Apakah sesuatu yang buruk jika saya mengucapkan "Selamat Hari Libur Natal" kepada seseorang yang tidak merayakan Natal?

Dilihat 602 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak juga. Sebagai orang ateis, bagiku Hari Natal tidak ada makna religius, tetapi aku masih sangat menikmatinya. Hari Natal adalah waktu bahagia saat kita bisa libur dari kerja dan bisa berkumpul bersama teman dan keluarga. Tepat sekali, konsep dari perayaan di tengah-tengah musim salju mendahulukun Kristiani sendiri dan tidak kebetulan kalau hal ini sangat dekat dengan aspek-aspek dari Natal (seperti pohon) yang memberi petunjuk adanya adaptasi dari tradisi penyembahan berhala yang ada. Hal ini tidak mempengaruhi atau menyinggungku sama sekali kalau Kristiani memilih untuk menempatkan pesan mereka pada perayaan ini. Tidak ada yang dapat menghitung jumlah kebahagiaan pada Hari Natal untuk orang ateis lebih baik dari Tim Minchin dan lagunya yang indah, "White Wine in the Sun". Bagi kalian yang kurang mengenal Tim atau lagunya, dia berasal dari Australia dimana Hari Natal berlangsung pada musim panas. Pendengar yang emosional mungkin perlu tisu: Tentu saja, kalian bisa bilang aku tetap merayakan Hari Natal walaupun aku memilih untuk tidak mengikuti aspek-aspek religi dalam hari itu. Ada beberapa orang yang tidak merayakannya sama sekali, mungkin karena dedikasi imani ke religi saingan atau hanya karena mereka adalah orang yang kikir. Walaupun begitu, mereka tidak memiliki alasan untuk tersingung oleh ucapan Selamat Hari Libur Natal dengan maksud yang baik.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang