Apakah sebenarnya virus Zika itu? Dan apakah virus Zika ini dapat menjangkiti anjing atau kucing?

Dilihat 336 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Tidak bisa dipastikan. Hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa virus Zika bisa menular pada anjing maupun kucing. Juga, penularan terhadap manusia melalui vektor anjing belum ditemukan. Virus Zika belakangan ini menjadi buah bibir di seluruh dunia karena terjadinya epidemi yang cukup meresahkan di Brasil dan Amerika Latin. Ada beberapa pertanyaan yang mungkin membuat kita penasaran, seperti; Sebenarnya apa sih virus Zika itu? Seberapa berbahayakah virus zika bagi manusia? Dan apakah kita Harus khawatir terhadap virus zika? Serta pertanyaan-pertanyaan lain yang membutuhkan jawaban pasti.


Sekilas tentang Virus Zika

Virus Zika adalah menyebar lewat vektor nyamuk Aedes, yang paling banyak dari spesies Aedes Aegypti. Nah, virus Zika inilah yang kemudian menyebabkan penyakit yang disebut sebagai Penyakit Zika atau demam Zika. Virus Zika termasuk berkerabat dekat dengan virus flavivirus yang menyebabkan penyakit demam berdarah/dengue. Ada beberapa hal yang Harus diketahui tentang virus zika, antara lain asal-usulnya, vektor penyebarnya, gejala-gejala penyakit yang ditimbulkan virus ini dan lain sebagainya.


penyebaran virus zika


Virus ini pertama kali ditemukan menjangkiti seekor monyet rhesus di belantara hutan Zika, Uganda pada sekitar 1947. Lalu, pada 1947 ditemukan pula virus Zika ini pada spesies nyamuk Aedes Africanus dan pada manusia pertama kali ditemukan pada 1954 di Nigeria. Sejak itu virus ini menjadi endemis lalu menyebar hingga keluar Afrika dan Asia. Pada 2007 di wilayah Pasifik Selatan virus ini baru ditemukan.


Puncaknya adalah pada sekitar Mei 2015 virus ini menggemparkan Brasil. Tidak berhenti di situ, virus Zika mewabah hingga Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika dan Samoa (Oseania) pada kurun waktu Januari 2016. Virus Zika Indonesia diberitakan terdapat di Jambi pada 2015. Meski tidak menyebar luas, kekhawatiran global terhadap virus Zika membuat Departemen Kesehatan cukup waspada mengantisipasinya.


Cara Penularan Virus Zika

Cara penyebaran virus zika pada manusia adalah melalui nyamuk Aedes yang menjadi vektor virus ini. Di siang hari nyamuk pembawa virus Zika sangat aktif dengan perkembangbiakan di luar dan di dalam ruangan di mana ada genangan air. Untuk itu setiap genangan air yang tidak terpakai seharusnya dikosongkan atau jika memang diperlukan ditaburi bubuk abate. Meskipun kasus Virus Zika Indonesia relatif sedikit, namun kewaspadaan terhadap virus ini serta vektornya harus tetap menjadi perhatian tinggi.


penyebab virus zika

Dalam kasus yang langka, virus Zika dapat ditularkan dari ibu ke bayinya. Ada pula kemungkinan virus zika ditularkan dari ibu hamil ke janin yang dikandung. Pada saat persalinan bayi juga bisa tertular dari ibu yang melahirkannya. Namun karena belum ditemukan penularan lewat jalan menyusui, ibu tetap dianjurkan oleh para medis untuk menyusui bayinya. Ada pula beberapa laporan penularan virus Zika lewat jalur seksual dan transfusi darah.


Gejala-gejala Virus Zika

Gejala-gejala yang lebih spesifik pada penyakit karena virus Zika adalah sakit kepala, nyeri di bagian belakang mata dan kelelahan yang belebihan. Gejala ini bisa berlangsung sekitar satu minggu. Belum dapat dipastikan berapa lama periode inkubasi virus Zika. Tapi para ahli medis memperkirakan periode inkubasinya berlangsung antara 2-7 hari sejak pasien terpapar virus ini yaitu saat pertama kali digigit nyamuk vektor. Rasio orang yang tertular penyakit ini adalah satu dari lima orang yang tergigit akan tertular penyakit. Dalam kasus yang lebih langka atau kasus berat, pasien memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Pembahasan rinci tentang gejala, penyebab dan pengobatan virus ini juga dapat dibaca di Gejala, Penyebab dan Pencegahan Virus Zika.

Penularan virus Zika pada kandungan dihubungkan dengan timbulnya mikrosefali dan kerusakan otak janin. Mikrosefali merupakan kondisi lingkar kepala yang lebih kecil dibandingkan ukuran normal.

gejala virus zika


Diagnosis Virus Zika

Pemeriksaan pada perjalanan yang dilalui oleh pasien terutama pada wilayah yang mengalami epidemi virus Zika sangat penting dilakukan karena bisa mempersempit lingkup diagnosis. Dokter kemungkinan mengajukan pertanyaan terkait waktu, area dan aktivitas pada kunjungan di daerah yang dimaksud.

Uji darah dilakukan untuk mendeteksi asam nukleat virus ini, mengisolasi virus dan juga uji serologis. Pengambilan darah biasanya dilakukan 1-3 hari setelah gejala muncul. Di samping darah, cairan liur dan urin bisa menjadi bahan uji di hari ketiga sampai hari ke lima.


Pengobatan virus Zika

Pengobatan virus zika berfokus pada meredakan gejala yang dialami pasien mengingat vaksin dan obat penyembuh penyakit ini masih belum ditemukan. Pengobatan antara lain berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, pereda rasa sakit untuk mengatasi sakit kepala dan demam serta cukup istirahat. Pemberian aspirin dan obat anti radang non steroid tidak direkomendasikan sebelum dengue dapat diatasi pada pasien.  

Pasien yang sudah terinfeksi virus Zika diharapkan menghindari gigitan nyamuk selama perjangkitan virus, karena virus Zika bertahan lama di dalam darah pasien dan bisa menyebar ke orang lain lewat gigitan nyamuk.

gambar mikroskop virus zika


Mencegah Virus Zika

Pencegahan terhadap gigitan nyamuk merupakan langkah awal terpenting agar setiap orang bisa terhindar dari infeksi virus ini. Sedangkan tentang Bagaimana cara mencegah virus zika secara lebih spesifik adalah:

  • Pastikan tempat tinggal memiliki tirai pintu, jendela atau lubang sehingga nyamuk tidak bisa bebas masuk ke dalam ruangan. Bisa pula dipasang pendingin ruangan. Karena virus zika adalah virus yang penularannya melalui vektor nyamuk.
  • Jika memang tidak memungkinkan memasang tirai atau pendingin ruangan, Anda bisa memasang kelambu pada tempat tidur saja.
  • Celana dan baju lengan panjang sangat dianjurkan.
  • Jika ingin menggunakan bahan anti serangga, pastikan bahan tersebut sudah mendapatkan izin dari Depkes atau lisensi sesuai dengan yang tertera di kemasan. Produk yang sudah mendapatkan persetujuan biasanya juga diserati informasi tentang cara pemakaian ulang, area pemakaian yang diperbolehkan serta waktu dan durasi pemakaian.
  • Bayi umur di bawah dua bulan tidak dianjurkan menggunakan bahan anti serangga. Jadi langkah pencegahan terbaik untuk kelompok umur ini adalah menghindarkan bayi dari nyamuk dengan pakaian yang melindunginya dari gigitan nyamuk. Pada tempat tidur, kereta dorong atau gendongan sebaiknya diberi kelambu untuk memberi perlindungan ekstra. Tapi juga harus diperhatikan kenyamanan bayi.
  • Untuk anak yang lebih dewasa gunakan bahan penolak serangga dengan menghindari area-area yang terluka, iritasi, mata, mulut dan juga telapak tangan. Jangan sampai bahan anti serangga ini tertelan atau masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak.
  • Gunakan bahan yang mengandung permethrin untuk merawat, mencuci atau memakai pakaian serta peralatan yang sering dipakai. Tapi jangan gunakan produk ini pada kulit.
  • Jika ingin bepergian, pastikan daerah yang Anda tuju bebas dari epidemi virus Zika.
  • Sekembalinya dari perjalanan, sebaiknya lakukan tes virus Zika terlebih bagi wanita hamil untuk memastikan tidak terinfeksi.
penularan virus zika

Kasus virus Zika di Indonesia

Sampai sekarang kasus virus Zika Indonesia yang dilaporkan sangat terbatas, yakni pada daerah Jambi pada sekitar tahun 2015. Meski demikian, epidemi penyakit Zika di kawasan Amerika telah meningkatkan kewaspadaan global terhadap ancaman virus ini. Mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan oleh virus ini, silakan baca juga Bahaya Virus Zika.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang