Apa sajakah pandangan-pandangan terhadap GO-JEK?

Dilihat 9,87 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Gojek Indonesia adalah jasa ojek motor online berbasis aplikasi smartphone yang paling populer saat ini. Mereka adalah salah satu penggagas pertama dalam memperkenalkan cara yang lebih mudah dan praktis untuk menghubungkan pengguna dan pengemudi ojek pada masyarakat luas. Perusahaan ini berkembang pesat karena masyarakat Indonesia memang sangat membutuhkan sebuah metode transportasi yang mudah dan cepat.


Gojek tidak hanya berkembang di Jakarta saja, kini mereka sudah merambah kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Aplikasi Gojek sangat mempermudah pengguna jika membutuhkan jasa ojek di mana pun dan kapan pun. 


Dengan GPS, pengguna bisa memantau jarak antara driver dengan rumahnya dan dengan tempat tujuan. Bahkan Gojek driver bisa juga membantu memesan makanan atau mengantar barang. Cara kerja, inovasinya yang unik, serta harganya yang lebih murah inilah yang membuat Gojek diterima dengan mudah dan terus berkembang.



Sekilas Tentang Gojek


Gojek merupakan layanan transportasi ojek online yang dikelola oleh PT Gojek Indonesia. Didirikan oleh seorang pemuda Indonesia pada tahun 2011, awal mulanya Gojek hanya menggunakan telepon biasa seperti taksi pada umumnya. Sejalan dengan perkembangannya, Gojek semakin meningkat dan banyak dibutuhkan sehingga pada tahun 2015, aplikasi Android Gojek diciptakan untuk meningkatkan pelayanan dan agar semakin mudah dijangkau.


Pendiri gojek seorang pemuda Indonesia yang bernama Michaelangelo Moran dan temannya bernama Nadiem Makarin. Sistem bagi hasil diterapkan pada perusahaan ini, sehingga mereka dapat meningkatkan penghasilan driver gojek.


gojek


Beberapa Pandangan Mengenai Gojek



  • Gojek Sebagai Mata Pencaharian Alternatif


Selain bagi konsumen, Gojek Indonesia juga bertujuan agar dapat membantu para tukang ojek mendapatkan penumpang dengan lebih cepat dan efisien, sehingga dapat meningkatkan penghasilannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya gojek driver yang mampu memperoleh penghasilan jauh lebih besar dibandingkan dengan ojek pangkalan biasa, bahkan lebih banyak dari pegawai kantoran pada umumnya. 


Di samping penghasilannya yang meningkat, perusahaan juga menjamin keselamatan dengan memfasilitasi perlengkapan berkendara seperti jaket dan helm serta asuransi kesehatan. Sebelum menggunakan aplikasi ini, sebaiknya anda memahami terlebih dahulu mengenai biaya yang dikenakan oleh Gojek setiap kilometernya.


gojek



  • Gojek Menimbulkan Kesenjangan Sosial


Seiring dengan kemajuannya, kehadiran Gojek Indonesia banyak diprotes oleh para ojek pangkalan dan taksi lokal. Perselisihan sering terjadi, terutama pihak ojek pangkalan sangat menunjukkan sikap anti hingga memblokir jalan dan melarang Gojek untuk masuk ke daerah kekuasaan mereka. 


Demo melawan Gojek sering dilakukan oleh mereka karena merasa bahwa penghasilan mereka berkurang dan semua penumpang beralih ke Gojek. Ini semua merupakan persaingan yang tidak sehat, sering kali para tukang ojek melampiaskan kekesalan mereka dengan merusak kantor Gojek, dan mencegat dan menghajar mereka, hingga pembunuhan pernah terjadi kepada seorang driver Gojek. 


Meskipun demikian, jumlah orang yang melamar sebagai driver tetap tidak berkurang, demikian juga dengan penggunanya yang terus bertambah setiap hari. Tentu saja pengguna lebih memilih menggunakan Gojek dibandingkan dengan ojek pangkalan atau taksi lokal yang harganya terlampau terlalu jauh.

Hal ini perlu penanganan yang serius dari pemerintah agar tidak terjadi lagi bentrokan antara kedua belah pihak.



  • Gojek Melanggar Peraturan Pemerintah

Pendapat yang satu ini memang agak subyektif dan yang terus menekankan hal ini adalah 'pihak yang tersakiti' yang telah disebutkan sebelumnya, seperti ojek pangkalan, supir angkot, dan taksi konvesional.


Memang pemerintah tidak memiliki undang-undang, karena undang-undang transportasi masih bisa dibilang ketinggalan jaman dan belum mengatur tentang transportasi online. Maka dari itu, para oknum yang tersakiti tersebut mengatakan bahwa Gojek dan ojek aplikasi lainnya tidak boleh beroperasi.


Namun dunia ini berkembang setiap hari dan teknologi tidak dapat ditahan, dan tanpa kita sadari ojek aplikasi/online sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari.

Maka satu-satunya jalan yang bisa ditempuh adalah menyesuaikan peraturan dan menertibkan agar driver ojek berbasis aplikasi tidak terlalu membludak.

Beberapa daerah seperti Yogyakarta berhasil mengatur dan mengarahkan para ojek pangkalan untuk bergabung dengan Gojek, karena mereka menyadari bahwa sebuah daerah akan maju dengan pesat apabila memiliki transportasi yang mudah.


-


Gojek Indonesia memang telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi ribuan masyarakat Indonesia dengan penghasilan yang lumayan. Banyak mahasiswa yang ikut bergabung dengan Gojek, bahkan ibu rumah tangga banyak yang turut serta untuk menambah uang belanja. 


Supir angkot, taksi, dan ojek pangkalan bisa terus berdemo sesuka hati mereka. Tapi apakah hal itu akan membuat penumpang kembali kepada mereka? Tentu tidak!

Para penumpang yang telah merasakan kenyamanan Gojek dan transportasi online lainnya pasti tidak akan mau kembali, kecuali mungkin pada saat-saat terdesak. Mereka tetap tidak akan menjadi pilihan utama.


Untuk ke depannya, semoga PT Gojek Indonesia dan pemerintah dapat bekerja sama dalam mencari solusi dan jalan keluar yang lebih baik untuk menciptakan kedamaian dan kenyamanan bersama.


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang