Bagaimana cara membedakan antara luka akibat perbuatan sendiri dan luka yang diakibatkan oleh serangan?

Dilihat 674 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jika yang kita bicarakan adalah luka karena tembakan senjata api, kamu bisa melihat posisi dari senjata untuk menentukan apakah korban dapat memegang senjata pada posisi tersebut. Jika jejak residu pada tangan dan kaki sama dengan yang dikeluarkan oleh senjata yang ditembakkan dari posisi itu (bunuh diri dapat dilakukan dengan senjata laras panjang, bahkan dengan menggunakan kaki, dengan atau tanpa tali, untuk menarik pelatuknya), dan posisi dari senjata setelah kematian.


JIKA senjata sudah diambil dari tempat kejadian, maka ini merupakan tanda bahwa itu bukan bunuh diri. Tapi ini bukan bukti. Misalnya, bunuh diri dapat menyebabkan luka yang fatal, tapi tidak segera. Bahkan korban bisa saja sempat masuk ke dalam mobil untuk pergi ke rumah sakit, meninggal di mobil pada perjalanan, membuat seluruh bukti fisik tertinggal jauh di belakangnya. Suatu contohnya adalah luka tembak di dada, tapi yang tidak mengenai jantung, batang nadi, atau pembuluh utama lainnya. Tembakan ke paru - paru memang dapat berdampak fatal, tapi membutuhkan waktu beberapa menit 


Sebagai seorang direktu pemakanan, suatu ketika saya dipanggil ke tempat kejadian bunuh diri untuk mengantarkan jenazah ke tempat pemeriksaan medis lokal. Ada seorang korban yang putus ada dan terdapat catatan bunuh diri serta pistol kaliber kecil dan luka di kepala. 


Setelah kami sampai di sana, petugas di tempat kejadian sedang melakukan pemeriksaan akhir sebelum kami memindahkan jenazah (kebanyakan petugas tidak mau menyentuh semua darah dan menunggu kami untuk melakukannya untuk mereka, sementara mereka melihat). Dia memukan sebuah lubangm dan satu lubang lainnya lagi. Ok, luka peluru masuk dan keluar. 


Tapi kemudia dia menemukan lubang lainnya (?) dan lubang lainnya lagi (?!) dan akhirnya dia menemukan potongan timah kecil tersangkut di bawah kulit kepala(?!!). Siapa yang akan menembak dirinya sendiri di kepala sebanyak 3 atau 4 kali? Malam itu menjadi malam yang panjang bagi kami, kami menunggu sementara lebih banyak penyelidik yang dipanggil. Tapi pada akhirnya, itu tetap kasus bunuh diri, korban menembak tiga kali dengan pistol kecilnya - yang pertama pada pelipis, peluru tidak masuk ke batok kepala tapi melewati tulang dan keluar.

Tembakan selanjutnya sedikit lebih tepat, tapi juga meleset, kali ini berada di antara kulit kepala dan batok kepala. Setelah dua kali gagal, dia memindahkan senjata ke tangannya yang satu lagi dan memegang pistol dengan tepat ke pelipis pada sisi sebelahnya  dimana peluru masuk ke batok kepala dan membunuhnya. Hal itu membutuhkan ketetapan hati.


Tetapi kenyataan bahwa senjata dipegang pada sudut tertentu ke batok kepalanya menunjukkan tanda bunuh diri lainnya yang akan terlihat terutama ketika senjata tajam (seperti pisau) digunakan. 
Usaha pertama biasanya merupakan percobaan dan tidak pasti, luka menujukkan "tanda keragu-raguan". 


Seperti yang sudah dikatakan, perbedaan antara luka yang disebabkan oleh diri sendiri dan yang disebabkan oleh serangan cukup jelas. Saya bukan orang yang terlatih dalam bidang ini, tapi bahkan saya dapat mengetahui beberapa hal tentang itu. Orang yang ahli tau perbedaannya.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang