Apakah orang Indonesia cenderung liberal atau sebaliknya?

Dilihat 231 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sayangnya, iya, orang Indonesia menuju arah liberal. Karakter liberalismenya tak seperti ramah, menghormati orang liberal lain,atau liberal yang disebut dalam hukum liberal atau liberal manusiawi, liberalisme Indonesia adalah liberal sembrono (bebas melakukan apa yang aku mau, selama aku mampu, jangan menghakimi aku, peduli amat).

Yang bisa kita amati dalam kehidupan sehari-hari adalah, penggunaan sepeda motor di kota, gang, di desa, dan jalan protokol. Anak ABG bonceng ber 3 atau 4. Ibu-ibu membonceng balita, tanpa alat pengaman. Pemerintah sedang menyiapkan moda transportasi umum yang baik, orang Indonesia terpaksa mengambil cicilan kendaraan. Kemunculan organisasi/komunitas tanpa tujuan jelas adalah gambaran, berapa banyak pengangguran di Indonesia.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah, ormas macam ini didukung oleh angkatan bersenjata dalam perebutan kekuasaan. Tak ada yang mau mengalah dan serakah. Bagaimana tentang layanan publik dan infrastruktur? PLN, PAM, TELKOM dan Pemda semua terpisah, tanpa ada kesamaan tujuan. Masing-masing memiliki agenda. Pemda juga tak punya kuasa terhadap perusahaan layanan publik.

Lalu ada yang disebut kalangan konservatif, faksi religius atau sisa Orba dengan kemasan berbeda juga terlibat dalam perebutan kekuasaan, pengaruh, politik. Politisi bergantai partai tanpa ada loyalitas. Yang paling buruknya adalah Gojek yang di restui Presiden Jokowi, tanpa mengikuti alur hukum yang ada, kita pernah menyaksikan bagaimana Indonesia terjebak dalam aristokrasi. Selamat datang ke Indonesia liberal. Kuharap kau selamat.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang