Apakah sepeda listrik memang berguna bagi kita?

Dilihat 1,29 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Zaman sudah semakin maju dan teknologi semakin berkembang, semua orang menginginkan kemudahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari dengan transportasi yang ramah lingkungan. Seiring dengan mencuatnya pemanasan global, semua produsen kendaraan berlomba-lomba menciptakan kendaraan yang tidak menggunakan BBM, salah satunya adalah sepeda yang menggunakan listrik.


Apakah sepeda listrik berguna? Tergantung pada pertimbangan nilainya, tapi saya punya pendapat dan saya akan mengemukakannya. Ya, sepeda yang menggunakan  listrik berguna karena banyak alasannya. Sepeda listrik merupakan teknologi yang efisien. Sepeda ini dapat berjalan sejauh 35 km (melewati perbukitan) dengan daya baterai 430 Wh. Itu sama saja dengan 100 galon bensin. 


Perusahaan listrik saya mengenakan biasanya Rp. 1000 per kWH, jadi saya hanya mengeluarkan biaya Rp. 400 setiap harinya. Kadang saya mengayuh sepeda dan daya rata-rata nya 20 Wh per mil. Jadi MPGe sepeda ini lebih dari 1500 MPGe (33,000Wh / 20Wh/mile = 1650 MGPe) mile per galon bensin setara dengan 1 galon bensin yang berisi daya 33kWh. Kualitas sepeda listrik yang paling bagus bisa dilihat dari daya tahan baterainya yang tahan lama, yaitu baterai Lithium. Baterai ini bisa bertahan bertahun-tahun dan bisa didaur ulang.


Namun sebagaimana barang pada umumnya, tentu saja sepeda listrik juga memiliki kekurangan. Berikut ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai kelebihan dan kekurangan sepeda listrik berdasarkan pengalaman yang saya miliki.


cara menggunakan sepeda listrik


Pengalaman Menggunakan Sepeda Listrik

Karena dibantu dengan tenaga listrik, saya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengayuh sepeda dengan dan badan saya tidak terlalu lelah. Kondisi fisik saya tidak buruk, tapi juga tidak baik sekali. Dengan sepeda non listrik, saya pergi kerja dengan sepeda dua kali sebulan. Tapi dengan sepeda ini, saya sudah pergi kerja dengan mengendarai sepeda setiap hari selama 2 minggu terakhir. 

Kalau dirata-ratakan mungkin sekitar 3-4 kali seminggu, tapi karena sangat mudah, saya melakukannya jauh lebih sering (kalau cuacanya bagus). Semakin buruk kondisi fisik anda, semakin jarang anda akan bersepeda, kecuali kalau anda punya sepeda dengan tenaga listrik. Sepeda listrik adalah teknologi yang sehat. Lebih baik berolahraga sedikit daripada tidak sama sekali. Dari berbagai jenis kendaraan listrik yang telah dikembangkan ternyata sepeda listrik yang paling sukses.


perbedaan sepeda listrik dengan sepeda biasa

Dengan bantuan listrik dan mesin, anda masih harus mengayuh untuk menggerakkan sepeda listrik. Tentu tidak sebanyak mengayuh sepeda tanpa mesin, tapi anda akan jauh lebih banyak bergerak dibanding mengendarai mobil. 


Ketika saya sampai di tempat kerja, denyut jantung saya naik. Rasanya menyenangkan dan sehat, tapi berbeda ketika mesin sepeda listrik saya mati dan saya harus mengendarai sepeda melewati perbukitan yang membuat napas saya terengah-engah. 


Praktis memiliki sepeda listrik, sepeda ini sudah berjalan dengan cepat tanpa perlu membutuhkan tenaga besar. Sepeda listrik merupakan teknologi yang ramah lingkungan. Mengganti baterainya jika rusak mungkin agak mahal, tapi harganya sama dengan 10-15 tanki bensin.


kegunaan sepeda listrik

Apa saja kekurangan sepeda listrik?


Setelah mengetahui beberapa kemudahan saya dalam menggunakan sepeda listrik, mari simak beberapa kekurangan yang saya rasakan dari alat transportasi tersebut, seperti: 


  • Saat ini harganya masih cukup mahal. Saya membeli masing-masing perangkatnya dan memasangnya sendiri dan menghabiskan Rp. 15.000.000 untuk sepeda, mesin, dan baterainya. Harga itu cukup mahal untuk sebuah sepeda, tapi jauh lebih murah kalau dibandingkan dengan mobil. Saya mengendarai sepeda dalam cuaca yang bagus. Saya tidak suka bersepeda ketika udara dingin atau hujan. Saya mengendarai sepeda di malam hari, tapi untuk itu saya membutuhkan pencahayaan yang bagus. 
  • Anda harus mandi lagi ketika sampai di tempat kerja. Saya suka berolahraga, jadi saya mengayuh lebih dari yang diperlukan (saya bisa saja tidak mengayuh sama sekali, tapi apa asiknya?). Dengan mengayuh, saya bisa membuat sepeda berlari lebih cepat atau membuat baterai tahan lebih lama. Bisa saja saya hanya berolahraga sedikit jadi saya tidak perlu mandi di tempat kerja dan baru berolahraga ketika pulang ke rumah, tapi karena kantor menyediakan fasilitas mandi, saya pikir ada baiknya saya lebih banyak berolahraga.
  • Kenyamanan. Saya tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu di atas sadel sepeda. Waktu paling lama untuk saya adalah 1 jam. Selain itu, sepeda listrik saya memiliki sudut yang cukup tajam, jadi punggung saya gampang lelah.  
  • Keamanan. Saya beruntung memiliki akses ke jalan khusus sepeda/pejalan kaki dalam 75% dari perjalanan saya. Saya akan merasa lebih tidak aman kalau harus bercampur aduk dengan lalu lintas mobil. Dan lagi, saya tidak menggunakan headset, jadi perjalanan saya agak kurang menyenangkan. 

Kelebihan dan kekurangan sepeda listrik memang ada karena semua jenis kendaraan tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya, tergantung dari kebutuhan itu sendiri.  

Satu lagi kekurangan sepeda listrik adalah daya baterainya terbatas sehingga membutuhkan waktu untuk pengisian tenaga. Tidak seperti sepeda motor yang hanya diisi bensin dan bisa langsung jalan. 

Harga sepeda listrik saat ini  tergantung dari mereknya, buatan lokal atau luar. Buatan lokal harganya sekitar 15 juta seperti Selis TR101 bandingkan dengan Italjet yang harganya termurahnya sekitar 46 juta, namun tetap harganya lebih murah apabila dibandingkan dengan harga mobil

.

Sebagai gambaran umun tentang sepeda listrik, sepeda Selis TR101 adalah sepeda yang menggunakan listrik buatan lokal karena sebagian besar komponen dibuat secara lokal dan harganya lebih murah, jarak tempuhnya sekitar 50km/jam, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya baterainya adalah 4-6 jam. 


Sepeda listrik merupakan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat digunakan oleh siapa saja, baik muda maupun tua. Apakah anda ingin mencobanya?


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang