Apalah skizofrenia benar-benar suatu penyakit atau itu hanya suatu keadaan hilangnya kesadaran dalam tingkat yang lebih tinggi tanpa penjelasan ilmiah ?

Dilihat 2,19 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1


Beberapa penderita skizofrenia yang saya kenal, sepengetahuan saya bahwa mereka "menonaktifkan otak mereka" dengan meminum obat-obatan , sehingga memungkinkan mereka untuk tinggal di apartemen, menjalin persahabatan, mempertahankan pekerjaannya, dan mandi secara teratur. Ketika mereka tidak meminum obat-obatan, mereka sering menjadi tunawisma.


Saya tidak akan mulai dengan membahas apakah efek samping dari obat-obatan (LSD), dan dan gejala-gejala skizofrenia, sebenarnya hal itu sama saja.


Apa yang akan saya katakan adalah penggunaan LSD (Lysergic acid diethylamide) atau marijuana ( ganja) yang disengaja, untuk sebagian besar pengguna menimbulkan kondisi skizofrenia.


Skizofrenia bukan karena di sengaja juga tidak bersifat sementara.


Tambahan : Saya bertanya-tanya apakah anda benar-benar telah bertemu dengan orang yang memiliki skizofrenia? Mungkin hanya saya, yang mengetahui bagaimana perjuangan hidup mereka dalam mengatasi skizofrenia paranoid yang dideritanya. Mungkin anda versi “non skizofrenia paranoid”. Saya belum pernah mendengar tentang itu, dimana orang berhalusinasi tentang suara kicauan burung dan angin sejuk.


 

Sepengetahuan saya, kebanyakan penderita skizofrenia paranoid mengalami halusinasi suara, di mana mereka mendengar suara-suara yang tidak nyata; mereka bermain dengan pisau cukur (membahayakan diri), menangis, memukul diri mereka sendiri di bagian kepala, dan mereka juga berdebat dengan diri mereka sendiri di jalanan. Mereka hidup dalam ketakuatan karena banyak sekali hal-hal yang tidak dapat mereka mengerti.


Sepengetahuan saya juga, ada penderita skizofrenia yang ditangkap karena mereka memukul orang asing yang dianggap membahayakan dirinya. Ada juga seorang pria yang menembak (membunuh) orang-orang yang tidak bersenjata di jalan, karena dia berpikir Tuhan akan menghentikan dia.


Banyak penderita yang menghentikan pengobatan dan berhenti meminum obat, karena mereka yakin bahwa mereka sekarang telah “sembuh”. Dengan berjalannya waktu, masalah akan datang kembali (penyakit tersebut akan kambuh). Tetapi banyak “informasi salah” yang memberitahu mereka bahwa itu disebabkan karena obat tidak bekerja, atau tidak dibutuhkan . Sayangnya mereka sudah tidak terjangkau dengan pelayanan pengobatan (karena mereka kembali menjadi tunawisma), dan tidak bisa pergi ke dokter.


"Semua orang dapat hidup dengan cara yang mereka inginkan dan tidak dibatasi untuk nilai-nilai sosial : 


Semoga hal ini termasuk akses rutin dalam pemberian makanan, tempat yang aman untuk tidur, di mana mereka tidak diserang dan dirampok atau diperkosa, dan mungkin bebas dari rasa kedinginan. Sampai saat ini saya terus berharap, penderita skizofrenia yang saya kenal dapat terus meminum obatnya.


 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang