Apakah perbedaan yang berarti antara penelitian - penelitian observasional medis (seperti analisis meta, penelitian kohort) dan penelitian - penelitian intervensi (percobaan klinis)?

Dilihat 553 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Analisa meta dan penelitian kohort sama sekali bukan hal yang sama dan seharusnya tidak disamakan. Dengan demikian, saya ingin menambahakan beberapa informasi di sini. Tapi saya akan lebih banyak membahas mengenaia pro dan kontra dari jenis - jenis penelitian yang berbeda. Saya tidak akan memberikan informasi yang terlalu detail karena kamu bisa mempelajari hal ini secara keseluruhan di bangku kuliah dan jawaban saya bisa jadi sangat panjang.


Hal pertama yang akan saya bahas adalah sesuatu yang disebut Hirarki dari Bukti. Ini mungkin sesuatu yang sudah pernah kamu lihat sebelumnya, tapi saya rasa tidak ada salahnya untuk memasukkannya di sini sebagai referensi. Pada dasarnya, hal ini menunjukkan "kredibilitas" yang dapat kita berikan ke berbagai jenis bukti yang terdapat di dalam dunia medis.


Analisis meta yang biasanya memiliki banyak bukti dibaliknya, menduduki peringkat atas, sementara "pendapat profesional" menduduki peringkat bawah. Tapi yang perlu kamu ingat adah piramid ini bukan merupakan kunci dari segala hal, selalu ada pengeculian untuk setiap aturan begitu pula dengan piramid bukti.


Penelitian Kohort.  Jenis penelitan pertama yang kamu tanyakan yang ingin saya bahas pertama di sini adalah penelitian kohort. Seperti yang bisa kamu lihat, penelitian itu berada bagian bagian menengah atas dari piramid, yang membuatkan menjadi bukti yang dapat diandalkan. Penelitan kohort merupakan jenis penelitian observasional, yang berarti kita hanya melihat apa yang terjadi pada populasi yang diteliti tanpa mempengaruhi populasi tersebut secara eksternal.


Ada dua jenis penelitian kohort, prospektif dan retrospektif. Penelitian kohort prospektif mengidentifikasi faktor resiko potensial yang ingin mereka teliti dan membagi populasi penelitian mereka menjadi kelompok "yang terpapar" dan "yang tidak terpapar', lalu amati mereka untuk melihat apa yang terjadi. Contoh nyata dari hal ini adalah memiliki populasi penelitian, lalu membaginya menjadi perokok dan bukan perokok dan mengamati mereka untuk melihat persentase orang - orang yang terkena kanker dari masing - masing kelompok.

Penelitian kohort retrospektif meneliti menggunakan pendekatan yang berlawanan, mereka mengambil populasi penelitian dari orang - orang yang menunjukkan atau tidak menunjukkan suatu penyakit dan melihat ke belakang untuk mengetahui apakah orang - orang tersebut terpapa faktor resiko tertentu. Contoh nyatanya adalah memiliki populasi penelitian, membagi populasi tersebut menjadi kelompok "kanker" dan "tidak kanker" dan melihat ke belakang untuk mengetahui berapa persentase dari masing - masing kelompok yang merokok.

Penelitian kohort prospektif dapat berguna ketika kita sedang mencoba untuk meneliti faktor resiko yang jarang terjadi. Karena kamu terlebih dahulu mengidentifikasi faktor resiko di dalam penelitian, kamu dapat memilih populasi penelitianmu secara spesifik untuk melibatkan orang - orang yang memiliki faktor resiko langkah tersebut, seperti orang - orang yang pernah tersambar petir, atau semacamnya. Hal menarik lainnya mengenai penelitian kohort prospektif adalah kamu dapat meneliti beberapa hasil penelitian melalui faktor resiko tunggal.  Selain itu karena jenis penelitian - penelitian tersebut dilakukan selama bertahun - tahun, perkembangan ke depannya membantu menguatkan kemungkinan hubungan sebab dab akibat antara faktor resiko dan hasilnya. 

Meski begitu, ada juga beberapa masalah terkait dengan penelitian kohort prospektif. Salah satunya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini sangat panjang. Melakukan penelitian selama bertahun - tahun membutuhkan banyak sumber daya. Waktu yang panjang juga berarti kamu dapat kehilanga banyak orang - orang untuk mengamati penelitian tersebut, jadi kamu harus merekrut orang - orang baru untuk melakukan penelitian tersebut (selain itu, semakin banyak orang yang terlibat, semakin kuat hasilnya).


Analisa meta dapat menunjukkan hasil yang sangat berbeda dari penelitian - penelitian yang kamu ambil. Hal yang penting ketika suatu penelitian dianalisis untuk analisis meta adalah penelitian - penelitian tersebut dibobotkan. Hal tersebut berarti bahwa penelitian - penelitian dengan kualitas perancangan yang lebih tinggi dan variasi yang lebih sedikit lebih diperhitungkan untuk hasil akhir, karena penelitian tersebut memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mewakili hasil yang sebenarnya. Hal terakhir yang ingin saya katakan tentang analisa meta adalah analisa meta dapat diperbaharui ketika ada informasi baru yang keluar.




Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang