Bagaimana aku mengatur perkuliahan setelah menemukan kalau aku bipolar?

Dilihat 1,74 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya mengenal beberapa orang di perguruan tinggi,  yang mana mereka menyadari bahwa mereka memiliki gangguan bipolar. Saya telah mendengar tentang perjuangan mereka, dan saya berpikir bahwa hal yang terbaik adalah tidak perlu mengkhawatirkan tentang pendidikan anda hingga anda belajar bagaimana mengatasi penyakit mental anda.  


Tugas pertama anda adalah bagaimana mengembalikan keadaan mood anda agar lebih stabil. Jika anda tidak melakukannya, anda tidak bisa dapat diprediksi apakah anda cukup stabil untuk melakukan tugas yang perlu anda kerjakan agar mendapatkan gelar. Kestabilan sangat penting untuk meraih gelar anda. Anda tidak akan dapat menyelesaikan jika anda tidak menemukan cara untuk mengatasi gangguan tersebut.


Biasanya,  psikiater mengobati orang dengan gangguan bipolar, dengan memberikan berupa obat  yang fungsinya untuk menstabilkan suasana hati (mood stabilizer). Standar emas obat itu adalah Lithium,  tetapi Lamictal dan Depakote  juga sering digunakan. Selain itu, mungkin ada obat untuk mengatasi kegelisahan dan depresi.  Salah satu obat tersebut  atau kombinasi beberapa obat mungkin akan bermanfaat untuk anda. Psikiater anda dapat merekomendasikan obat mana yang cocok untuk anda. 


Selain itu, anda harus mulai merawat diri sendiri dengan lebih baik. Jangan lagi  begadang sampai larut malam -- mungkin hal yang satu ini akan menjadi yang paling sulit. Jangan hanya di tempat tidur seharian.  Berolahraga lah sejam atau lebih setiap harinya. Berhenti merokok dan minum alkohol.


Cari sebuah organisasi untuk menjadi sukarelawan disana, dan habiskan beberapa jam di tempat itu setiap minggu. Bergabunglah 

dengan kelompok sesama pengidap bipolar lainnya untuk saling mendukung. Kumpulah bersama mereka setiap minggu atau beberapa minggu sekali. Dan kunjungilah terapis setiap minggunya, setidaknya untuk waktu satu atau dua tahun - sampai keadaan anda stabil selama minimal enam bulan.


Jangan pernah berhenti meminum obat. Mungkin perasaan anda sudah membaik sehingga anda memutuskan untuk berhenti meminum obat. Boleh jadi anda menjadi salah satu orang yang beruntung, tetapi banyak kasus yang terjadi,  bahwa dalam beberapa bulan hal itu akan menyebabkan penyakit kambuh kembali dan membuat gangguan penderita bipolar bertambah parah, setelah mereka berhenti meminum obat.  Jika anda seperti saya, mungkin anda akan mencoba beberapa kali untuk berhenti meminum obat, sebelum anda benar-benar mulai mempercayainya. 


Setelah keadaan anda stabil, anda dapat mulai fokus kuliah lagi. Beberapa orang dapat menangani gangguan bipolar dan terus berkuliah pada saat yang sama,  tetapi banyak juga yang perlu mengambil cuti dari perkuliahan untuk menstabilkan kondisinya. Biasanya cuti sekitar satu semester untuk merasa lebih baik, tetapi bisa juga lebih dari itu. 


Cobalah jangan terlalu membebani diri anda. Memang benar-benar sulit untuk menjaga jadwal teratur saat kuliah dan harus berurusan juga dengan gangguan mood pada saat yang bersamaan. Anda mungkin merasakan banyak tekanan untuk tetap menjalani mata perkuliahan, tetapi saya akan mengambil cuti jika saya memiliki kasus yang cukup parah mengenai gangguan bipolar. Tolaklah tekanan dari luar untuk terus melanjutkan kuliah. Hal ini akan menjadi bumerang bagi anda. Anda akan menjadi bertambah buruk dan buruk dan terus kuliah adalah keputusan salah yang anda ambil.  Sebaliknya, istirahatlah, ambillah cuti . Kondisi anda pasti akan lebih baik , sehingga dapa  menjalani kuliah lagi. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang