Apakah umat non muslim di negara yang mayoritas penduduknya Muslim "memberikan ucapan lebaran"? (seperti umat non kristen merayakan natal di negara barat)?

Dilihat 705 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak, mereka tidak melakukannya. Saya berasal dari Amerika dan tinggal di negara Eropa BArat selamat 8 tahun, dan tidak pernah melihat perayaan publik atau semacamnya dari hari libur non-kristian, kecuali, hari libur Yahudi seperti Yom Kippur atau Rosh Hashanah. Tidak akan ada penjualan di toko - toko, tidak ada ucapan lebaran, tapi beberapa teman - teman non Muslim yang mengetahui hari libur itu mungkin melakukannnya.


Di negara barat, hanya hari libur Yahudi dan Kristen yang dicatat secara substansial oleh media Muslim, namun akan dirayakan sebaik yang mereka bisa. Di negara - negara arab seperti UEA, umat non muslim tidak merayakan hari lebaran atau bulan puasa. Tapi semua orang bekerja dengan waktu yang lebih pendek. Mereka memberikan ucapan lebara kepada umat Muslim (jika mereka menyukainya), mereka mungkin akan mengucapkan "Selamat Lebaran" ketika sudah waktunya berbuka puasa. Kadang beberapa restoran tetap buka di siang hari, meskipun melayani pemesanan untuk dibawa pulang. Di pusat perbelanjaan juga terdapat area dimana orang yang tidak berpuasa boleh makan. Hal tersebut supaya orang yang tidak berpuasa atau tidak dapat berpuasa dapat tetap makan siang. 


Tapi biasanya umat muslim suka mengundang teman non muslim mereka untuk ikut berbuka puasa bersama. Jadi mereka mungkin akan makan bersama di luar atau di rumah teman mereka yang Muslim. Mereka mungkin puasa karena mereka ada di tempat kerja dan tidak menemukan tempat dimana mereka bisa makan, dan makan di depan umum pada bulan puasa sebelum matahari terbenam merupakan hal yang dilarang. Atau bisa jadi mereka puasa karena ingin ikut makan besar ketika berbuka puasa dan menyiapkan diri untuk hal itu.


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang