Apakah salah satu dari Anda yang didiagnosa dengan gangguan kecemasan, depresi atau serangan panik mendeskripsikan gejala fisiknya (gejala sehari-hari)?

Dilihat 6,93 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kecemasan dan serangan panik biasanya mulai secara tiba-tiba dan saat ini terjadi, aku mengalami serangan panik ini hampir setiap hari. Aku tidak bisa mengingat semua detailnya karena otakku sangat kewalahan dengan semua ini. Aku cukup trauma dan sangat bingung. Mungkin otakku ingin memblokir semua ingatan itu. Aku sendiripun tidak yakin. Tapi aku bisa dengan jelas mengingat serangan panik. Kadang serangan ini muncul karena ada provokasi tertentu, kadang bisa juga muncul secara acak. Pada saat serangan ini muncul, aku dapat merasakan dan mendengar detak jantungku dengan jelas, aku mulai mengalami hiperventilasi dan ini terasa cukup sakit. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan keadaan mentalku saat itu, bilang saja pikiranku mulai berantakan, kebingungan yang luar biasa, ketakutan parah, ketakutan akan kematian dan semua ini pada akhirnya membuatku berpikir aku sedang mengalami serangan jantung. Aku mulai mondar-mandir di dalam kamar, menggaruk kepalaku dan mulai menggerakkan lenganku dengan panik dan aneh. Ini sangat sangat menakutkan. Aku rasa tepat setelah serangan panik pertamaku, palpitasi jantung mulai terjadi (satu kali, debaran jantung kuat yang tidak beraturan, disebut dengan PVC dan PAC). Kadang-kadang palpitasi ini bias menyebabkan serangan jantung karena aku belum menemui dokter kardiologi manapun dan aku cukup yakin aku memiliki masalah jantung dan sedang sekarat. Aku masih berjuang dengan pikiran-pikiran ini bahkan setelah menemui ahli jantung. Kecemasanku mulai muncul setelah beberapa serangan panik pertama, mungkin setelah serangan yang paling pertama, aku pun tidak tahu. Serangan ini terdiri dari palpitasi lebih lanjut, sesak nafas terkadang, sesak dada, rasa takut terhadap olahraga ataupun stressor lain, depresi dan beberapa masalah pencernaan. Saya harap ini cukup mendeskripsikan gejala ini. Aku turut sedih jika kamu sedang menghadapi kecemasan. Aku akan berdoa untukmu. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang