Bagaimana anda makan makanan bernutrisi sebagai alternatif dari sekedar mencari kenikmatan?

Dilihat 1,15 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya punya cerita yang unik. Untuk pertama kalinya dalam 18 tahun, saya tak tahu jika saya alergi terhadap roti. Setiap hari, saya akan bangun tidur, ke kamar mandi, dan duduk disana selama kira-kira 45 menit. Mama saya suatu saat akan datang mengetuk pintu, "Ayo, kamu akan terlambat ke sekolah!" "Ma, aku merasa tidak enak badan!" "Kamu sudah terlalu sering tidak masuk sekolah seminggu ini, kamu harus mencobanya" "Ma, aku tidak bisa" "Ya, kamu bisa. Mama tunggu kamu di bawah sepuluh menit lagi". Saya kemudian akan berangkat ke sekolah tanpa makan apapun (khawatir akan mengalami sakit perut), lalu berlatih hoki, kemudian pulang ke rumah dan makan malam banyak sekali (biasanya gandum). Baru saja separuh saya makan, saya harus berlari ke kamar mandi lagi, dimana saya harus duduk selama satu jam lagi, dan bertekad untuk tidak akan makan apapun lagi. Dan kemudian saya bangun di esok harinya dan mengalami rutinitas yang sama terus menerus.


7 tahun kemudian dan kondisi saya sudah jauh berbeda. Segera setelah saya mengetahui makanan alergi saya, seluruh hidup saya berubah dalam waktu semalam. Akhirnya saya bisa bertahan hidup seperti manusia normal. Saya bisa angkat beban dan memakai baju dengan ukuran yang cukup besar. Saya bisa pergi dengan teman-teman. Saya tidak depresi. Saya tidak sakit. Akhirnya, saya merasa baikan. Saat orang-orang bertanya pada saya seperti apa diet saya hari ini, saya beritahu mereka:

  • Nasi, kentang
  • Sayuran
  • Daging dan ikan
  • Buah-buahan
  • Kacang

Saya selalu ditanya bagaimana bisa saya melakukannya. Saya ditanya bagaimana bisa saya hidup tanpa pizza, es krim, donat, bahkan sandwich. Saya diberitahu bahwa SAYA BERUNTUNG! SAYA SANGAT BERUNTUNG! Saya beruntung karena mampu melakukan pilihan hidup yang sulit untuk menolak makanan yang tidak sehat. Percayalah, jika saya bisa menukar penyakit celiac ini, saya akan melakukannya.


AKAN TETAPI.....hal ini mengajarkan saya untuk makan makanan bernutrisi ketimbang mencari kenikmatan, karena saya belajar (dengan cara keras) bahwa makanan bisa merusak sebagaimana ia bisa mengenyangkan. Awalnya, ini sulit, tapi seiring berjalannya waktu saya mulai peduli lebih banyak tentang apa yang saya rasakan setelah saya makan, ketimbang apa yang saya rasakan saat sedang memakan makanannya. Kenikmatan saat sedang makan hanya berlangsung beberapa menit saja. Perasaan setelah makan bisa berlangsung berjam-jam.


Saat anda mulai makan makanan sehat, anda menyadari bahwa makanan adalah bahan bakar anda, dan ketika anda merasa lebih baik anda bisa melakukan lebih banyak hal. Makan sehat sungguh hanyalah awalnya. Itu perlahan memberi kesadaran bahwa segala apapun yang anda "konsumsi" bisa mempengaruhi diri anda -- dan ini termasuk media yang anda serap, musik yang anda dengarkan, buku yang anda baca, orang-orang di sekeliling anda yang anda kenal. Dan kemudian anda melihat hal-hal dimana anda "terlibat di dalamnya" itu adalah investasi untuk diri anda, dan semakin anda menginvestasikan diri anda pada "hal-hal baik", semakin anda tumbuh, semakin panjang usia anda, semakin baik perasaan anda. Kenikmatan hanyalah sementara.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang