Bagaimana cara kerja dunia tinju dan organisasinya bekerja?

Dilihat 4,89 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tinju bebas adalah olahraga yang cukup tua di dunia. Ada banyak organisasi tinju dunia yang menaungi para petinju dengan sistemnya masing-masing. Olahraga tinju merupakan olahraga keras dengan risiko cacat bahkan kematian. 


Namun jenis olahraga yang satu ini berkembang cukup pesat dan banyak diminati. Hal ini dapat dibuktikan dengan mudah melalui banyaknya organisasi tinju profesional yang ada. 


Ada empat organisasi tinju profesional yang dikenal oleh publik, yaitu WBO (World Boxing Organization), WBC (World Boxing Club), WBA (World Boxing Association), dan IBF (International Boxing Federation). 


Namun sebenarnya ada 22 organisasi tinju profesional di dunia yang tiap organisasi tersebut memiliki peringkat juaranya sendiri-sendiri. Sedangkan untuk dunia tinju amatir, ada Amateur International Boxing Association (AIBA) sebagai induk organisasi yang menaungi para petinju amatir di seluruh dunia. Dan inilah salah satu sebab mengapa dalam tinju memiliki banyak kelas berat.


tinju 1



Organisasi Tinju Dunia dan Kinerjanya


Dunia Tinju Profesional sudah memiliki sistem organisasi tersendiri namun sayangnya tidak pernah dibentuk secara khusus untuk menjadi Liga atau setidaknya bergaya turnamen layaknya pada Olimpiade. 


Setidaknya ada empat organisasi olahraga tinju dunia, yaitu WBO, WBC, WBA, dan IBF. Tiap organisasi ini secara umum memiliki aturan yang sama dalam sebuah pertandingan tinju. Bahkan untuk klasifikasi pada tiap kelas tinju juga sama, yang didasarkan pada bobot atau berat badan petinju. 


Perbedaannya hanyalah pada nama dari tiap kelas tinju bebas yang dipertandingkan.


Perbedaan lainnya adalah di tiap pertandingan tersebut, tiap juaranya memegang sabuknya masing-masing sesuai nama organisasi penyelenggaranya. Oleh karena itu lazim dikenal ada juara dunia kelas bantam versi WBA, WBO ataupun yang lainnya. 


Meskipun sebenarnya ada 22 organisasi tinju profesional di dunia, namun keempat organisasi ini yang paling lazim dikenal oleh masyarakat. Dan adanya sabuk gelar juara dunia inilah yang membedakan tinju profesional dengan tinju di olimpiade.


tinju 2

Pendapatan terbesar organisasi tinju ini adalah dari sponsor kasino dan televisi. 


Namun adakalanya sebuah organisasi tinju tersebut menjadi serakah dan menjual peringkat tertentu pada penawar tertinggi, bukannya melalui sebuah pertandingan dan memberikannya pada petinju yang terkuat. 


Posisi yang paling sering diperjualbelikan adalah posisi penantang nomor satu, karena hal ini akan memberikan pemasukan yang sangat besar saat diadakan pertandingan perebutan gelar antara juara bertahan pemegang sabuk dengan penantang pertama. 


Namun saat ini, promotor yang lebih sering memainkan peran dalam pemunculan sebuah pertandingan perebutan gelar. Hal ini karena promotor lebih memiliki jaringan, baik dalam hal sponsor maupun jaringan televisi penayangnya.


Lihat saja pada dua jaringan televisi yang terlibat dalam dunia tinju bebas, yaitu Showtime milik Don King dan HBO (Home Box Office) milik Bob Arum. Kedua jaringan televisi ini mampu memberikan pemasukan yang lebih besar kepada petinju, akibatnya banyak petinju yang bersedia melepaskan sabuk juaranya dan bertanding untuk kedua jaringan ini tanpa membawa nama badan tinju yang menaunginya. 


Dapat dikatakan banyaknya organisasi tinju dunia yang menaungi olahraga tinju kurang memiliki wibawa. Contoh nyata dari hal ini adalah George Foreman, dia adalah petinju pertama yang melepas gelar juara dunianya versi WBA agar dapat bertarung melawan Axel Schulz. 


Dengan kekuatan jaringan televisi ini, para petinju pun dapat menggabungkan berbagai sabuk juara pada kelas yang sama dari organisasi yang berbeda.


tinju 3

Dari 17 kelas yang sering dipertandingkan dalam tinju, setidaknya akan ada 51 petinju juara dunia, ini pun hanya berasal dari tiga organisasi saja, WBA, WBC, IBF. Padahal di atas telah disebutkan ada sekitar 22 organisasi tinju dunia. 


Ditambah lagi semakin besarnya pengaruh jaringan televisi membuat masyarakat lebih menyukai juara dunia versi televisi, bukannya versi badan tinju dunia tersebut. Sehingga ketika seorang petinju lepas dari sebuah badan tinju dunia, dia masih dapat bertarung dengan petinju lainnya berkat jaringan televisi tersebut.


Sistem yang biasanya diterapkan pada organisasi tinju dunia tersebut adalah setiap tahun ada empat pesaing yang wajib dihadapi oleh sang juara bertahan. Sehingga seorang petinju yang berpotensi bisa mendapat kesempatan untuk memperebutkan gelar juara dunia. 


Namun adakalanya sang juara bertahan menolak melawan karena menganggap lawan tandingnya terlalu lemah dan bersedia melepas sabuk juaranya guna melawan petinju lain dari organisasi lain yang dianggap lebih kuat. Seperti contoh kasus George Foreman di atas. Hal ini tidak hanya terjadi pada George Foreman, Oscar de La Hoya pun juga melakukan hal yang sama. 


Berkat jaringan televisi dari kedua promotor tinju dunia, Don King dan Bob Arum, hal ini menjadi sebuah hal yang tidak sulit dilakukan. Dan mau tidak mau, organisasi tinju dunia pun menjalin bisnis dengan kedua promotor tersebut untuk mempertandingkan para juaranya.


tinju 4



Kelas Dalam Olahraga Tinju


Di dunia tinju profesional, terdapat beberapa organisasi tinju dengan aturannya masing-masing. Organisasi-organisasi tersebut yaitu WBA, WBC, WBO, dan IBF. Keempat organisasi ini memiliki sistem kinerjanya sendiri-sendiri. Namun dalam hal kelas maupun sistem pertandingan, semuanya memiliki kesamaan, baik WBA, WBC, WBO, maupun IBF.


Berikut ini beberapa kelas dalam tinju:


  1. Kelas tak terbatas atau kelas berat (Heavyweight) 
  2. Kelas 200 pound atau 90,7 kg (Cruiserweight), khusus WBO dinamai Junior heavyweight. 
  3. Kelas 175 pound atau 79,4 kg (Light heavyweight) 
  4. Kelas 168 pound atau 76,2 kg (Super middleweight) 
  5. Kelas 160 pound atau 72,6 kg (Middleweight), dan masih banyak lagi kelas yang lainnya. 

Sedangkan untuk istilah kemenangan dalam pertandingan tinju, yaitu:


  • Unanimous decision, ketiga juri memenangkan salah satu petinju dalam total poin yang diperoleh  
  • Majority Decision, 2 juri menyatakan menang, 1 juri mengatakan seri/draw  
  • Split decision 2, 2 juri menyatakan menang, 1 juri menyatakan kalah  
  • Draw atau seri, 1 juri menyatakan menang, 1 juri menyaakan kalah, 1 juri lagi menyatakan draw  
  • Draw atau seri, 2 juri menyatakan draw atau seri.  
tinju 5


Sistem penilaian pertandingan tinju profesional 



Dalam olahraga tinju dibagi dalam dua jenis, tinju kelas amatir dan tinju kelas profesional. Perbedaan peraturan paling jelas antara kedua jenis tinju bebas ini adalah penggunaan pelindung kepala selain sarung tinju. Petinju amatir harus menggunakan pelindung kepala, sedangkan petinju profesional hanya sarung tinju. 


Sedangkan untuk sistem penilaiannya atau cara menghitung poin tinju, tinju profesional menerapkan hal berikut: 


  • Juri dari tiga kewarganegaraan yang berbeda 
  • Ketiga juri duduk di dekat ring 
  • Tiga poin penilaian, jab, hook, dan uppercut 
  • Pukulan petinju tidak boleh mengenai bagian belakang kepala dan di bawah pusar 
  • Petinju harus memukul dengan pukulan yang tepat 
  • Pukulan yang mengenai kepala nilainya lebih tinggi daripada yang mengenai perut 
  • Pukulan telak atau mendarat bersih di kepala nilainya 10 
  • Nilai dikumpulkan hingga ronde terakhir usai 

Sedangkan untuk tinju amatir, penilaiannya seperti berikut:

Sistem skor yang diterapkan pada pertandingan tinju amatir mengadopsi sistem yang digunakan pada tinju profesional, yaitu Ten Point Most System. 


Hal ini membuat sistem penilaian pada tinju amatir sama dengan sistem penilaian tinju profesional. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang