Apakah perbedaan antara referensi dan daftar pustaka?

Dilihat 11,4 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kadangkala, saat kita hendak menulis makalah ilmiah atau tulisan-tulisan ilmiah lainnya, kita mengalami kesulitan dalam membedakan referensi dan daftar pustaka. 


Kita pun menjadi bertanya-tanya Apa yang dimaksud dengan daftar pustaka dan apa itu referensi?


Masih banyak orang atau pelajar yang menyangka bawa kedua hal tersebut adalah hal yang sama. Namun sebenarnya referensi dan daftar pustaka adalah sesuatu yang berbeda, baik dalam segi pengertian maupun kegunaan.



Seperti apakah referensi itu?


Menurut catatan Kamus Besar Bahasa Indonesia, referensi bisa diartikan sebagai sumber acuan, rujukan, atau petunjuk. 


Dalam karya ilmiah, referensi bisa berupa buku-buku yang dianjurkan dosen kepada mahasiswanya untuk dibaca. Fungsi referensi adalah sebagai sumber segala keterangan yang terperinci dan digunakan untuk penunjukan.


Referensi adalah kutipan yang penulis gunakan dalam teks (essai, disertasi, jurnal, artikel), terdapat perbedaan gaya kutipan tergantung pada bidangnya. Saat seorang penulis melakukan komputasi, dia bisa mengutip gaya Harvard, sementara dalam pelajaran psikologi misalnya penulis mengutip gaya APA. Referensi dicantumkan pada akhir suatu teks. 


Lalu Apakah perbedaan antara kutipan dan daftar pustaka sebenarnya?


beda referensi dengan daftar pustaka

Umumnya referensi sering dijumpai pada karya tulis ilmiah sebagai acuan yang biasa dijumpai di perpustakaan atau ruang baca. Belakangan ini dengan berkembangnya teknologi referensi menjadi suatu hal yang normal untuk diperoleh lewat internet. 


Ada banyak situs terpercaya saat ini, baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa asing terutama Inggris yang menawarkan referensi. Sebagian referensi digratiskan sementara sebagian lagi berbayar. Referensi juga dapat diperoleh lewat artikel atau jurnal ilmiah online.


Dari referensi biasanya peneliti mendapatkan teori-teori atau proposisi-proposisi untuk mendukung atau menyanggah suatu pernyataan. Selanjutnya hipotesis bisa diajukan. Dengan kata lain referensi-referensi digunakan sebagai alat komparasi yang tidak jarang melahirkan teori-teori baru. 

Sebagai rujukan lanjutan tentang penulisan referensi, silakan baca Cara Penulisan Referensi.


Referensi adalah apa yang dibutuhkan sebagai peta yang menunjukkan bagaimana penulis membangun tesisnya dari beragam latar belakang ilmiah. Tanpa referensi, keilmiahan suatu karya teramat sangat diragukan.


cara menulis daftar pustaka



Seperti apakah daftar pustaka itu?


Daftar pustaka merupakan serangkaian tulisan yang ditulis pada akhir sebuah karya ilmiah yang mencantumkan antara lain nama penulis, judul, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit yang menjadi sumber atau rujukan peneliti. 


Demikianlah kira-kira pengertian daftar pustaka menurut Wikipedia. Contoh daftar pustaka sangat mudah ditemui hampir di semua buku, kecuali buku novel atau sastra mungkin.


Daftar pustaka menjadi rujukan sebagaimana referensi untuk sumber ilmu pengetahuan terkait. Dengan adanya daftar pustaka para peneliti lain bisa mendapatkan rujukan untuk mendapatkan sumber yang kemungkinan berguna untuk tujuan yang berbeda. 


Umumnya penulisan daftar pustaka berdasarkan alphabet dari atas ke bawah, tidak menggunakan urutan angka dan huruf serta jaraknya antara satu sama lain menggunakan jarak spasi.


contoh penulisan daftar pustaka


Daftar pustaka sebenarnya juga sama dengan referensi yaitu sama-sama sebuah kutipan, namun daftar pustaka merupakan teks-teks lain yang tidak secara langsung dikutip. 


Selama riset, penulis akan membaca banyak literatur yang kemudian akan membentuk penulisan yang sedang dilakukan tapi tidak akan dikutip secara langsung. 


Teks-teks inilah yang akan dimasukkan dalam daftar pustaka. 


Untuk rujukan tentang penulisan ataupun contoh daftar pustaka yang baik dan benar, silakan pelajari Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar.


Dalam suatu formalisme yang lebih matematis, referensi adalah sub bagian dari daftar pustaka. Secara pribadi seorang penulis cenderung memasukkan referensi, dan kemudian memasukkan daftar pustaka (tanpa kutipan agar tidak tumpang tindih) tapi keduanya sangat berkaitan dengan gaya dan/atau format yang diikuti oleh penulis. 


Seringkali referensi ditemukan dalam artikel-artikel jurnal, atau tesis. Sebaliknya, buku memiliki lebih banyak daftar pustaka. 


Kemudian, pertanyaan yang juga sering ditanyakan adalah Apakah semua referensi dalam daftar pustaka pada tulisan akademis secara tegas dikutip bersamaan dengan tulisan tersebut? 


Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan bahasan khusus, namun satu hal yang pasti, referensi merupakan bagian dari daftar pustaka. Dan daftar pustaka sendiri merupakan daftar rujukan yang berisi nama penulis, judul, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit, sehingga daftar ini dapat dijadikan rujukan pula oleh orang lain. 


penulisan daftar pustaka yang benar

Lalu bagaimana menyimpulkan perbedaan antara referensi dan daftar pustaka?


Dari uraian di atas kita bisa melihat bahwa sebenarnya referensi merupakan sub bagian dari daftar pustaka. 


Jadi, referensi adalah catatan yang umumnya ditaruh setelah suatu kutipan dari sumber tertentu baik dalam bentuk catatan kaki atau dalam tanda kurung sehingga pembaca bisa mendapatkan rujukan langsung ke sumber yang dikutip oleh penulis atau peneliti. 


Sementara itu, daftar pustaka letaknya selalu ada di bagian belakang yang menunjukkan secara lengkap buku-buku, jurnal-jurnal, buletin atau sumber-sumber lain yang menjadi acuan dalam suatu penulisan. 


Contoh daftar pustaka selalu bisa dijumpai dengan mudah di akhir suatu buku atau karya ilmiah.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang