Apakah tidak masalah bagi umat non Muslim untuk memasuki masjidil haram?

Dilihat 517 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Islam memilik banyak tradisi, dan kebijakan mengenai umat non Muslim memasuki masjidil haram berbeda - beda tergantung tradisi mana yang dianut oleh para anggota masjid dan negara. Di Morocco, Arab Saudi dan beberapa negara - negara konservatif di daerah teluk, sebagian besar mesjid tertutup bagi umat non Muslim karena ajaran Hanbali dan Maliki yang dijalankan mengatakan bahwa umat non Muslim dilarang untuk memasuki masjid.


Banyak ajaran Islami lainnya yang mewakili mayoritas dari populasi Muslim di dunia memperbolehkan umat non muslim memasuki masjidil haram, karena itu pada sebagian besar masjid di dunia, masjid terbuka untuk semua orang (walaupun mungkin tertutup saat waktu shalat untuk menghindari perhatian mereka teralihkan.


Bahkan bagi para umat Muslim yang memperbolehkan umat non Muslim untuk memasuki masjidil haram, mereka melakukannya karena mereka ingin berbagi mengenai keyakinan mereka, anda tidak boleh memperlakukan masjidil haram sebagai tempat wisata. Jadi siapapun yang melakukannya harus memikirkan hal tersebut dan memperlihatkan ketertarikan terhadap keyakinan spiritual serta arsitektur dari bangunan, dan melakukannya dengan hormat, dan juga karena anda tidak akan dapat menghargai keindahan masjidil haram tanpa memahami sisi spiritual dari elemen rancangannya.


Saya pernah pergi ke Morocco (Masjid Hassan II di Casablanca di buka untuk umum), Mesir, dan Israel, dan pernah masuk ke dalam masjid dari ketiga negara tersebut, dan juga yang berada di Australia dan menerima sambutan yang sangat hangat, dan merasa sangat terpesona dengan keindahan arsitekturnya serta tradisi spiritual yang menginspirasi pembangunan masjidil haram.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang