Bagaimana bisa angka kematian untuk penyakit kulit dan melanoma/kanker itu lebih rendah dari yang telah aku antisipasikan?

Dilihat 1,24 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Penting di AS dan Eropa, dan kenapa kampanye media itu dapat dibenarkan. Tingkat kematian global termasuk parasitis/penyakit infeksi yang bukan faktor utama dalam negara berkembang, Menggerakkan kepentingan tentang kanker kulit naik beberapa tingkat. Kanker kulit itu sangat umum pada orang berkulit putih daripada berkulit hitam. Artinya, penyakit ini relatif lebih ke orang Australia, AS, dan Eropa, dimana kamu melihat kampanya medianya. Tingkat kejadiannya itu lebih tinggi daripada tingkat kematian. 90% dari kasus melanoma itu tidak fatal, kalau diberikan pengobatan yang tepat. Kampanye media itu paling penting untuk penyakit seperti ini, dimana kesadaran artinya pengobatan akan lebih diberikan dengan cepat. 

Kanker kulit itu umum baik bagi orang yang muda maupun yang tua. [1] "Melanoma adalah bentuk kanker yang paling umum untuk orang dewasa berumur 25-29 tahun dan bentuk kanker yang paling umum kedua untuk remaja dan orang dewasa berumur 15-29 tahun." [2] Itu artinya kematian karena melanoma menyebabkan kerugian yang tidak proporsional pada tahun hidup. Trendi ini buruk. Angka dan kejadian karena melanoma itu meningkat secara bertahap. "47,700 orang di AS diperkirakan akan didiagnosa dengan melonoma pada tahun 2000, tapi angka itu meningkat menjadi 68,730." [3] Alasannya tidak sepenuhnya jelas, tapi diperkirakan peningkatan itu dibawa dengan buaya dan trendi, yang secara potensial dapat dicegah. 

Jadi, garis bawahi: Melanoma adalah sasaran yang bagus untuk kampanye media, karena dengan meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini dapat mengarahkan peningkatan yang besar dalam jumlah kehidupan per tahunnya. Itu dikarenakan itu adalah penyakit yang relatif umum bagi orang-orang muda yang dapat dihindari, yang bisa menyebabkan kematian, tapi itu ketika perawatan yang sering bisa menyembuhkan penyakit itu.  Namun, melanoma itu bukan penyebab kematian yang besar, baik dalam dunia berkembang maupun secara global.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang