Bagaimana cara kerja obat batuk?

Dilihat 511 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Batuk itu mungkin menjadi hanya sekedar gejala penyakit yang lebih besar , seperti asma , gastro-oesophageal reflux , atau Rinitis . Penyakit penyakit ini bisa di tambahkan ke catatan anda membeli obat superpressants yang mengurangi frekuensi batuk anda . Batuk juga bisa jadi merupakan efek samping penyakit lain seperti ACE Inhibitor , atau yang pasti kerena Merokok atau polusi udara .


Jika batuk anda nampaknya tidak di sebabkan apa apa , andi harus mengambil suppresants . Apalagi anda benar benar terganggu akibat batuk anda , mungkin pada saat malam hari anda terbangun karena batuk batuk atau jika anda mengalami radang di bronkus karena batuk batuk sehingga menyebabkan Bronkitis. Obat ini juga bisa meredakan sakit saat asma .


Tapi obat ini memiliki efek samping yaitu rasa mengantuk. Karena ini , jadi dokter mengira dengan rasa mengantuk ini bisa membuat tubuh berfikir kita tidak memiliki kekuatan untuk batuk , sehingga batuk kita berkurang. Efek ini juga membuat berkurangnya rasa sakit batuk batuk kering atau tanpa dahak .


Mentri kesehatan Amerika sekarang sudah menyeleksi obat obat batuk yang beredar di pasar . Sejauh ini tidak ada yang berbahaya bagi konsumen obat jika di konsumsi dengan benar , Contohnya anak berumur 6 tahun sudah di anjurkan mengambil dosis obat yang lebih sedikit . Mentri juga menganjurkan orang yang sudah batuk selama 3 minggu agar menghubungi dokter

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang