bagaimana bisa industri bioskop direvolusikan?

Dilihat 655 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Nilai dan harga yang fleksibel dapat memberikan sejumlah perbedaan dalam pengalaman menonton bioskop tapi bukan berarti harga murah adalah jawaban untuk revolusi bioskop. Saya rasa seluruh ekosistem ini sudah siap untuk penemuan baru. Dan juga ada beberapa model yang muncul yang memperlihatkan janji. Beberapa pemikiran: Berikan saya tempat duduk yang baik, makanan yang baik, & pengalaman yang baik: berdasarkan perkembangan industri restoran cepat saji, akan lebih mudah berasumsi bahwa konsumen hanya mencari pengalaman makan yang tidak mahal. Namun pada kenyataannya, orang-orang ingin pengalaman yang lebih baik. Dan mereka bersedia untuk bayar. Bioskop yang bereksperimen dengan tempat duduk, makanan, dan pengalaman yang baik melihat kesuksesan yang besar. Mengingat bahwa ini model baru tetapi, pemilik bioskop tradisional berjuang untuk pilihan-pilihan ini, sebagai pengerjaan mereka yang satu untuk semua pengalaman. Sebagaimana saat meluncurkan iTunes, Steve Jobs ditanya tentang napster. yang kemudian disebut-sebut "orang-orang tidak mau membayar untuk musik lagi". Jobs terkenal mengatakan "Napster membuktikan bahwa orang-orang tidak mau membayar untuk pengalaman musik yang jelek". Orang-orang bersedia untuk membayar dengan harga yang bervariasi untuk pengalaman film hiburan yang bagus. Pemilik rantai bioskop sekarang bukan seperti seseorang yang dapat membuat pengalaman baru ini. Belajar dari Starbucks: Sebelum Starbucks terkenal, hikmah yang berlaku adalah kalau pengalaman cepat saji hanya itu saja...Cepat. Starbuck menantang status quo. Starbucks embuat pengalaman di dalam toko yang mengundang orang-orang untuk datang dan berkumpul di dalam pembentukan itu. Bioskop memiliki potensi untuk menjadi lingkungan hiburan digital, bukan hanya kotak yang memperlihatkan film dalam waktu tertentu per hari. Bayangkan kompleks bioskop juga tempat wi-fi hotspot, dengan pengalaman hiburan digital, berkisar dari musik ke film ke bar seperti apple genius untuk membuat alat digital mu tersetel. Satu tombol. Seluruh layar layar: Titik Peter pada permintaan yang mendorong harga mungkin memiliki beberapa manfaat. Mungkin itu akan berevolusi berdasarkan naiknya nilai tapi. Saya rasa perusahaan film hiburan, telah mencapai titik dimana satu tombol seluruh layar akan menjadi sebuah norma. Jalan pertama rilis bioskop akan muncul, dan berlari melewati layar film, bayar per tontonan, DVD, dan bayar online, sekaligus dengan harga bertingkat. pemilik bioskop dapat membuat pengalaman umum yang unik untuk minggu pertama dengan harga yang mencerminkan nilai unik, lalu menyesuaikan harga dengan harga tiket bioskop tradisional di minggu-minggu yang akan datang. Jika kamu mau menonton film di rumah di malam pertama, kamu akan membayar premium yang signifikan, tidak berbeda dengan membayar untuk bayar per tontonan, bilang saja $49,99. Jika kamu mau membeli DVD di hari pertama, kamu akan membayar premium dengan baik dengan rata-rata di atas DVD tradisional, dengan harga ini sesuaikan dengan harga-harga yang berlalu. tontonan dan pinjaman digital akan mengikuti harga bertingkat yang sama yang akan menyesuaikan dengan rilis film yang berlalu di minggu-minggu awal. Bawa saya di balik layar: Orang-orang suka filmm hiburan. Mayoritas konsumen media terfokus di bintang-bintang film hiburan dan kehidupannya. Pengalaman bioskop dimana kamu bisa mendengar dari pembuat film, kritik hiburan, dan orang-orang dalam di multi-media, sebuah tambahan ke menonton film akan menjadi sesuatu yang akan dibayar orang-orang setara dengan menyediakan pembeda yang bagus tujuan yang bagus yang tidak menyediakan sesuatu yang ekstra. Belajar dari band Allman brothers: Band rock legendaris yang telah membuat sebagian besar kehidupannya dengan tur lebih dari 30 tahun sebelumnya, bukan dari menjual album. Untuk mendorong pendapatan tambahan, beberapa tahun lalu mereka merilis layanan online, dimana kamu bisa membeli CD dari pertunjukan yang kamu datangi, yang telah ditekan dan diberikan ke kamu, setelah pertunjukannya. Jadi secepatnya setelah konser langsung yang kamu datangi, kamu pergi dengan CD dari pengalamanmu. Pemilik bioskop di hubungan dengan studio, seharusnya bereksperimen dengan menyediakan DVD spesial dari film pertama, ke penonton langsung setelah menonton. Sekali lagi ini bisa menjadi pengalaman dengan harga premium dan atau sesuatu yang membedakan pengalaman bioskop yang satu dengan yang lain.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang