Apakah saya bisa menjadi pelattih pribadi yang tidak bersertifikasi?

Dilihat 914 • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Beberapa hal yang perlu dinilai mengenai pelattih pribadi tidak bersertifikasi antara lain: pengetahuan terkait gaya dan metodologi latihan , pola makan, peregangan, cedera, dll. Tingkat kebugaran diri mereka sendiri (bukan hanya dari segi ukuran otot atau persentase lemak tubuh, tapi juga sistem kardiovaskular, dll), latar belakang pendidikan yang relevan, hubungan personal, dll.


Tentunya, salah satu hal yang bisa menjadi kendala adaalah bahwa seseorang yang baru di dunia kebugaran mungkin tidak mampu untuk menilai dengan benar berbagai faktor yang seharusnya dimiliki oleh seorang pelattih pribadi yang baik dan bisa saja membuat keputusan yang buruk dalam melatih seseorang tanpa disadari. Saya sendiri adalah seorang pelatih pribadi, tapi tidak memiliki sertifikasi profesional.


Meskipun begitu, saya yakin saya memiliki kualifikasi yang sesuai berdasarkan latar belakarang pendidikan saya (teknik biomedis) dimana saya mempelajari secara mendalam mengenai mekanisme dari otot - otot, tulang, urat, fisiologi, patologi. Selain itu, saya sudah berolahraga secara rutin selama 7 tahun dan sudah membaca ribuan artikel, termasuk mengenai artikel ilmiah mengenai mekanisme oto, perkembangan otot, hormon, dan pemulihan dari cedera.


Saya sudah melatih berbagai macam orang dan menunjukkan hasil yang baik dan sudah berhasil melakukan pemulihan dari cedera yang berhubungan dengan olahraga dengan melakukan terapi fisik. Saya tidak mengatakan semua ini untuk membanggakan diri, karena saya sendiri terus belajar dari orang - orang yang datang untuk berolahraga serta penelitian/artikel - artikel baru. Saya mengatakan ini untuk menujukkan bahwa ada pengukuran lain untuk menilai seorang pelattih pribadi. Selain itu, saya juga melihat banyak pelattih pribadi yang bersetifikasi yang tidak saya rekomendasikan dikarenakan metode training yang tidak benar, saran yang buruk, dan tidak menunjukkan antusiasme terhadap klien serta tidak memberikan hasil yang baik (walaupuan hal ini juga tergantung dari pola makan klien).


Yang terakhir, saya tidak mau memberi kesan bahwa pelattih pribadi bersertifikat tidak sepantasnya menjadi pelatih pribadi, karena saya juga mengetahui banyak pelattih pribadi yang melakukan pekerjaannya dengan baik, memiliki pengetahuan yang sangat dalam dan sangat menikmati pekerjaan yang mereka jalani dan sangat peduli dengan kesuksesan dari kliennya. Jadi singkatnya, jawaban dari pertanyaan ini adalah, tergantung. Kalau kamu tidak yakin kammu bisa membuat keputusan yang benar terkait dengan siapa kamu melatih karena kamu tidak berpengalaman, cobalah tanya sekitarmu dan cari bantuan.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang