Apakah sakit kepala merupakan gejala yang biasa ketika jatuh cinta?

Dilihat 978 • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Apakah sakitnya terasa nyata? Pengalamanku, sakit kepala merupakan masalah yang dibuat oleh diriku sendiri - tanpa memiliki kerusakan fisiologis yang nyata. 


Tampaknya, sakit kepala telah menjadi (masih) sedikit popular. Merasakan sakit kepala menyatakan kalau kamu merupakan orang kaya, bertunangan dan wanita/pria membosankan (dengan pikiran yang jenius) dan (secara eksistensial) menderita. Sulit sekali untuk memberikan pujian lain yang lebih baik (untuk beberapa) daripada mengatakan orang itu menderita. Namun, hal ini hanya berlaku dalam budaya individualistis. Apa yang aku lakukan ketika sakit kepala adalah mengalihkan diriku, memeriksa semua kebutuhan dasar untuk hidup (nutrisi, tidur, tidak kedinginan atau kepanasan, pelukan, dll) dan kebanyakan tidak mencoba untuk melawan rasa sakit tersebut. Kalau aku tidak mempercayainya lagi - seperti ketika sakit kepalanya semakin parah -, atau mendapat saran mengenai ini dari orang lain, aku akan mencari bantuan dari luar. 


Hmm... apa yang aku ingat ketika aku sedang jatuh cinta sebagai remaja adalah aku tidak dapat tidur dengan benar, karena semua awan pink halus yang mengambang disekitarku itu. Terlalu banyak cinta untuk ditangani ;) apakah hal ini dapat diterima dalam kasusmu?

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang