Apakah skizofrenia berarti 'kerasukan setan' atau sebuah penyakit kejiwaan?

Dilihat 460 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ketimbang mendukung kemungkinan bahwa sebagian orang yang didiagnosis dengan skizofrenia memang kerasukan, lebih masuk akal bagi saya bahwa orang-orang yang dulunya dianggap kerasukan memang menderita skizofrenia yang tidak ketahuan. Deskripsi medis terdahulu dari penyakit ini, yang kemudian dinamakan skizofrenia, tidak ada sampai abad ke-19, tetapi bukan berarti penyakit ini tiba-tiba hadir. Penyakit ini diterjemahkan dengan berbeda, berdasarkan tingkat pengetahuan dan pemahaman pada masa itu. 2000 tahun lalu, saat pemahaman tentang fungsi tubuh dan pikiran di level sel belum bisa dinalar, sangat bisa dimengerti saat orang mencoba menjelaskan yang tidak dapat dijelaskan dengan menyalahkannya pada hal gaib, seperti halnya manusia purba menganggap kilat sebagai kemarahan dewa-dewa. Saya tidak kenal orang yang masih menganggap petir sebagai fenomena supernatural dan bukannya natural. Pemahaman kita tentang skizofrenia sebagai proses alamiah baru datang belakangan, dan masih belum menyebar. Namun, suatu hari ide bahwa skizofrenia itu supernatural akan sama anehnya dengan gempa yang disebabkan oleh langkah kaki raksasa.


Sebagai tambahan, skizofrenia mempengaruhi perasaan dan penalaran dari para penderitanya, tidak seperti petir yang dirasakan dari luar, sehingga membuat mereka mempercayai segala macam ide khayalan. Jadi, jika penderita skizofrenia mengatakan pada anda bahwa mereka kerasukan, hal itu tidak dapat dianggap sebagai fakta. Tambahan lagi, tidak masuk akal jika kerasukan setan dapat diatasi dengan zat kimia yang menghalangi reseptor dopamin. Tapi entah bagaimana, pengobatan ini berhasil untuk skizofrenia. Sekedar hipotesis, jika MEMANG ada setan, dan ia memilih orang untuk dirasuki, sepertinya ia sering memilih orang berusia 15-35 tahun dengan sejarah skizofrenia pada keluarganya, serta sejarah penggunaan obat-obatan, dan berasal dari kelompok ekonomi menengah kebawah. Tahu kan, sama dengan faktor pengembang resiko skizofrenia. Cerdik amat setan itu.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang