Bagaimana Anda menghabiskan malam pertama Anda setelah menikah?

Dilihat 5,83 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Malam pertama pengantin baru adalah saat sakral bagi pasangan muda suami istri. Beberapa orang bahkan menyebut bahwa merasa bahagia di malam pertama adalah pertanda rumah tangga akan terus bahagia selamanya. Saat malam pertama pernikahan umumnya pengantin baru akan merasa berdebar dengan situasi dimana mereka untuk pertama kalinya akan tidur bersama diatas ranjang.

 

Dan situasi akan lebih mendebarkan pada mereka yang menikah tanpa melalui proses pacaran yang artinya di malam pertama pernikahan tersebut, mereka belum terlalu akrab satu sama lain.  


Jadi jika anda bertanya bagaimana nantinya saya menghabiskan malam pertama pernikahan? Apakah hanya bercakap-cakap dengan pasangan atau bercinta? Maka sama seperti topik yang lainnya, saya akan menjawab pertanyaan "spesial" ini dengan membedahnya, mempelajari bermacam-macam skenarionya, mempertimbangkan pro dan kontra dalam setiap kasusnya dan akhirnya memilih alternatif (pilihan) terbaik yang tersedia.


Hanya pendekatan seperti itulah yang akan memuaskan orang yang memulai diskusi, yang mana saya akan membahas kasus-kasus yang mungkin ada dan akan memberi strategi yang tepat untuk setiap kasus tersebut. 


Berikut ini beberapa kasus yang mungkin terjadi pada pasangan pengantin:


Kasus 1: Dipaksa menikah dengan orang yang asing (yang tidak dikenal)




Ini adalah adalah skenario khusus, dimana anda tidak tahu tentang istri anda dan Istri Anda tidak tahu apa-apa tentang anda. Semua anggota keluarga Anda berkumpul dan Anda berdua menikah dalam sekejap.


Dalam kejadian ini, jika ini terjadi pada saya, saya akan berbicara kepada dia. Saya akan mencoba untuk mengerti dia, saya akan mencoba mengenal dia secara utuh.


Saya sangat yakin, kepribadiannya lebih menarik dibandingkan dengan tubuhnya. Cerita tentang kehidupannya 25 tahun yang lalu jauh lebih menarik dari pada bercinta di malam pertama pengantin baru.


Saya, terus terang, akan lebih asyik dengan cerita-cerita yang saya ceritakan ke dia, dan akan puas menonton ekspresi wajahnya ketika dia mendengarkan dengan penuh perhatian mengenai otobiografi saya yang memikat.

Ini akan jadi kehormatan bagi saya untuk masuk ke dalam pikirannya, mengamati dan memberikan opini-opini. Dan saya akan senang mendapat gairah oleh diskusi-diskusi dan perdebatan kami.


Dan ketika dalam mood yang bagus, ketika berdua telah nyaman satu sama lain dan ketika dia memberi sinyal, maka kita akan tertidur bersama.



Kasus 2: Dipaksa menikah tapi bukan dengan orang yang asing (orang yang telah kita kenal). 



Ini adalah masalahnya. Ketika orang tua anda dan keluarga Anda telah mengatur pernikahan, tetapi Anda berdua akan memilih berkencan untuk sementara waktu (mungkin enam bulan atau satu tahun ), mencoba mengenal satu sama lain dan setelah anda berdua saling menyukai secara emosional, mental dan psikologis, maka baru dipastikan akan menikah.


Dalam hal ini, anda telah mengetahui segala sesuatunya satu sama lain. Anda tahu tentang sejarah dia, selera dia, kesukaan dia, apa-apa yang dia tidak suka, pendapat dia, pikiran dia, Segalanya.


Apa yang tersisa hanya keintiman fisik.


Jadi, pada malam pertama pernikahan saya, dalam skenario perjodohan ini, dimana saya telah mengetahui tentang segala sesuatunya tentang gadis itu, saya akan senang untuk bercinta dengannya. Kami akan bergairah, semangat, dan terkemas dengan sensualitas.


Akan ada suatu perasaan yang akan anda dapatkan ketika anda bercinta dengan seseorang yang telah anda kenal sepenuhnya, dan dengan siapa anda akan menjadi tua bersama, perasaan yang tidak dapat dijelaskan. Anda tahu bahwa dia milik anda selamanya dan anda milik dia selamanya dan ketika dua raga bersatu, hal itu juga menyatukan dua jiwa.


Malam pertama pernikahan, ketika dua orang saling cocok terlibat dalam kegiatan fisik yang erotis, dimana hal itu merupakan jalur untuk membebaskan jiwa dan pikiran .


Jadi, ya, saya akan bercinta sepanjang malam. Secara perlahan, bergairah, sensualiti dengan penuh cinta.



Kasus 3: Pernikahan yang saling mencintai dan hubungan jarak jauh. 




Dalam kasus ini, dimana Anda telah menemukan cinta sejati, tanpa bantuan orang tua dan keluarga, tetapi telah berada di dalam hubungan jarak jauh yang sangat lama.


Dalam kasus tersebut, Anda tahu segalanya tentang dia, dan dia juga telah mengetahui segala sesuatunya tentang Anda. Anda bisa merasakan koneksi (hubungan yang bagus) dan menyukai hubungan yang anda miliki berdua. Tetapi, dalam hal ini, Anda tidak mempunyai keintiman fisik sama sekali. Tidak ada pelukan, tidak ada ciuman, tidak ada kecupan di pipi, tidak ada bergandengan tangan, tidak ada sama sekali.


Anda tidak melihat senyumnya dalam kehidupan nyata, tidak bisa menatapnya lama, dan tidak dapat berpelukan satu sama lain. Dua raga tidak terhubung sama sekali, tetapi pikiran saling terhubung.


Jadi, segera setelah menikah, pada malam pertama pengantin baru, Anda cenderung melepaskan ketegangan seksual yang terpendam dengan segera. Keintiman fisik yang diidamkan selama bertahun-tahun, tiba-tiba akan meledak pada malam itu.



Kasus 4: Pernikahan yang saling mencintai dan tidak ada hubungan jarak jauh.



Di dalam kasus ini, dimana anda dan istri anda telah jatuh cinta dalam waktu yang lama. Dan telah bersama juga dalam waktu yang lama. Anda berdua selalu mendapat pelukan, ciuman, bergandengan tangan, berjalan-jalan bersama. Anda berdua saling mengerti satu sama lain dengan baik, anda berdua mengenal dengan sepenuhnya satu sama lain, dan anda berdua telah berbagi semua cerita.


Jadi, malam pertama pernikahan bukan hal yang istimewa lagi untuk anda berdua, bedanya kalian berdua telah sah menjadi sepasang suami istri. Segala sesuatunya akan sama, mungkin hanya sedikit emosional.


Tapi anda bisa membuat malam pertama pernikahan tersebut menjadi lebih spesial, tidak ada sex, itu bagus. Jika anda tidak membuat malam pertama anda lebih special (berbeda), semuanya akan sama, bedanya hanya telah menjadi pasangan yang sah sekarang.


Untuk pasangan ini, tidak perlu berbicara sepanjang malam di malam pertama pernikahan, karena anda telah melakukan semua itu di waktu yang lama. Tidak perlu berubah menjadi liar, tidak perlu gairah seks yang hebat, karena anda berdua telah dekat secara fisik. Dan tidak perlu duduk untuk merencanakan masa depan, karena mungkin telah anda lakukan.


Jadi itulah semua kasus (skenario) yang saya bisa pikirkan sekarang. Apapun kisah anda, semoga malam pertama pernikahan membawa kebahagian yang tidak hanya untuk malam itu saja, namun juga untuk esok lusa dan seterusnya. (lihat : Bagaimana cerita romantis malam pernikahan pertama Anda?)

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang