Bagaimana cara analyzer bekerja dalam aplikasi musik?

Dilihat 653 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Seperti yang anda lihat dari biografi saya, saya tak begitu ahli dalam bidang ini, tapi saya punya pemahaman dasar tentang bagaimana itu bekerja, jadi inilah cara kerjanya (jika saya salah, seseorang yang tahu, tolong beritahu saya).


Sinyal apapun bisa dilihat pada spektrum waktu dan spektrum frekuensi, dan itu menggunakan teknik yang disebut transformasi Fourier (atau transformasi inverse Fourier), kita bisa bergantian diantara kedua teknik ini. Ini adalah sesuatu yang dilakukan handphone anda selama ini untuk mengkonversi suara anda menjadi sesuatu yang bisa dimengerti oleh komputer, menggunakan sebuah teknik yang ditemukan oleh Gauss (dan sejak itu dikembangkan terus) yang disebut FFT (Fast Fourier Transforms). Jika anda ingin tahu tentang detilnya atau jika anda benar-benar tertarik, bagaimana transformasi ini bekerja, anda bisa mengecek di Wikipedia.


Sebagai contoh, jika sebuah sinyal adalah gelombang yang cukup rumit (rumit karena memiliki sejumlah frekuensi yang berbeda-beda yang dimainkan bersamaan, seperti yang tergambar di sebelah kiri), transformasi Fourier akan memisahkan sinyal ini sesuai frekuensinya masing-masing. Sekarang mungkin anda bertanya, "lalu bagaimana hasilnya setelah dibedakan berdasar waktunya?", atau dengan kata lain, "bagaimana bisa musik yang dimainkan bisa tahu urutannya dari frekuensi yang berbeda-beda itu?" Inilah yang menentukan kualitas recording. Frekuensi dan amplitudonya direkam pada interval yang tetap. Makin kecil intervalnya, makin bagus kualitasnya.


Ini bukan satu-satunya penentu kualitasnya, tentu saja, karena seberapa akurat amplitudo dari tiap frekuensi juga berpengaruh. Inilah mengapa musik digital bisa memiliki jangkauan suara yang luas untuk rekaman yang sama. Bayangkan sebuah gelombang seperti ini (garis hitam) dan input yang menuju komputer sebagai kotak berwarna merah. Pikirkan ukuran sampelnya selebar kotak-kotak itu. Sebagaimana yang anda bayangkan, jika ukuran sampel menjadi lebih kecil, anda akan semakin memperoleh gambar yang lebih akurat. Di saat yang bersamaan, tinggi kotak tersebut tidak bisa berubah-ubah. Makin banyak alokasi bit untuk merepresentasikan tingginya, maka makin mendekati titik tengah dari tinggi bagian sampel itu.


Tapi mari kita kembali ke jawaban dari pertanyaan anda, jika sumbernya adalah analog dan sistem anda menampilkan amplitudo dari tiap frekuensi, itu menandakan jika ia menggunakan transformasi Fourier untuk memisahkan rekamannya menjadi frekuensi-frekuensi yang membentuknya. Dan ia melakukannya berkali-kali setiap detik (tiap anda melihat ada gerakan bar, maka ia sedang melakukan kalkulasi lagi). Jika, saya rasa ini lebih sering terjadi, anda melihat hal tersebut untuk musik yang sudah dalam bentuk digital, maka itu hanya menampilkan amplitudo dari masing-masing frekuensi untuk tiap ukuran sampelnya (informasi yang diperolehnya dari mp3 yang anda gunakan).

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang