Apakah seluruh lelaki di Tinder sangat putus asa sehingga menanyakan hal-hal fisik pada wanita saat obrolan pertama?

Dilihat 592 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Dalam dua kata? Wah, iya. Dua kata lagi: Kencan Kiamat. Tinder mudah sekali menjadi kandidat terbaik dalam membuat era berpasang-pasangan secara kasual. Saat pilihan bisa dibuat untuk swipe ke kanan (atau) ke kiri, buat apa seseorang benar-benar berusaha mengajak seseorang untuk kencan. Sebut saja saya kuno, tapi apa yang telah terjadi pada momen luar biasa itu ketika anda bertemu satu sama lain di supermarket atau dalam sebuah pesta dan mulai berhubungan? Apa yang telah terjadi dengan hari-hari dimana kita berjalan tidak dengan handphone hanya untuk melihat apakah kita punya match di Tinder? Saya pikir kita harus kembali ke interaksi kehidupan nyata.


Tidak mudah melatih orang lepas dari gratifikasi, tapi jika anda memikirkannya, sebenarnya itu menggiring kepada frustrasi dan kesepian yang lebih parah. Saya ingin mendengar pendapat semuanya. Berapa banyak dari kalian yang memiliki pengalaman baik dengan kencan online atau Tinder? Berapa banyak dari kalian yang telah menjadi frustrasi dan patah hati dari semua itu? Kecuali anda punya kulit yang sangat tebal, anda harus tetap menjauh dari tempat seperti Tinder. Mereka akan menghancurkan sekecil apapun kepercayaan diri yang anda miliki.


Bayangkan mengirim 100 hati dan tak ada satupun orang yang mengontak anda kembali. Bagaimana perasaan anda tentang diri anda sendiri? Jika anda ingin merasa jelek tentang kehidupan, habiskan waktu sehari atau dua hari di Tinder. Jika anda ingin merasa baik pada diri anda sendiri, dan menikmati hubungan manusia yang benar, berusahalah pada keahlian sosial anda. Pergilah keluar, bicara pada orang-orang, dan mulailah kehidupan di dunia nyata. Tinder tak akan melakukan apapun kecuali melupakan tentang betapa tampan/cantiknya anda sebenarnya.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang