Bagaimana anda menjelaskan mayat yang tidak fana, stigmatism dan ikon baru / patung yang melakukan mujizat ?

Dilihat 966 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kalau kamu benar - benar peduli dengan penjelasan terkait fenomena ini, maka masing - masingnya akan menjadi pertanyaan yang terpisah dan setiap kasus akan dianalisa sendiri - sendiri. Kamu sebaiknya melihat setiap situasi sebagai suatu yang terpisah, menyelidiki, bereksperimen, melakukan penelitian, dll. Tidak ada alasan untuk mengelompokan semua hal tersebut bersama- sama dan meminta jawaban untuk semuanya secara bersamaan. Karena itu, pertanyaan yang seharusnya adalah, "Bagaimana lagi kamu akan menjelaskan fenomena ini dimana saya melihat bukti bahwa keyakinan saya terhadap hal - hal yang gaib adalah benar?".


Alasan saya ingin menyebutkan hal ini adalah karena hal tersebut mengacu pada ungkapan yang tidak saya sukai. Membuat diskusi seperti itu merupakan tanggung jawab skeptis untuk memainkan pembasmi mitos dengan keyakinan pada hal - hal gaib. Itu merupakan hal yang logis, bukan merupakan hal yang tidak produktif atau informatif.


"Ok, kalau bukan hanya, lalu apa itu, tuan yang tahu segalanya?". Maksudnya adalah jika orang dalam percakapan tidak memiliki penjelasan yang pasti atau petunjuk lain untuk sesuatu, maka jawaban siapapun merupakan sesuatu yang dapat diandalkan dan patut dipertimbangkan.

Tapi bagian yang paling menggangu saya adalah karena orang yang skeptis diperlakuan sebagai seseorang penyerang, hampir seperti - menganggap bahwa keyakinan orang yang bertanya mengenai hal - hal gaib merupakan hal yang benar dan karena itu menjadi defensif dari awal. Hal ini seolah - olah bahwa orang yang skeptis adalah seseorang yang antisosial dan tidak sopan. Selain itu juga sangat menyebalkan bahwa pertanyaan seperti ini menganggap bahwa orang yang skeptis pandangan yang melibatkan penjelasan untuk segala hal.


Saya tidak akan menjawab pertanyaan ini secara langsung karena tidak ada jawaban yang berarti untuk pertanyaan ini. Tidak ada jawaban untuk "bagaimana saya bisa menjelaskan [sesuatu]", dan kalau saya harus menjawab masing - masing pertanyaan dan berusaha untuk mengartikan mengenai apa yang harus dijelaskan, maka maknanya akan hilang dan tidak akan menjelaskan hal yang ditanyakan.


Orang - orang yang ingin mempercayai hal - hal gaib tidak akan pernah kehabisan hal - hal yang mereka anggap sebagai bukti dari apa yang mereka yakini. Bukan menjadi tugas bagi orang - orang yang tidak mempercayai hal tersebut untuk mengerjakan pr mu untukmu.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang