Bagaimanakah ciri-ciri pubertas anak laki-laki?

Dilihat 16,5 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Semua anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, yang mulai beranjak dewasa tentunya akan melewati masa pubertas. Masa puber laki-laki dan perempuan dimulai pada usia yang berbeda pada setiap individu dan tentunya ditandai dengan perubahan ciri-ciri fisik dan nonfisik. Masa ini tentunya akan berakhir pada usia yang berbeda pula. 


Sebagai contohnya, saya masih ingat bahwa semasa SMP, murid perempuan cenderung lebih tinggi daripada murid laki-laki. Namun hal ini berbalik 180 derajat saat memasuki masa puber, dimana hampir semua murid pria memiliki tinggi yang jauh di atas rata-rata murid wanita.


Kebanyakan setelah masa puber laki-laki mengalami perkembangan pada tubuh sangat pesat, seperti bertambahnya tinggi badan, tumbuh jakun, dan suara yang makin berat. 


Disini saya akan membahas lebih jelas tentang ciri-ciri pubertas yang sekiranya bisa diamati saat masa pubertas pada laki-laki, yang sekiranya bisa membantu anda memahami perbedaan ini.  



Ciri-Ciri Pubertas Pada Anak Laki-Laki


  • Bau Tubuh 

Hormon akan mempengaruhi kelenjar keringat, yang akan menyebabkan perubahan bau badan. Jika perubahan bau badan ini terlalu menyengat, cobalah untuk mulai menggunakan deodoran. Mandi lebih sering akan membantu untuk menjaga kebersihan dan bau tubuh. 


Pada saat mengalami pubertas, alat kelamin seseorang pada umunya akan membesar. Ini adalah salah satu ciri-ciri awal saat seseorang mulai memasuki masa pubertas dan memang agak susah untuk diamati. 


Testikel anak laki-laki akan bertambah besar dari seiring dengan bertambahnya usia menuju masa dewasa. Satu tahun setelah testikel seseorang mulai bertambah besar, hal ini akan diikuti oleh penambahan ukuran penis dan skrotum. Penis anda akan memanjang dan semakin tebal.                                                                                                                    


                  

                                                

  • Pertumbuhan Rambut Halus Pada Kulit (Gambar 2). 

Setelah testikel mulai membesar, Anda mungkin akan mendapati rambut yang mulai tumbuh di berbagai tempat saat pubertas, yang mungkin dulunya hanya memiliki sangat sedikit rambut atau bahkan tidak ada. Rambut ini mungkin akan didapati pada ketiak, daerah pubis, lengan, kaki, dada, wajah, tangan dan kaki. 


Tidak hanya ini, rambut tersebut juga akan bertambah tebal dan gelap warnanya. Biasanya seseorang akan mulai mendapati rambut di ketiak dan wajah dua tahun setelah rambut di daerah pubis mulai tumbuh. Setiap anak tentunya menampilkan ciri-ciri yang berbeda, ada yang akan memiliki rambut cukup tebal saat pubertas, sedangkan yang lain mungkin tidak. Rambut yang didapati pada daerah pubis dan ketiak cenderung lebih hitam, kasar dan keriting dibandingkan dengan rambut pada bagian tubuh lain.    


                                                 



  • Perubahan Pada Dada

Beberapa anak akan menunjukkan perubahan ukuran dada selama 1-2 tahun. Hal ini cukup alami dan bukan berarti seseorang akan memiliki payudara. Tubuh Anda sedang berada dalam masa penyesuaian. Perubahan ini umumnya terjadi pada usia 13-14 dan tidak terjadi pada semua orang. 


  • Jerawat Mulai Tumbuh

Jerawat tentunya sangat tidak nyaman, tapi ini adalah pertanda normal untuk remaja yang sedang mengalami pubertas. Produksi hormon yang tinggi pada tubuh akan memicu produksi minyak pada wajah Anda, yang pada akhirnya akan memicu pertumbuhan jerawat dan produksi keringat yang meningkat. 


Sebagian besar anak akan mulai mendapati jerawat di saat yang hampir bersamaan dengan tumbuhnya rambut ketiak. Karena kulit menjadi berminyak, sangat disarankan untuk mandi lebih sering demi kebersihan pribadi. Beberapa pria akan mendapati jerawat yang cukup parah. 


Jika mengganggu, coba bicaralah pada orang tua masing-masing dan dokter untuk mendapatkan obat. 


  • Mengalami Lebih Banyak Ereksi. 

Ereksi adalah proses dimana penis akan manjadi panjang dan mengeras. Ereksi bisa terjadi saat seseorang mulai memiliki pikiran seksual maupun romantis, atau saat mengalami rangsangan tertentu. Namun ereksi juga bisa terjadi secara spontan tanpa stimulai atau pikiran apapun. Tentunya hal ini akan sangat memalukan jika terjadi di depan umum. 


Walaupun anda bisa mengalami ereksi sebelum pubertas, ereksi akan terjadi dalam frekuensi yang jauh lebih banyak saat pubertas, disebabkan oleh perasaan seksual dan produksi hormon yang lebih tinggi. Tidak semua ereksi akan menghasilkan alat kelamin yang tegak. Ada beberapa yang melengkung ke atas atau ke sisi lain. 


  • Mulai Mengalami Mimpi Basah. 

Pada saat mimpi basah terjadi, seseorang akan merasa terangsang secara seksual saat tidur dan mulai mengejakulasi semen. Semen adalah cairan lengket yang mengandung sperma. Terkadang saat mimpi basah, seseorang bisa mengingat mimpi seksual yang dialaminya. Namun seringkali anak tersebut hanya akan mendapati noda pada piyama, celana dalam atau sprei saat bangun. 


Jika Anda mengalami mimpi basah, segera cucilah alat kelamin Anda dan gantilah sprei. Namun jika tidak, jangan khawatir selama Anda masih menampilkan ciri pubertas lainnya. Tidak semua orang mengalami mimpi basah. 


  • Cek pertumbuhan tubuh (Gambar 3). 

Setiap anak betumbuh pada waktu yang berbeda. Anda mungkin akan menyadari bahwa tiba-tiba Anda menjadi lebih tinggi dari teman-teman sebaya, atau mungkin Anda justru tidak terlalu bertumbuh saat yang lain bertambah tinggi. Jangan khawatir, semua akan bertambah tinggi pada waktunya. 


Beberapa ciri-ciri yang harus diperhatikan adalah: pertama, pada umumnya anak laki-laki akan bertumbuh lebih terlambat dibanding perempuan. 

Mungkin Anda akan mendapati teman wanita di sekolah Anda jauh lebih tinggi dari Anda setelah liburan. Ini adalah sangat normal. 


Kedua, perhatikan apakah jari-jari tangan dan ukuran kakimu mulai berubah. Contohnya, jika tiba-tiba kakimu bertambah 3 ukuran dalam 3 bulan, mungkin Anda sedang dalam fase ini. 


Ketiga, sebagian besar laki-laki akan mencapai puncak pertumbuhan 6 bulan setelah rambut pubis mulai tumbuh. Tentunya Anda akan bertambah lebih tinggi. 


Keempat, bahu anak akan menjadi lebih lebar dan tegap. Jika Anda merasa bahwa Anda telah memasuki tahap ini namun tinggi badan Anda tidak seperti yang Anda inginkan, cobalah bersabar. Sebagian pria baru mencapai tinggi maksimalnya pada tahun akhir remaja atau awal usia 20-an.       


              

                                                                                                                                                                                             

  • Cek Bentuk Wajah 

Sebelum pubertas, mungkin wajah Anda cenderung bulat dan pipi tembam seperti Charlie Brown. Saat memasuki masa pubertas, wajah Anda mungkin akan berubah menjadi lebih oval dan tegas seperti orang dewasa. 


Akan sedikit susah untuk mendeteksi perubahan ini karena mungkin Anda sudah terbiasa melihatnya. Coba amati foto Anda dari tahun ke tahun, atau bahkan beberapa bulan yang lalu dan amati perbedaannya. 


  • Suara Mulai "Pecah" 

Mungkin Anda merasa suara Anda banyak berubah akhir-akhir ini dan terdengar seperti sedang gugup saat berbicara. Hampir semua anak laki-laki mengalami perubahan suara saat pubertas, yang menandakan perubahan menjutu laki-laki dewasa. 


Suara yang "pecah" ini hanya berlangsung selama beberapa bulan dan akan menjadi lebih rendah pada akhirnya. Perubahan suara terjadi akibat meningkatnya level testosterone atau hormon pria pada tubuh. Hormon ini menyebabkan suara seseorang menjadi lebih rendah dan keras. 


Efek lain dari testosterone ialah bertambah besarnya laring. Anda bisa melihatnya pada tonjolan tulang rawan yang muncul pada leher, atau yang lebih kita kenal dengan jakun. Anda juga akan mendapati kesulitan dalam mengontrol suara saat berbicara. 


Pada umumnya, suara Anda akan mulai berubah di saat yang bersamaan dengan pertumbuhan penis. 


-

Tentunya tidak semua ciri-ciri pubertas ini muncul pada setiap individu. Muncul dan berhentinya perubahan pada karakteristik fisik ini berbeda pada setiap orang. Ada yang mengalaminya lebih dahulu daripada teman sepermainan, dan tentunya ada yang terlambat dalam masa pubertas ini. 


Jangan khawatir! Jika Anda merasa ada yang kurang beres pada diri Anda dan Anda merasa kurang yakin, kunjungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang