Bagaimana cara kerja kereta api bermesin listrik?

Dilihat 300 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Baik pada mesin diesel maupun mesin listrik, tujuan utamanya adalah menyuplai tenaga listrik pada motor penggerak (yang bisa merupakan motor induksi 3 fase ataupun motor DC). Motor penggerak ini terhubung dengan roda-roda, yang membuat kereta bergerak. Tahap pertama dari setiap mesin listrik itu sama :


Pantograf

Pantograf terdiri dari alat pengumpul, yang menyentuh jaringan listrik di atas kereta dan mengumpulkan tenaga listrik. Ini kemudian mengalir ke plat yang ada di atap lokomotif, melewati penangkal petir dan sekring sirkuit hampa udara (Ini adalah perangkat yang digunakan untuk melindungi lokomotif dari korsleting/kelebihan beban/dampak petir, dll). Keluaran dari sekring dialirkan ke trafo. Dari situ, tergantung apakah lokomotif anda memiliki motor DC (dan operasi pengubah tap) atau motor induksi (dan kontrol VVVF) prosesnya bisa bervariasi.


Lokomotif dengan pengubah tap (tap changer)

Pada lokomotif yang memiliki pengubah tap, ada dua trafo, yang berputar pada inti yang sama. Trafo yang pertama adalah oto-trafo dengan 31 tap. Tergantung dimana anda melakukan tapi, voltase keluaran dari oto-trafo bervariasi dan ini dikerjakan di kabin lokomotif. Keluaran dari oto-trafo ini disalurkan ke trafo lainnya, yang merupakan trafo step down dengan rasio tetap. Trafo ini menurunkan voltase hingga tingkat aman dan operasional bagi perangkat semikonduktor yang dialiri keluaran dari trafo ini.

Dari sini, keluaran trafo dikirim untuk perbaikan (ini adalah konversi dari AC ke DC) karena kita memiliki motor DC. Keluaran dari blok perbaikan ini disalurkan ke filter dimana riak dari keluaran perbaikan ini dimuluskan dan disalurkan ke pengalih transmisi DC dan kombinasi kontrol dari motor penggerak (karena ada banyak motor penggerak) dan kemudian menuju ke motor-motor penggerak yang beroperasi dalam arus DC. Kontrol kecepatan/torsi adalah dengan cara pengubah tap yang mengubah voltase (dan juga arus) yang dialirkan ke sistem.


Lokomotif dengan kontrol VVVF

Keluaran dari trafo dialirkan ke tahapan konverter daya, yang mengkonversi AC ke DC. Konverter ini memanfaatkan GTO (teknologi kuno) atau IGBT (teknologi terkini) untuk tujuan itu. Keluarannya difilter oleh sirkuit lainnya untuk menyediakan keluaran DC yang cukup stabil. Kita lebih jauh lagi memiliki sebuah tahapan untuk mencegah naik-turun meningkat dalam sistem dan tahapan-tahapan untuk mengimprovisasi faktor daya dari sistem. Setelah itu, keluarannya dialirkan ke sebuah tahapan inverter yang mengkonversi DC ke AC tiga fasa, yang kemudian dialirkan ke motor penggerak. Disini kontrol diartikan kontrol VVVF, yang frekuensi serta voltasenya bervariasi. Kontrol pada motor induksi itu cukup sulit, tapi perangkat elektronik daya temuan terbaru telah membuat kontrol frekuensi cukup mudah.


Tahap terakhir

Keluaran dari motor penggerak tidak dipasangkan langsung pada roda-roda. Kita memiliki gigi pereduksi yang ditempatkan disana untuk mengurangi kecepatan (sekaligus meningkatkan torsi). Variasi rasio dari gigi pereduksi membuat kami menggunakan motor penggerak yang sama untuk lokomotif kargo dan penumpang.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang