Apakah rantai makanan alami tidak adil?

Dilihat 640 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Katakanlah Anda ingin memenangkan suatu perang. Ada dua cara untuk mendapatkannya : 1. Melalui kekuatan 2. Memperbanyak jumlah. Inilah yang terjadi pada alam. Jumlah makhluk hidup berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan rantai makanan yang tersedia. Jika perkembangan mereka tidak terbatasi, diluar kendali, maka akan tiba waktunya, alam tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Mari kita diskusikan tentang hal ini,katakanlah jumlah ketersediaan rumput saat ini lebih rendah dibandingkan makhluk hidup. Tetapi jika rumput berdiri sendiri, tidak ada makhluk hidup yang memakannya, maka rumput pun akan bisa punah karena tidak ada nutrisi yang bisa diserap dari makhluk hidup lain. Di sisi lain, jika ada hewan yang mengkonsumsi nya (katakanlah rusa), maka akan terjadi hal lain. Rantai makanan yang terjadi adalah, rusa mengkonsumsi rumput, kemudian rusa tersebut mengeluarkan kotorannya,maka ada bagian yang dapat diserap oleh rumput yang bisa menyebabkan rumput tumbuh kembali dengan subur, bagian dari kotoran tersebut yang bisa jadi mengandung nutrisi yang membuat tanaman menjadi lebih subur. Tetapi bukan berarti jumlah rusa harus lebih banyak dari rumput itu sendiri, yang dibutuhkan disini adalah rusa yang sehat. Jumlah rusa yang cukup, tidak berlebihan, akan menjaga ketersediaan rumput yang juga akan seimbang. Tidak kurang, tidak lebih.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana jika pertumbuhan rusa meningkat dengan sangat tajam?Ketika hal ini terjadi, tidak bisa dipungkiri, maka rumput akan punah dan akibatnya rusa akan mati kelaparan. Untuk mengatasi hal ini, maka kita akan mulai mencoba melihat siklus lain. Siklus dimulai dengan pemahaman seperti ini, untuk membatasi jumlah pertumbuhan rusa dan mencegah punahnya jumlah rumput, maka dibutuhkan spesies lain yang dapat membatasi jumlah rusa tetapi tidak berdampak buruk pada pertumbuhan rumput. Kita ambil contoh Harimau. Karnivora tersebut (harimau) bisa membuat populasi rusa berada dalam kondisi yang seimbang (tidak berlebih, tidak juga kurang). Akibatnya, akan terdapat keseimbangan antara jumlah spesies dan kekuatan (dari populasi spesies). Harimau sebagai hewan karnivora mempunyai kekuatan yang lebih dibanding Rusa (hewan herbivora). Maka disini dapat terlihat siklus rantai makanan yang seimbang di alam.

Telah dipahami secara umum bahwa hewan pemangsa yang kuat/ganas memiliki kelebihan dibanding hewan lain, akan tetapi jika dilihat secara jumlah, hewan ini memiliki jumlah populasi yang lebih sedikit. Itulah mengapa dalam siklus rantai makanan, spesies ini berada pada tingkat paling atas (meskipun jumlah mereka lebih sedikit). Dan mengapa hal ini bisa terjadi, pendapat orang berbeda - beda. Kita lihat teori Darwin,ia mengatakan bahwa alam mempunyai cara tersendiri dalam menyeleksi makhluk hidup beserta jenisnya. Makhluk hidup yang memiliki kemampuan yang baik untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah-ubah akan dapat bertahan (survive) dengan sendirinya. Untuk dapat bertahan, maka mereka memaksimalkan segala kemampuan yang ada, membangun kekuatan baru dan membuang semua kebiasaan lama yang tidak perlu.

Kembali ke siklus rusa tadi, dapat dikatakan disini, supaya rantai makanan berjalan dengan seimbang, maka rusa haruslah berlari lebih cepat agar tidak dimangsa oleh pemburu-pemburu karnivora. Secara logika, memang dapat dipahami siklus ini, tetapi kenapa harus seperti ini, ya tidak ada yang tahu pasti alasannya. Memang meyedihkan, ketika melihat kenyataan bahwa keinginan suatu organisme untuk tetap hidup, harus membunuh organisme lainnya. Menyedihkan, tapi itulah kenyataannya, karena memang tidak ada cara lain untuk tetap bertahan hidup.

Di sisi lain, jika kita berbicara tentang vegetarian, mereka melakukan segala upaya untuk tidak mengkonsumsi segala sesuatu yang berasal dari hewan. Tujuan mereka memang baik, karena mereka menghindari segala bentuk eksploitasi hewan atas nama makanan. Jika membunuh hewan untuk mendapatkan dagingnya dihubungkan dengan karma, memang kita akan mendapatkan pandangan yang samar. Penjelasannya seperti ini, Anda harus membunuh makhluk hidup ( adalah suatu dosa) agar Anda bisa terus bertahan hidup (Ini adalah hal yang baik). Tetapi, jika Anda menolak untuk membunuh makhluk hidup (untuk menghindari dosa), Anda tidak akan bisa bertahan hidup (bukan hal baik ). Jadi, ini memang cukup sulit untuk dipahami. Dalam kepercayaan agama Hindu, ketika hewan dibunuh, mereka akan melakukan upacara keagamaan untuk meminta maaf kepada hewan tersebut sebelum hidup hewan itu berakhir. Begitu juga dengan seorang pemburu, setelah mereka membunuh hewan buruannya, mereka berdoa dan meminta maaf kepada hewan tersebut

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang