana caranya?

Dilihat 1 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tergantung dari sejarang latihanmu dan faktor latihan lainnya. Mekanismenya itu sama dengan pembentukan otot lainnya, rangsangan diberikan ke otot sedikit diatas kemampuannya untuk lebih beradaptasi secara teratur. Baik dengan menambah serat (hiperplasia) tambahan, serat transisi (menurut penelitian, kita terlihat memiliki kelompok serat yang bisa mentransisi antara serat Tipe 1 dan Tipe 2), atau untuk memperpanjang beberapa hipertrofi (menebalkan serat). Reaksi khas serat otot yang terlibat dalam olahraga aerobik, dapat meningkat secara aerobik dengan meningkatkan pembuluh darah (akses ke darah/oksigen, membersihkan limbah-limbah) dan mitokondria (pembangkit tenaga sel, meningkatkan pengambilkan oksigen) dan meningkatkan volume cairan yang ditemukan dalam retikulum sarkoplasma. Hal ini bisa muncul sebagai hipertrofi sampai tingkat tertentu, tapi secara khusus efek nya itu minimal. Kalau rangsangan nya diatas ketahanan toleransimu, berarti ya, kamu akan mendapatkan pertumbuhan serat otot Tipe 1 yang konduktif terhadap latihan aerobik. Namun, secara khusus tidak banyak, dan intensifitasnya perlu cukup tinggu untuk menjamin pembentukan serat otot seperti itu.

Intensifitas itu secara khusus semakin sulit untuk dicapai (relatif terhadap laihan resistensi) karena mungkin kamu perlu di atau dekat tempat penyimpanan laktat untuk waktu yang lama. Intensifitas rendah (kurasa 40-70% detak jantung maksimum, memberi atau mengambil, tergantung latihanmu) latihan aerobik biasanya menyebabkan hipertrofi yang penting karena kamu tidak pernah mendorong serat otot sampai benar-benar lelah. Karena itu kamu tidak pernah benar-benar mendorong mereka sampai ke zona nyaman mereka ke tingkat rangsangan yang dibutuhkan untuk membuat adaptasian. Kalau kamu benar-benar baru dalam hal berlatih, kamu mungkin melihat eberapa otot hipertrofi awal, tapi juga akan mengeluarkan jaringan otot lainnya.

Kalau kamu sudah memiliki lebih Tipe 1 daripada Tipe 2a atau 2b atau 2x, dan memiliki sejarah berlatih aerobik daripada pertumbuhan otot lainnya akan cenderung lebih kecil dan tidak terlihat. Kalau kamu memiliki lebih sedikit Tipe 1 daripada Tipe 2 (kebanyakan manusia mulai hidupnya dengan 50/50 [pemindahan dan gaya hidup, latihan dan pengaruh perubahan lingkungan setiap saat), berarti kemungkinan kalau serat transisi Tipe 2 akan ber pindah ke serat Tipe 1 dan menjadi lebih cenderuk aerobik dan kamu akan sering melihat pengurangan yang terlihat pada massa total otot sebagai hasilnya. Masalahnya dengan menggunakan oalhraga aerobik untuk pertubuhan yang terlihat adalah serat tipe 1 memiliki lebih sedikit kemampuan untuk hipertrofi. Poin dari latihan aerobik itu benar-benar untuk meningkatkan resistensi terhadap kelelahan, bukan membentuk hipertrofi. Lebih lanjutnya lagi, olahraga aerobik membakar energi yang sangat banyak, yang sering yang sering menjerat otot sebagai sumber bahan bakar. Tidak baik. 

Olahraga aerobik adalah olahraga yang mengarah ke katabolisme otot penting, bukan anabolisme. Itulah kenapa bahkan kalau kamu adalah atlit yang memiliki daya tahan tinggi, kamu ingin melakukan beberapa latihan resistensi untuk mengurangi kehilangan massa otot (walau ini menguntungkan dalam bebrapa olahraga untuk menjadi lebih ringan) dan menjaga tingkat kekuatan. Seberapa banyak daya tahan atlit yang berorotot yang secara khusus kamu perhatikan? Mungkin tidak banyak... Walaupun begitu, kurasa ini harus dicatat kalau kamu melihat beberapa situs hipertrofi pada beberapa atlit daya tahan beberapa kali. Pengendra sepeda misalnya, mereka terlihat memiliki otot quadrisep besar dan membentuk sedikit glue bawah dan hamstring atas, berhubungan dengan beberapa populasi umum.  Hanya saja hipertrofi ini masih cenderung tidak sepenting hipertrofi yang ditemukan dalam atlit kekuatan. Intensifitas ini memerlukan untuk membentuk kalau pada pengendara sepeda mungkin merupakan hasil mendaki bukin dan lagi, aku percaya mendorong otot di, dekat dan bahkan diatas penempatan taktat dalam wilayah anaerobik. Dalam kasus lankga ini kamu melihat kalau atlit daya tahan dengan hipertrofi cukup hipertrofi, kamu akan juga dapat mencatat kalau hal itu mengisolasi otot yang memberi pergoresan otot pennate dan/atau otot secara umum yang mengandung lebih serat daya tahan tipe 1 yang alami, seperti quad atau deltoid. Beberapakelompok otot seperti itu pastinya lebih respon ke latihan daya tahan dalam kasus ini juga, berlawanan dengan latihan resistensi ber intensivitas tinggi atau medium.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang