Apakah seorang psikopat bisa menjadi bipolar?

Dilihat 2,37 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya adalah seorang bipolat, tapi saya tidak mengalami perubahan suasana hati apapun. Saya mengalami perubahan dalam pola pikir dan tingkah laku. Dalam fase mania, saya mengalamia hiperaktif, euforia, pikiran yang sangat cepat, pikiran yang kaburmasalah dalam hal fokus, dan menjadi lebih impulsif. Dalam fase depresi saya mengalami kurangnya motivasi, kurangnya tenaga, masalah dalam hal fokus, lesu, kelelahan fisik dan mental yang ekstrim, dan hilangnya nafsu makan.


Ekspresi wajah saya masih datar dan secara umum saya tidak merasakan emosi. Kurang lebih saya masih orang yang sama, kecuali dengan adanay beberapa gejala di atas yang saya alami. Selama saya mengetahui saya sedang dalam kondisi apa, saya dapat mengendalikannya dengan efektif, tapi hal ini tergantung apakah saya dapat mengenal kondisi saya.


Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya nyaris tidak merasaakn emosi, jadi jika dipancing saya bisa menjadi sangat marah ketika dalam fase mania, atau mengalami semacam depresi - frustrasi dalam kondisi depresi dan mungkin juga kemarahan, saya cenderung lebih mudah tersinggu dalam fase tersebut. 


Tapi biasanya emosi - emosi tersebat hanya berlangsug ketika saya dipancing dan langsung hilang setelah konfliknya berakhir dan hal tersebtu juga sangat jarang terjadi. Hal tersebut hanya berlangsung sementara dan sedangkal genangan air. Jangan salah menganggapnya sebagai gangguan kepribadian Schizoid, dimana seorang individu menglami emosi yang mendalam yang kaya, imajinatif, dunia batin dan merasakan emosi yang dalam dan berlangsung lama tapi terlihat dingi dan tidak peduli. Atau Schziphrenia, dimana gejalanya ditandai dengan emosi yang data dan ekspresi wajah yang terbatas. Terutama karena saya tidak mengalami halusinasi atau khayalan - khayalan.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang