Apakah pneumonia seringkali menjadi penyebab kematian di usia tua? Jika ya, mengapa?

Dilihat 369 • Ditanyakan 9 bulan lalu
2 Jawaban 2

Radang paru-paru (Pneumonia) adalah penyakit paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen meradang dan paru-paru terisi cairan lendir bercampur kuman. Pneumonia dapat disebabkan infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Pneumonia juga dapat disebabkan iritasi zat-zat kimia atau cedera fisik pada paru-paru, atau sebagai akibat penyakit lainnya, seperti kanker paru atau berlebihan minum alkohol. Gejala pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernapas. Diagnosa pneumonia termasuk sinar-X dan pemeriksaan dahak. Perawatan tergantung penyebab pneumonia; pneumonia yang disebabkan bakteri dirawat dengan antibiotika. Pneumonia umum terjadi di seluruh kelompok umur, dan merupakan penyebab utama kematian orang lanjut usia dan penderita penyakit kronis (menahun). Pencegahan pneumonia adalah dengan vaksin pneumonia. Vaksin pneumonia dianjurkan untuk anak berusia lebih dari 2 tahun dan orang lanjut usia. Vaksin pneumonia juga dianjurkan bagi penderita penyakit kronis seperti asma, paru-paru kronis, jantung, diabetes, ginjal, gangguan sistem imunitas tubuh, kelainan darah, dll. Prognosis perseorangan tergantung dari jenis pneumonia, perawatan yang cocok, komplikasi lainnya, dan kesehatan orang tersebut. Salah satu kasus pneumonia dengan tingkat kematian tinggi adalah pneumonia akibat flu burung.



Terjawab 8 bulan lalu



Apakah Pneumonia ?  Dalam bahasa awam pneumonia kerap disebut radang paru-paru, merupakan jenis penyakit yang kerap menyebabkan problem serius. Penyakit yang disebabkan infeksi kuman ini, menyerang paru-paru penderitanya, dan menyebabkan berbagai gangguan organ pernapasan. Kuman yang ada dalam paru-paru ini bahkan dapat pula kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah, dan menyebabkan infeksi di seluruh tubuh yang sangat berbahaya. Pneumonia berat dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti gagal napas, gagal organ, gangguan perdarahan, dan penyebaran infeksi ke otak, jantung atau seluruh tubuh sampai kematian.

Apakah pneumonia juga dapat dijelaskan sebagai  penyakit paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen meradang dan paru-paru terisi cairan lendir bercampur kuman. Pneumonia dapat disebabkan infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Pneumonia juga dapat disebabkan iritasi zat-zat kimia atau cedera fisik pada paru-paru, atau sebagai akibat penyakit lainnya, seperti kanker paru atau berlebihan minum alkohol. 

Setelah kita mengerti apakah pneumonia,  yuk kita simak terus artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut beberapa hal yang terkait dengan pneumonia yang dapat anda jadikan sebagai bahan referensi.


Bahaya Pneumonia Bagi Kelompok Lanjut Usia

Sesungguhnya semua kelompok umur dapat terkena penyakit ini. Namun memang kelompok balita dapat dibilang menjadi kelompok yang paling rentan. Perlu diketahui pneumonia adalah salah satu penyebab utama kematian pada bayi dan balita, mengingat kelompok ini daya tahannya relatif lemah.

Kaum lanjut usia (lansia) pun tidak luput dari ancaman serius penyakit ini dan merupakan penyebab utama kematian orang lanjut usia dan penderita penyakit kronis (menahun).  Pada usia lanjut, ada kecenderungan penurunan daya tahan tubuh. Dampaknya, mereka rentan terhadap penyakit, termasuk menderita pneumonia. Dalam memperburuk  penyakitnya, penderita lanjut usia juga berbeda dengan kelompok usia lain. Perburukan penyakit dapat terjadi begitu cepat. Berbagai gangguan metabolisme dan keseimbangan elektrolit mudah sekali terjadi. Gangguan pasokan udara juga terjadi secara cepat sehingga pasien mengalami kekurangan oksigen dan kegagalan bernapas. Selain karena daya tahan sudah menurun ini, ternyata hal ini biasanya diperparah penyakit lain yang juga menjadi langganan para lanjut usia, seperti misalnya penyakit jantung dan penyakit paru-paru kronik lainnya.




Pencegahan pneumonia adalah dengan vaksin pneumonia. Vaksin pneumonia dianjurkan untuk anak berusia lebih dari 2 tahun dan orang lanjut usia. Vaksin pneumonia juga dianjurkan bagi penderita penyakit kronis seperti asma, paru-paru kronis, jantung, diabetes, ginjal, gangguan sistem imunitas tubuh, kelainan darah dan lain-lain. Prognosis perseorangan tergantung dari jenis pneumonia, perawatan yang cocok, komplikasi lainnya, dan kesehatan orang tersebut. Pemberian vaksinasi pneumonia (radang paru) belum populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tak banyak masyarakat yang menjalaninya. Padahal, di luar negeri, vaksinasi tersebut wajib diberikan untuk kalangan usia 60-65 tahun. 


Gejala Pneumonia

Gejala pneumonia hampir menyerupai dengan gejala infeksi saluran pernapasan ataupun seperti bronkitis akut. Jika Anda mengalami beberapa di antara gejala-gejala di bawah ini, ada baiknya anda segera melakukan pemeriksaan medis, terutama ketika gejala yang muncul berupa sesak napas, demam, dan juga kebingungan yang tidak segera reda. Adapun beberapa gejala yang mungkin muncul pada penderita pneumonia adalah sebagai berikut.

  • Sakit Kepala
  • Mual dan Muntah
  • Demam
  • Batuk Kering atau Batuk Berdahak
  • Nyeri pada Persendian
  • Sesak Napas
  • Dada Terasa Sakit Ketika Menarik Napas Dalam atau Ketika Batuk
  • Detak Jantung Lebih Cepat
  • Penurunan Suhu Tubuh
  • Gejala  pneumonia tidak spesifik lain yang dapat menyertai pneumonia antara lain berkeringat, nyeri kepala, nyeri otot, rasa tidak enak pada seluruh tubuh, nyeri tenggorokan, suara parau, mual, muntah, diare, dan tidak napsu makan. Gejala pneumonia yang berat dapat berupa kulit kebiruan, kejang, muntah hebat, demam sangat tinggi, penurunan kesadaran, dan kegagalan organ.

Apakah pneumonia umumnya akan memberikan gejala yang tipikal, seperti yang telah disebutkan di atas. Namun, pada lansia, tidak jarang gejala tersebut tidak muncul sama sekali, dan penderita hanya merasa lemas dan cepat letih. Hilangnya berbagai gejala tersebut, tak lain karena daya tahan dan kemampuan melawan serangan kuman pada lansia sudah jauh menurun dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih muda. Respons perlawanan tubuh terhadap serangan kuman, yaitu misalnya demam dan batuk sudah tidak berjalan secara optimal. Selain itu, lemahnya daya tahan tubuh juga menyebabkan kuman penyebab peradangan bisa bermacam-macam.

Yang lebih repot lagi, ternyata pemeriksaan laboratorium darah juga kerap mengecoh dokter yang memeriksanya bila kurang waspada. Umumnya radang paru akan menyebabkan perubahan nilai laboratorium yang nyata, misalnya kenaikan sel darah putih yang jelas. Tapi pada lansia, parameter ini kerap kali juga tidak nyata. Bahkan tidaklah jarang justru memberikan kesan normal, atau hanya sedikit tidak normal.


Pengobatan untuk Penderita Pneumonia

Pneumonia membunuh dengan memenuhi paru-paru dengan cairan, sehingga membuat makin sulit untuk bernafas. Pneumonia dulu jauh lebih "membunuh" daripada sekarang. Saat ini kasus pasien  meninggal akibat infeksi pernafasan, makin jarang terjadi jika mereka menerima penanganan medis yang tepat sebelum penyakitnya menjadi lebih parah. Pengobatan pneumonia bergantung pada tingkat keparahan penyakit. Jika keadaan klinis baik dan tidak ada indikasi rawat, maka dapat diobati di rumah. Pengobatan utama pada pneumonia adalah antibiotika, pemberian cairan, analgetik, dan istirahat. Pada pneumonia ringan, dapat diberikan antibiotik tablet/pil (per oral), analgetik ringan, dan istirahat. Namun, penderita dengan sesak napas hebat, penderita dengan gejala pneumonia berat, penderita dengan penyakit penyerta lain, atau penderita usia tua perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik suntik dan pengawasan lebih ketat.

Pengobatan pneumonia komuniti dibagi menjadi:

  • Pengobatan dengan Rawat Inap di Rumah Sakit


Seorang penderita pneumonia dengan gejala yang relatif parah harus menjalani pengobatan melalui rawat inap di rumah sakit. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik dan juga memberikan cairan melalui infus. Penanganan medis biasanya juga akan meliputi pemberian oksigen untuk membantu pernapasan penderita. Penderita yang memiliki sistem pernapasan yang lemah bisa jadi juga akan mendapatkan perawatan menggunakan ventilator di ruang ICU.

  • Pengobatan Tanpa Rawat Inap


Seorang penderita pneumonia yang mengalami gejala relatif ringan biasanya tidak perlu melakukan perawatan di rumah sakit. Biasanya dokter hanya akan memberikan resep antibiotik untuk diminum penderita di rumah. Biasanya gejala pneumonia yang relatif ringan akan ditandai dengan gejala batuk yang berlangsung selama 14 hingga 21 hari setelah penderita pneumonia menghabiskan antibiotiknya. Biasanya penderita pneumonia juga akan merasa lemas selama masa pengobatan. Untuk pengobatan yang dilakukan di rumah, perlu Anda perhatikan untuk segera menghubungi dokter apabila kondisi Anda ternyata tidak kunjung membaik setelah dua hari mengkonsumsi antibiotik yang diberikan oleh dokter. Biasanya dokter akan menyarankan kepada pasien untuk banyak beristirahat dan juga mengkonsumsi banyak air putih

Tidaklah heran bila Sir William Osler, seorang tokoh di bidang kedokteran di abad 19, menjuluki radang paru sebagai special enemy of the old age. Selain karena gejalanya yang kerap samar dan menyebabkan kesulitan mendiagnosa, penyakit ini juga membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Keterlambatan dapat berakibat problem menjadi jauh lebih serius. Bahkan, dalam penelitian kedokteran baru-baru ini, disimpulkan bahwa keterlambatan 8 jam saja dalam memberikan antibiotika yang tepat pada pasien pneumonia yang berusia lanjut, berdampak sangat serius. Jadi, apa yang bisa kita lakukan ? Mudah saja.. waspadalah bila ada keluhan dini yang disampaikan oleh mereka yang sudah lansia. Walaupun kesannya gejala ringan dan sepele, janganlah diabaikan. Bila ragu, janganlah menunda untuk memeriksakannya ke dokter. Selain itu, pencegahan pun perlu dilakukan, misalnya dengan menjaga kebersihan, tidak terlalu berdekatan dengan orang yang sedang sakit infeksi saluran pernapasan, dan berikanlah vaksinasi untuk infeksi paru-paru.

Baca juga : Apa efek Pneunomia pada anak kecil dan pertumbuhannya ?



Terjawab 29 hari lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang