Apakah saya bisa terkena HIV/AIDS setelah melakukan pemeriksaan gigi?

Dilihat 24,7 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

    hiv/aids

Sekarang ini memang sedang marak penyakit HIV/AIDS. Walaupun penyakit ini sebenarnya sulit ditularkan, tapi ketakutan terhadap penyakit ini sangatlah normal, mengingat belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Hal-hal kecil pun mampu membuat kita menjadi takut akan penyakit ini. Anda tidak bisa melakukan hal yang lainnya lagi selain lebih berhati-hati dalam mencegah diri anda agar tidak tertular virus penyakit ini. Tapi, bisa dipastikan bahwa pemeriksaan gigi tidak akan menularkan penyakit HIV/AIDS. Sebagai pelajar, saya bisa memberikan anda daftar penyebab tertularnya virus penyakit HIV/AIDS. Jadi, berikut adalah penjelasan mengenai bagaimana cara HIV/AIDS ditularkan.

Saya akan menjawab berdasarkan apa yang sudah aku pelajari di kelas. HIV/AIDS cuma bisa ditularkan melalui aktivitas-aktivitas tertentu. Yang paling umum adalah melalui aktivitas seksual dan penggunaan jarum suntik. Penularan penyakit HIV/AIDS hanya bisa terjadi melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, sperma, cairan dari dubur, cairan vagina, dan air susu ibu. Penularan virus HIV/AIDS hanya terjadi saat cairan-cairan tersebut bertemu dengan selaput lendir atau jaringan yang rusak atau disuntikkan ke dalam aliran darah (dengan jarum suntik). Selaput lendir ada di dalam dubur, penis, vagina, dan mulut. 


Di Amerika, dan di seluruh penjuru dunia, sebagian besar penularan penyakit HIV/AIDS terjadi melalui aktivitas seksual dengan seseorang yang mengidap HIV/AIDS tanpa menggunakan kondom atau obat-obatan untuk mencegah atau mengobati HIV/AIDS.


Penyebab Penularan Virus HIV/AIDS


  • Anal seks merupakan aktivitas seksual yang sangat beresiko. Bagi pasangan yang belum terkena HIV/AIDS, menerima anal seks membuat mereka memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap HIV/AIDS dibanding menerima anal seks yang merupakan resiko kedua tertinggi untuk terkena HIV/AIDS.
  • Sebelum menyuntikkan obat kepada seseorang yang mengidap HIV/AIDS, bersihkan dulu seluruh peralatan yang akan digunakan. Virus HIV/AIDS bisa hidup dalam jarum sampai dengan 42 hari, tergantung pada suhu dan faktor-faktor lainnya. HIV/AIDS juga bisa ditularkan dari ibu ke anaknya dalam masa kehamilan atau menyusui, meskipun ini tidak terlalu umum terjadi. Tapi resikonya bisa tinggi kalau sang ibu hidup dengan virus HIV/AIDS dan tidak mengkonsumsi obat - obatan. Melakukan pemeriksaan kepada wanita hamil yang mengidap HIV/AIDS dan segera melakukan pengobatan dapat menurunkan jumlah bayi yang lahir dengan HIV/AIDS.

                            jarum suntik

  • Sering berhubungan dengan jarum suntik atau benda tajam lainnya yang terkontaminasi HIV/AIDS merupakan resiko bagi para pekerja kesehatan. Pada kasus-kasus yang jarang ditemui, HIV/AIDS juga bisa ditularkan melalui oral seks - meletakkan penis, vagina, atau anus di dalam mulut. Bisa dibilang resiko penularan HIV/AIDS melalui oral seks sangat rendah sekali. Tapi walaupun sangat jarang terjadi, HIV/AIDS juga bisa menular melalui cara ini kalau laki-laki yang positif HIV/AIDS berejakulasi di dalam mulut pasangannya ketika sedang oral seks.
  • Menerima transfusi darah, produk darah, atau transplantasi organ / jaringan yang terkontaminasi HIV/AIDS . Hal ini cukup sering terjadi pada awal adanya penyakit HIV/AIDS, tapi sekarang sudah sangat jarang karena darah, organ, dan jaringan yang akan di donasikan saat ini melalui pemeriksaan yang sangat ketat.
  • Makan makanan yang sudah disisa oleh orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Makanan akan terkontamiasi kalau darah di dalam mulut orang yang terinfeksi tinggal di makanan yang dia sisa. Biasanya ini hanya terjadi pada anak bayi.
  • Digigit oleh orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Ada beberapa kasus yang tercata yang melibatkan trauma yang cukup parah pada jaringan yang rusak dan adanya darah dari orang yang terinfeksi. Kalau kulit tidak luka, tidak ada resiko penularan.

    kulit luka

  • Kontak antar kulit yang luka, atau selapus lendir dan darah yang terinfeksi HIV/AIDS atau cairan tubuh yang terinfeksi darah. 
  • Ciuman, kalau kedua pasangan memiliki luka di mulut atau gusi yang berdarah dan darah dari pasanga yang positif HIV/AIDS masuk ke dalam aliran darah pasangannya. HIV/AIDS tidak menular melalui air liur.

Dari semua hal di atas, anda bisa lihat bahwa tidak ada penyebutan mengenai pemeriksaan gigi. Karena memang penyakit  HIV/AIDS itu hanya di tularkan melalui cairan tubuh dan alat medis yang terkontaminasi. Selain itu, dokter gigi juga selalu menggunakan alat-alat yang steril ketika mau membedah gigi anda. Jadi menurutku kamu aman, tidak perlu takut untuk pergi ke dokter gigi!


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang