Apakah seorang pria yang berusia 55 tahun bisa sembuh dari tekanan darah tinggi?

Dilihat 1,41 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan perubahan dimana tekanan darah meningkat secara kronik. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi terjadi secara tiba-tiba di dalam arteri. Sedangkan arteri adalah pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah dari jantung yang memompa ke seluruh tubuh. Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi ini baru bisa diketahui kalau si penderita rutin mengontrol tekanan darah yang dimilikinya. Hal tersebut wajib dilakukan agar si penderita bisa mengontrol gaya hidupnya dan bisa mengantisipasi berbagai macam penyebab tekanan darah tinggi.


Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi ini sangat jarang disadari oleh penderitanya. Tekanan darah tinggi seringkali menjadi penyebab kematian terbanyak pada manusia. Penyakit ini sangat beresiko dan dianggap sangat berbahaya karena gejala yang ditimbulkan seringkali mendadak dan seketika itu pula bisa menyebabkan matinya sistem saraf dalam tubuh manusia. Maka dari itu, penerapan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, banyak mengkonsumsi sayur dan buah ditambah pola tidur yang teratur sangat efektif untuk menurunkan darah tinggi.




Perlu diketahui bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).


Diagnosa Awal Penyakit Darah Tinggi


Informasi mengenai apakah kita mengidap tekanan darah tinggi hanya bisa diketahui ketika kita melakukan pemeriksaan tekanan darah. Tekanan darah itu sendiri merupakan kekuatan darah dalam menekan dinding arteri ketika dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung kita, sehingga pengidap hipertensi berpotensi mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal.




Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi). Pada saat darah dipompa keluar jantung (tekanan sistolik), tekanan darah berada di pembuluh arteri. Selain itu pada saat jantung masuk pada fase relaksasi (tekanan diastolik), tekanan darah  juga menunjukkan kekuatan pada dinding arteri saat menahan laju aliran darah.


Sebagai informasi dasar yang wajib dipahami, pada saat tekanan darah kita 130 per 90 atau 130/90 mmHG, itu berarti kita memiliki tekanan sistolik 130 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Sedangkan untuk angka normal tekanan darah adalah yang berada di bawah 120/80 mmHG. Kemudian kita akan dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan, tekanan darah kita tetap mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.


Penyakit darah tinggi merupakan penyakit yang tidak memandang usia penderitanya. Seringkali kita jumpai bahwa penyakit ini menjadi sebab kematian seseorang baik tua maupun muda. Penyakit hipertensi atau darah tinggi ini sering menyerang secara mendadak bagaikan bom waktu yang tertanam dalam darah. Adapun hal yang umum menjadi penyebab tekanan darah tinggi adalah faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat seperti malas bergerak dan mengkonsumsi makanan yang kadar lemaknya tinggi.




Sebagai patokan pertimbangan, organisasi kesehatan dunia WHO merilis data acuan tekanan darah bagi remaja sebagai langkah antisipatif menanggulangi penyakit hipertensi sejak dini. Untuk remaja dikatakan hipertensi bila tekanan darah sistolik (TDS) = 140 mmHg atau tekanan darah diastolik (TDD) = 90 mmHg (Saing, 2005). Remaja (usia 13-15 tahun) dikatakan hipertensi signifikan jika TDS ≥ 136 mmHg dan TDD ≥ 86 mmHg dan hipertensi berat jika TDS ≥ 144 mmHg dan TDD ≥ 92 mmHg. Sedangkan remaja (usia 16-18 tahun) dikatakan hipertensi signifikan jika TDS ≥ 142 mmHg dan TDD ≥ 92 mmHg dan hipertensi berat jika TDS ≥ 150 mmHg dan TDD ≥ 98 mmHg.


Bisakah pria Yang Berusia 55 Tahun Sembuh Dari Tekanan Darah Tinggi?


Setiap orang pasti menginginkan untuk hidup bebas tanpa takut akan bayang-bayang penyakit darah tinggi. Berbagai macam cara telah diupayakan untuk menurunkan darah tinggi agar tetap hidup sehat dan bisa menjalankan aktifitas dengan nikmat. Tapi apakah mungkin pria yang sudah berusia 55 tahun bisa sembuh dari penyakit tekanan darah tinggi?


Sayangnya seseorang tidak bisa benar-benar pulih dari tekanan darah tinggi. Hal itu terjadi karena penyakit ini merupakan penyakit kronis yang baru terdiagnosa ketika telah terjadi sesuatu dan ketika seseorang memeriksa tekanan darahnya. Hanya setengah dari seluruh populasi penduduk bumi yang biasanya sadar bahwa mereka memiliki penyakit ini. Sedangkan setengah dari mereka (1/4 dari semua orang) menjalani pengobatan dan dari yang menjalani pengobatab tersebut, setengahnya lagi dapat mengendalikan tekanan darahnya.

Jadi pada umumnya orang-orang tidak menyadari bahwa mereka sudah terkena tekanan darah tinggi ringan, kecuali saat mereka sakit dan melakukan pemeriksaan tekanan darah di dokter. Demam tidak akan meningkatkan terkana darah, tapi bisa meningkatkan detak jantung dan melebarkan debaran jantung. Tapi stress yang disebabkan oleh rasa sakit dapat meningkatkan tekanan darah, jadi beberapa pengukuran tekanan darah harus dilakukan setelah pasien pulih dari kondisinya. Jika tekanan darahanya tetap tinggi (>140/90 mmHg), maka orang tersebut menderita darah tinggi dan membutuhkan perawatan seumur hidup untuk menjaga tekanan darahnya selalu stabil.

Perawatan tekanan darah tinggi tidak harus dilakukan dengan obat-obatan, menurunkan berat badan, melakukan latihan relaksasi, banyak mengkonsumsi daun bawang/bawang putih, mengurangi konsumsi garam, dan berolahraga secara teratur dapat membantu menurunkan darah tinggi. Lakukan olahraga 2-3 kali seminggu selama minimal 1 jam, misalnya pemasanan 15 menit, bersepeda 35 menit dan pendinginan 10 menit dapat cukup efektif dalam membantu perawatan tekanan darah tinggi.




Selain itu terdapat beberapa kondisi yang sulit untuk ditangani seperti tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah tinggi yang parah dan dapat ditangani dengan mengobati atau menyingkirkan penyebab dari masalahnya. Oleh karenanya, penerapan gaya hidup sehat seperti berolahraga, banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan dan menghindari stres berlebih sangat dianjurkan kepada setiap orang. Selain itu berusaha menghindari alkohol dan obat-obatan yang bersifat seperti dopping harus terus diupayakan untuk menghindari bahaya penyakit darah tinggi ini.

Demikian Informasi mengenai penyakit hipertensi atau darah tinggi. Mungkin sebagian dari kita memiliki genetik yang mewarisi penyakit darah tinggi ini dan itu merupakan sebuah takdir Tuhan yang harus kita terima dan kita syukuri. Karena disetiap cobaan hidup yang kita terima pasti ada hikmah dibaliknya. Maka dari itu menjaga diri agar selalu hidup sehat adalah kewajiban setiap orang, dan menjaga hati serta fikiran agar selalu tenang adalah sebuah keharusan bagi setiap jiwa yang mulia.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang